Lagi Dokter Kalsel Gugur karena Covid-19, IDI: Sudah 55 Terjangkit! Ibunya Reaktif Tes Covid-19, Bayi di Banjarmasin Meninggal Dunia Rapid Test di Banjarmasin Rp 500 Ribu, Dinkes Siapkan Sanksi Klarifikasi Oknum Dokter Banjarbaru Dugaan KDRT Istri Pertama Demo RUU HIP, 38 Ormas Terjunkan Massa di Banjarmasin




Home Hikmah

Minggu, 16 Februari 2020 - 06:00 WIB

Mengenal Hari Kasih Sayang Versi Rasulullah SAW

Redaksi - Apahabar.com

Ilustrasi. Foto-Masjid E Bilal

Ilustrasi. Foto-Masjid E Bilal

apahabar.com, JAKARTA – Rasulullah SAW merupakan manusia paling berakhlak mulia. Kelahiran beliau merupakan rahmat bagi semesta alam. Beliau selalu mengajarkan cinta kasih kepada umatnya, baik cinta kasih kepada sesama manusia, maupun terhadap binatang.

“Hari ini bukanlah hari pembantaian, tapi hari kasih sayang dan kalian semua dimaafkan (dimerdekakan) untuk kembali kepada keluarga masing-masing,” sabda Rasulullah SAW saat berpidato usai menaklukkan Kota Makkah atau peristiwa yang dikenal dengan ‘Fathu Makkah’, seperti dilansir dari muslim.okezone.com.

Rasulullah menekankan kata ‘yaumul marhamah’ yang artinya hari penuh kasih sayang, bukan ‘yaumul malhamah’, hari pembantaian. Lalu apakah Islam mengenal hari kasih sayang?

Islam sendiri bermakna ‘Salaam’ yang artinya kedamaian atau keselamatan yang hanya dapat diwujudkan dengan sikap saling mengasihi serta saling menyayangi. Ajaran-ajaran Islam, penuh dengan kelembutan, kasih sayang terhadap sesama. Tapi juga mengajarkan sikap yang tegas bahkan keras terhadap perilaku kufur dan kezaliman.

Kenapa Rasulullah harus menaklukkan Kota Makkah kala itu? Sebab perilaku manusia dan penguasa di kota itu terus-menerus berupaya merendahkan harkat dan martabat kemanusiaan. Rasulullah sendiri terusir dari Makkah karena berupaya menegakkan kebenaran.

Baca juga :  Orang-orang yang Gagal Miskin karena Amalan Ini

Seperti dilansir Jatman, menurut catatan sejarah, peristiwa penaklukkan Kota Makkah terjadi pada tanggal 10 Ramadhan tahun ke-8 Hijriah.

Setelah Makkah berhasil ditundukkan, Rasulullah kemudian membangun kekuatan Islam yang membungkam arogansi kekuasaan kaum Quraisy yang berpusat di sana.

Tak terbayangkan oleh mereka, Muhammad yang dulu sangat mereka benci dan bahkan mereka anggap gila, kini kembali ke kota mereka sebagai seorang pemimpin besar.

Muhammad sanggup merebut Kota Suci itu dengan kemenangan yang gemilang. Bahkan Alquran mengabadikan momen itu dengan sebutan ‘fathan mubina’ yang artinya kemenangan yang nyata (QS. Al-Fath, ayat 1).

Setelah menaklukkan Kota Makkah, bukankah Rasulullah sebenarnya bisa membalas dendam? Terutama terhadap orang-orang yang memprovokasi kaum Quraisy agar membenci dan mengusirnya dari tanah kelahirannya.

Baca juga :  Mengapa Iman Saja Tak Cukup, Perlu Cinta kepada Allah SWT

Tapi beliau tidak melakukannya. Rasulullah lebih memilih memaafkan mereka, mengasihi, dan menyayangi mereka.

Fathu Makkah menjadi momentum merayakan sebuah kemenangan besar. Bukan dengan aksi balas dendam, tapi dengan perayaan kasih sayang yang begitu luar biasa.

Ketika itu, ribuan tawanan diberikan pengampunan secara massal. Masyarakat Makkah dijamin keselamatannya. Harta benda serta rampasan perang pun dibagikan.

Inilah sebuah peristiwa di mana Islam menunjukkan nilai-nilai keluhuran akhlak serta nilai-nilai kasih sayang kepada seluruh umat manusia. Melalui catatan sejarah ini diharapkan generasi milenial mengenal peristiwa ‘Fathu Makkah’ sebagai momentum perayaan kasih sayang terhadap umat manusia versi Rasulullah.

Sebab sejatinya Rasulullah selalu mengajarkan cinta kasih kepada kita semua. Sebagai muslim sudah sepatutnya kita mencontohnya dengan memberikan kasih sayang kepada anak-anak yatim dan fakir miskin dengan memperbanyak sedekah.(Okm)

Baca Juga: Mengintip Rambut Rasulullah SAW dari Berbagai Hadis

Baca Juga: Pekerjaan Paling Utama ‘di Mata’ Rasulullah SAW

Editor: Aprianoor

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hikmah

Para Ulama yang Mendoakan Imam Syafi’ie dalam Shalat Puluhan Tahun
apahabar.com

Hikmah

Puasa Menyehatkan Tubuh, Mencerdaskan Otak
apahabar.com

Hikmah

Mualaf Dosmauli S, Dulu Benci Islam Kini Pejuang Agama
apahabar.com

Hikmah

Ini Perbedaan Jual-Beli dan Riba
apahabar.com

Hikmah

Hikmah Menyampaikan Nasihat dengan Baik
apahabar.com

Hikmah

Jintan Hitam dan Pembuktian Medis Sabda Nabi Muhammad SAW
Syekh Al Kandahlawi Sebut Tiga Amalan Masuk Surga Tanpa Dihisab

Hikmah

Syekh Al Kandahlawi Sebut Tiga Amalan Masuk Surga Tanpa Dihisab
apahabar.com

Hikmah

Batalkah Puasa Orang yang Menyelam?
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com