Sekolah Tatap Muka di Kalsel, Banyak Laporan Kekhawatiran Ortu Rontok Lagi! Bawaslu RI Tolak Laporan Keberatan Denny Indrayana Kronologi Lengkap 2 Bocah asal Benawa HST Tewas Diduga Dibunuh Ibu Depresi Belum Tentu Dibekap Sang Ibu, Biang Kematian 2 Bocah Benawa HST Jadi Misteri 16 Hari Anti-Kekerasan, Aktivis Perempuan Kampanyekan Kesetaraan Gender di Banjarmasin

Melacak Jejak Penanggalan Islam Hijriyah di Tanah Nusantara

- Apahabar.com Kamis, 13 Februari 2020 - 05:20 WIB

Melacak Jejak Penanggalan Islam Hijriyah di Tanah Nusantara

Ilustrasi awal bulan baru kalender Hijriyah didasarkan pada pergerakan bulan. Foto-republika

apahabar.com, JAKARTA – Dalam khazanah Islam, aspek Hijriyah merupakan bagian penting dari sejarah besar yang mewarnai peradabannya.

Meski Hijriyah dimaknai berpindah, meninggalkan, berpaling, dari hal buruk kepada kebaikan, namun dalam konteks sejarah, hijriah atau hijrah juga merujuk pada waktu.

Secara umum, hijrah ditafsirkan dalam tiga konteks penting sejarah Islam. Antara lain kaum Muslim meninggalkan Makkah yang berada di bawah kekuasaan kafir, menjauhkan diri dari dosa, dan bermulanya tarikh (tahun) Islam atau biasa dikenal dengan Hijriyah.

Ketika Rasulullah dan rombongannya bermigrasi dari Makkah ke Madinah, rombongan tersebut tiba di Quba, Madinah, pada 8 Rabiul Awal dan tahun pertama Hijriyah. Dalam literatur Islam diketahui, beliau beserta rombongan beristirahat di Quba selama empat hari.

Namun, kapan persisnya kalender Hijriyah ini dikenal di Nusantara?

Dalam buku “Jejak Arkelogis dan Historis Islam di Indonesia” karya Hasan Muarif Ambary seperti dilansir dari khazanah.republika.co.id, disebutkan, penanggalan Hijriyah tertua diperoleh dari tahun wafat seorang Muslimah yang bermukim di Leheran (Gresik) bernama Fatimah binti Maemun bin Hibatallah.

Nisan makamnya tertuliskan isyarat waktu, yakni tertulis wafat pada 7 Rajab tahun 475 Hijriyah atau 25 November 1082 Masehi. Di kampung gapura Gresik juga terdapat inkripsi pertanggalan tahun wafat Maulana Malik Ibrahim pada 12 Rabiul Awal tahun 822 Hijriyah atau 8 April 1419 Masehi.

Data sejarah dan arkeologi selanjutnya juga menunjukkan bukti bahwa kerajaan Islam tertua di Nusantara, Kerajaan Samudera Pasai, menggunakan kalender Hijriyah. Disebutkan, raja pertama tersebut yakni Sultan Malik as-Saleh tercatat pada bulan Ramadhan tahun 696 Hijriyah atau 1297 Masehi bertahta.

Penggunaan kalender Hijriyah juga tercatat pernah dilakukan kerajaan Islam Nusantara lainnya. Yakni kerajaan Islam di Banten tepatnya di Kota Sorasowan yang berdiri pada 1 Muharam tahun 932 Hijriyah atau 8 Oktober 1526 Masehi.

Penggunaan kalender Hijriyah bukan hanya dilakukan oleh kalangan birokrat kerajaan semata. Salah satu Wali Songo, Sunan Giri, bahkan telah mengarang kitab ilmu falak (perbintangan dan astronomi) yang diseuaikan dengan alam dan jalan pikir masyarakat Jawa.

Di dalam Serat Widya Praddana karya Sunan Giri disebutkan, ilmu falak sebagai sebuah disiplin ilmu astronomi memuat penanggalan yang berlaku bagi orang Jawa atas prinsip-prinsip ilmu falak Islam. Dalam serat itu pun disebutkan nama-nama hari, tanggal, tahun, windu, dan sebagainya yang semula berwujud istilah-istilah Hindu-Budha maka diubah menjadi istilah-istilah Islam.(Rep)

Baca Juga: Islam Menyebut Gratifikasi Sama dengan Mengambil Ghulul

Baca Juga: Pandangan Imam Syafi’i Soal Ucapan Amin Setelah Al-Fatihah

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Religi

Abdullah bin Umar RA, Kokoh Berdiri di Garis Tengah
apahabar.com

Religi

Keramat Imam Ahmad bin Hambal: Sepasang Sandal yang Membuat Jin Ketakutan
apahabar.com

Sirah

Mendengar Nama Ulama Ini disebut, Soeharto Tunda Naik Pesawat
apahabar.com

Sirah

Fasihnya Bacaan Ulama Banjar Ini, Buat Eceng Gondok Berputar di Sungai
apahabar.com

Sirah

Masjid Ini Dikeramatkan Warga, Pendirinya Masih Misteri
apahabar.com

Sirah

Kesultanan Banjar Menjadi ‘Bagian’ Khilafah Islamiyah di Turki
apahabar.com

Religi

Tajamnya Pandangan Guru Seman Mulya; Mengetahui Muridnya yang Datang Mengaji tanpa Izin Suami
apahabar.com

Religi

Muadzin di Zaman Rasulullah SAW Ternyata Bukan Hanya Bilal
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com