Kronologi Lengkap 2 Bocah asal Benawa HST Tewas Diduga Dibunuh Ibu Depresi Belum Tentu Dibekap Sang Ibu, Biang Kematian 2 Bocah Benawa HST Jadi Misteri 16 Hari Anti-Kekerasan, Aktivis Perempuan Kampanyekan Kesetaraan Gender di Banjarmasin Suhu Tubuh Tinggi, Wali Kota Samarinda Positif Covid-19 Inalillahi, 2 Bocah di Batu Benawa HST Tewas Diduga Dibunuh Ibu Depresi

Mengejutkan, PLN Putus Listrik Disdik Kalsel dan 3 Sekolah

- Apahabar.com Senin, 3 Februari 2020 - 18:49 WIB

Mengejutkan, PLN Putus Listrik Disdik Kalsel dan 3 Sekolah

Ilustrasi pemadaman listrik yang mengganggu kegiatan belajar anak di rumah. Foto-Terkini ID

apahabar.com, BANJARMASIN – Hanya karena tak membayar listrik 1 bulan, PT PLN tak mau kompromi. Aliran listrik Dinas Pendidikan (Disdik) Kalsel dan 3 sekolah milik pemerintah daerah ini pun diputus.

Informasi mengejutkan itu dikemukakan langsung Kepala Dinas Pendidikan Kalsel, M Yusuf Effendi dalam dengar pendapat dengan Komisi IV DPRD Kalsel, Senin (3/1).

“Iya, hari Minggu kemarin listrik diputus,” ungkap Muhammad Yusuf Effendi. Dikemukakannya, penyegelan listrik itu akibat pihaknya belum membayar listrik 1 bulan dengan tagihan Rp 80 juta.

Sementara 3 sekolah yang juga kena dampak, SMA Banua, SMK Peternakan (Snakma) Pelaihari dan Sekolah Luar Biasa (SLB) C Banjarbaru. Akibat penyegelan itu, Disdik Kalsel dan 3 sekolah itu terpaksa tak bisa menikmati listrik fasilitas negara.

Terkait belum dibayarnya tagihan listrik, Yusuf sebenarnya sudah meminta PLN untuk maklum. Alasannya, pembayaran di awal tahun mesti menunggu waktu pencairan yang bisa dilakukan setelah Januari.

Hari ini ujarnya, pihaknya sudah melaksanakan komunikasi dengan PLN untuk meminta keringanan.

“Kita mau membayar belum ada uang persediaan. Mau ditalangi, administrasi keuangan tidak dibenarkan,” jelasnya.

Terkait hal ini, Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, M Lutfi Saifuddin ingin masalah seperti ini tak terulang lagi kemudian hari. Intinya ia ingin Disdik Kalsel bisa menemukan solusi agar dalam pembayaran tagihan listrik tak mengganggu administrasi keuangan.

“Kita minta ini segera diselesaikan. Kejadian semacam ini tidak terulang kembali,” tekan politisi Partai Gerindra ini.

Lutfi mengakui, pemutusan aliran listrik sangat mengganggu aktivitas belajar. Seharusnya PLN tidak memperlakukan sekolah seperti halnya pelanggan umum.
“Ini kan institusi pendidikan, tentu pemadaman aliran listrik sangat menganggu aktivitas peserta didik,” tegasnya.

apahabar.com

Rapat Dinas Pendidikan Kalsel dengan Komisi IV DPRD Kalsel membahas soal pemadaman listrik. Foto-Rizal Khalqi

Baca Juga: Dukung Pertumbuhan Investasi Daerah, PLN Suplai Listrik 30 Juta VA

Baca Juga: Sempat Alami Gangguan, PLN Pastikan Sistem Kelistrikan Kalselteng Kini Aman

Reporter: Rizal Khalqi
Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Dandim 1022/Tanah Bumbu Kerahkan Personel Bantu Warga Pasang Kubah Musala
apahabar.com

Kalsel

Penyandang Disabilitas Menerima Bantuan Saat Natal
apahabar.com

Kalsel

Di Tengah Pandemi Covid-19, PPDB Banjarmasin Pakai Sistem Online
apahabar.com

Kalsel

Operasi Bibir Sumbing, Kembalikan Senyum Anak Banua
apahabar.com

Kalsel

Berpotensi Gelombang Tinggi, BMKG Peringatkan Angkutan Air
apahabar.com

Kalsel

Lagi, Kelayan B Diamuk Si Jago Merah
apahabar.com

Kalsel

Video: Warga Tunjukkan Kondisi Jembatan di Desa Awang yang Terancam Roboh
apahabar.com

Kalsel

20 Tahun Berkontribusi, Tim Fire dan Rescue Indocement Diganjar Penghargaan Pemkab Kotabaru
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com