Peluncuran Vaksin AS Picu Kenaikan Harga Minyak Cuaca Kalsel Hari Ini, Hujan Berpetir Masih Mengancam PPKM Mikro Saat Ramadan, ASN di Banjarmasin Diminta Lebih Proaktif Tekan Inflasi, Kalsel Atensi Sistem Supply Chain Bahan Pokok Milan Lockdown, Eh Ibrahimovic Tepergok di Restoran

Melalui Omnibus Law, Pemerintah Berupaya Serap 3 Juta Tenaga Kerja

- Apahabar.com Kamis, 20 Februari 2020 - 18:47 WIB

Melalui Omnibus Law, Pemerintah Berupaya Serap 3 Juta Tenaga Kerja

Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah. Foto-Antara/Muhammad Zulfikar

apahabar.com, JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI memperkirakan omnibus law Cipta Kerja mampu menyerap tenaga kerja hingga 3 juta jiwa per tahun.

“Kalau sekarang ini kan per tahun kira-kira bisa menciptakan 2,5 juta. Kita berharap dengan omnibus law ini bisa menaikkan 2,7 juta hingga tiga juta tenaga kerja,” kata Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah di Jakarta, Kamis (20/2).

Terkait dengan sejumlah pasal yang dianggap kontroversi dan kemungkinan hak-hak buruh yang berpotensi dicuri dengan kehadiran omnibus law, pemerintah masih melakukan kajian mendalam.

Ida menjelaskan Kemnaker telah berusaha karena yang masuk ke omnibus law tersebut tidak hanya Undang-Undang 13 Tahun 2013 tetapi ada juga Undang-Undang BPJS dan lainnya karena sebagai bentuk perlindungan.

“Kami memang ingin memperluas lapangan kerja buat yang menganggur dan angkatan kerja baru,” katanya.

Ia mengatakan setiap tahun tercatat 2,5 juta angkatan kerja baru yang membutuhkan lapangan pekerjaan. Kehadiran omnibus law Cipta Kerja diharapkan mampu mengatasi masalah itu sekaligus memberikan perlindungan kepada yang sedang eksis bekerja.

Terkait dengan hitungan atau pengaturan upah yang akan diterima oleh pekerja, politikus PKB tersebut mengatakan hal itu diatur atau ditetapkan oleh gubernur di masing-masing daerah.

“Jadi upah itu ada upah minum provinsi kemudian ada upah untuk usaha padat karya dan upah bagi usaha mikro kecil,” katanya.

Pada kesempatan terpisah, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan UU Cipta Kerja bakal mendongkrak pendapatan per kapita warga Indonesia yang saat ini Rp4,6 juta per bulan menjadi sekitar Rp7 juta per bulan.

“Sekarang ini pendapatan Indonesia per kapita Rp4,6 juta per bulan. Diharapkan dengan diketoknya UU Cipta Kerja, maka ini akan memperbaiki simplifikasi, harmonisasi regulasi dan perizinan,” kata dia. (Ant)

Baca Juga: Surya Paloh Bingung, Apa yang Dicari UU Ketahanan Keluarga

Baca Juga: Besok, Jokowi Serahkan 73.670 Hektare SK Perhutanan Sosial di Riau

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

CPNS

Nasional

Dear Warga Kalsel: Pendaftaran CPNS 2021 Segera Dibuka!
apahabar.com

Nasional

Berkat Bank Jago, Pria Ini Masuk Daftar Orang Terkaya Indonesia
apahabar.com

Nasional

Mesir Adakan Pemakaman Militer untuk Husni Mubarak
apahabar.com

Nasional

Siti Nurbaya, Calon Menteri Kedua dari NasDem yang Dipanggil Jokowi
apahabar.com

Nasional

Tanggapi Perusakan Musala, Gubernur Sulteng Minta Warganya Jangan Terprovokasi
Covid-19

Nasional

Eijkman Sebut Covid-19 Varian Baru Tak Ganggu Kinerja Vaksin
Harimau Lepas

Nasional

Asyik Gesek Kayu, Mardian Diterkam Harimau
apahabar.com

Nasional

Gusti Putri, Utusan Kalsel di Paskibraka Nasional: Siswa Penurut dan Berprestasi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com