Kobaran Api Kembali Gegerkan Warga Patmaraga Kotabaru Cara Cek Pengumuman CPNS 2019 Hari Ini, Login sscn.bkn.go.id, Berikut Website & Panduan Lengkapnya 150 Rumah Hangus Terbakar, Simak Kronologi Lengkap Kebakaran di Kotabaru Alasan Mengapa Api di Patmaraga Kotabaru 5 Jam Baru Padam Si Jago Merah Mengamuk di Kotabaru: Berkobar Berjam-jam, Ratusan Rumah Ludes Terbakar!

Mahathir Ungkap Alasan Pengunduran Dirinya

- Apahabar.com Rabu, 26 Februari 2020 - 20:46 WIB

Mahathir Ungkap Alasan Pengunduran Dirinya

Mahathir Mohamad. Foto-AFP/Manan Vatsyayana

apahabar.com, JAKARTA – Perdana Menteri sementara Malaysia Mahathir Mohamad mengungkapkan alasan pengunduran dirinya sebagai perdana menteri ke-7 dalam pidato khusus yang disiarkan langsung melalui televisi, radio dan media sosial Radio Televisi Malaysia (RTM), Rabu, pukul 16.45 sore.

“Terlebih dahulu izinkan saya memohon maaf kepada semua rakyat Malaysia karena keadaan politik negara yang agak kocar-kacir dan mungkin menimbulkan keresahan di kalangan tuan-tuan dan puan-puan,” katanya seperti dikutip dari Antara.

Mahathir mengatakan pihaknya telah menyerahkan surat peletakan jabatan sebagai perdana menteri ketujuh kepada Seri Paduka Baginda Yang Dipertuan Agung.

“Walau bagaimanapun, saya telah dipanggil menghadap (Yang Dipertuan) Agung kemudian, dan setelah berbincang selama lebih satu jam, Tuanku telah setuju menerima surat peletakan jabatan saya dan setelah itu meminta saya supaya menjadi Perdana Menteri Interim (sementara),” katanya.

Dia mengatakan ada banyak sebab mengapa dia meletakkan jabatan tetapi cukuplah dia sendiri mengatakan bahwa dia merasa mendapat dukungan dari semua pihak sehingga dia tidak dapat memilih pihak mana yang bisa dipilih.

Selain itu, terdapat juga tuduhan bahwa katanya Mahathir tidak berniat untuk melepaskan jabatan dan gila kuasa.

“Maka saya meletakkan jabatan karena saya tidak melihat kekuasaan dan jabatan itu sebagai be all and end all (menjadi semua dan mengakhiri semua) sebagai tujuan saya. Bagi saya kekuasaan dan kedudukan itu adalah a means to an end atau satu alat untuk mencapai tujuan. Dan tujuan kita semua tentulah untuk kebaikan negara,” katanya.

Kerena itu, ujar dia, dirinya meletakkan jabatan karena bagi dirinya bagi orang politik yang terpenting ialah partai mana yang memerintah, baik yang kalah atau yang menang.

“Sebenarnya saya telah berjanji akan mundur untuk memberi peluang kepada Dewan Rakyat (DPR) menentukan siapa yang akan mengganti saya. Jika benarlah saya masih didukung saya akan kembali. Jika tidak saya akan terima siapa saja yang dipilih,” katanya.

Mahathir mengatakan peluang untuk mengganti kepemimpinan memang ada. Hanya dia berpendapat oleh karena dia didukung oleh kedua belah pihak masa waktu dia meletakkan jawatan belum tiba.

“Saya minta diberi waktu tetapi partai saya, Partai Bersatu memutuskan untuk keluar dari Pakatan Harapan. Ada juga anggota dari partai komponen lain yang akan keluar. Dengan perlakuan ini Pemerintah Pakatan Harapan akan gugur,” katanya.

Kesannya, ujar dia, jika Partai Bersatu mendukung PAS dan UMNO maka partai-partai yang kalah yang akan mendirikan pemerintahan sehingga pemerintahan ini akan didominasi oleh UMNO sebagai partai yang terbesar.

“Saya sanggup menerima anggota UMNO yang keluar UMNO dan menyertai partai lain. Tetapi UMNO akan menyertai pemerintah campuran ini sebagai Partai UMNO. Ini tidak dapat saya terima. Maka terpaksalah saya meletakkan jabatan,” katanya.

Dia mengatakan sebagai manusia biasa dia tidak sunyi dari kesalahan sehingga dia mohon maaf jika peletakan jabatan yang dia lakukan salah.

“Yang Dipertuan Agung bertitah supaya saya dilantik sebagai Perdana Menteri sementara. Saya sadar apa yang saya lakukan akan ditentang dan ditolak oleh publik, tetapi mungkin ada yang mendukung. Saya tidak mencari untuk disukai orang banyak. Saya hanyalah membuat sesuatu saya anggap baik bagi negara,” katanya.

Dia mengatakan politik, orang politik dan partai politik terlalu mengutamakan politik sehingga lupa negara menghadapi masalah ekonomi dan kesehatan yang mengancam negara.

“Saya berpendapat betul atau tidak, politik dan partai politik perlu disampingkan buat waktu sekarang. Jika diperbolehkan saya akan mencoba mengadakan pemerintahan yang tidak memihak kepada partai mana pun. Hanya kepentingan negara saja yang akan diutamakan,” katanya.

Dia mengatakan jika diizinkan dia akan mencoba.

“Jika diizinkan inilah yang akan saya coba. Saya berdoa dan saya mohon kepada Allah SWT agar saya diberi petunjuk dalam usaha ini,” katanya.(Ant)

Baca Juga: Jokowi: Pemerintah Terus Perhatikan Kondisi WNI di Diamond Princess

Baca Juga: Jokowi Sedang Cari Calon Pemimpin Ibu Kota Baru

Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Waspada Virus Corona, Kadinkes Banjarmasin Ingatkan Prilaku Hidup Sehat
apahabar.com

Nasional

Pengungsi Tsunami di Pandeglang 3.050 Orang
apahabar.com

Nasional

Rayakan Sumpah Pemuda, Presiden Ajak Bangun Indonesia
apahabar.com

Nasional

Soal Korupsi PT Asabri, Pangeran Khairul Saleh Cium Permainan Oknum OJK
apahabar.com

Nasional

Pembinaan Karakter Jadi Tantangan Pendidikan Indonesia
apahabar.com

Nasional

Gempa Malang Terasa hingga Nusa Dua dan Kuta
apahabar.com

Nasional

BPBD Lampung: Korban Tewas Tsunami 7 Orang, 89 Orang Luka-luka
apahabar.com

Nasional

Langkah Jokowi-Ma’ruf Menembus Gerbang Istana 
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com