Perhatian! PT KPP Rantau Ngutang Pajak Alat Berat Rp 1,8 M Warung Jablay di HSS Meresahkan, MUI Ngadu ke DPRD Jelang Pencoblosan, Warga Kalsel Diimbau Jangan Telan Mentah-Mentah Berita Medsos Disbudpar Banjarmasin Rilis Dua Wisata Baru, Cek Lokasinya Otsus Jilid Dua, Semangat Baru Pembangunan Papua

Mahasiswa China, Korban Hoaks Corona Dapat Pendampingan Psikis

- Apahabar.com Selasa, 11 Februari 2020 - 19:15 WIB

Mahasiswa China, Korban Hoaks Corona Dapat Pendampingan Psikis

Empat mahasiswa yang menimba ilmu di Provinsi Nanjing China akhirnya tiba di Kalimantan Selatan, Sabtu (8/2) kemarin. Turun dari pesawat mereka langsung berhadapan dengan petugas medis. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARBARU – Dinas Kesehatan (Dinkes) telah memastikan mahasiswa China yang pulang ke Kalimantan Selatan negatif virus corona.

Meski begitu, keempatnya kadung menjadi korban hoaks virus mematikan itu di media sosial. Hoaks tersebut dipicu informasi yang menyebut mereka mengalami gejala corona, yakni suhu tubuh tinggi.

Suhu mereka disebut menyentuh 38 derajat celcius saat diperiksa kali pertama usai turun dari pesawat Lion Air di Bandara Syamsuddin Noor, Sabtu akhir pekan lalu.

Untuk memastikan itu, Dinkes kembali memastikan dengan melakukan pemeriksaan medis ulang terhadap seorang mahasiswa Tabalong yang bertahan di Banjarbaru. Hasilnya, benar jika mereka negatif corona.

“Hasil pemantauan hari ini. Suhu badan 36,2 derajat celcius,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Banjarbaru, Rizana Mirza kepada apahabar.com, Selasa (11/2) sore.

Pantauan hari ketiga ini, Dinkes pastikan suhu mereka menurun dari sebelumnya 36,9 derajat celcius. Dan negatif gejala penyakit lainnya.

“Batuk (negatif), Sesak nafas (negatif) dan yang lain tidak ada gejala. Begitu pun hasil pemeriksaan keluarganya,” jelasnya.

Lalu, adakah kemungkinan mahasiswa tersebut mengalami stres akibat bullying yang dilontarkan para warganet di sosial media?

“Untuk itu kami belum ada laporan, tapi saya akan segera sampaikan ke petugas di lapangan untuk melakukan pendekatan secara psikologis,” terangnya.

Yang mana hal itu dilakukan guna mencegah terjadinya depresi akibat bullying yang diterima mahasiswa tersebut.

Untuk itu, Rizana meminta masyarakat Banjarbaru untuk tidak terlalu menguatirkan corona.

“Hasil pemeriksaan sampai hari ini semua negatif ya kepada yang bersangkutan. Masyarakat jangan khawatir Corona, khawatirkan saja DBD,” pungkasnya mengakhiri.

Baca Juga: Update Virus Corona: 1.016 Korban Meninggal, 42.638 Terinfeksi di China

Baca Juga: Jokowi: 62 Kasus Terduga Corona di Indonesia Negatif

Baca Juga: Empat Mahasiswa China asal Kalsel Kena Bully karena Corona

Baca Juga: Mahasiswa China asal Kalsel di Banjarbaru Negatif Corona

Reporter: Nurul Mufidah
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Januari 2020, 128 Desa Di Batola Rawan Banjir
apahabar.com

Kalsel

Covid-19 Kalsel Melonjak Drastis, Kluster Pasar Mendominasi
apahabar.com

Kalsel

Lutfi Cek Penanganan Covid-19 di Perbatasan Kalsel-Kaltim
apahabar.com

Kalsel

Mengurai Kemacetan Kawasan Pasar Sudimampir 

Kalsel

Tak Tahan Dingin, Sakur Dikabarkan Turun
apahabar.com

Kalsel

Jelang Pengamanan Kedatangan Presiden Jokowi, Paspampres Dijamu ‘Soto Banjar’
apahabar.com

Kalsel

Dua Warung Sakadup Terjaring Razia Satpol PP Banjarbaru
Kecuali Bahan Pokok, Pedagang dari Banjarmasin Diimbau Tak Masuk Batola

Kalsel

Kecuali Bahan Pokok, Pedagang dari Banjarmasin Diimbau Tak Masuk Batola
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com