3 Jam Hujan Deras, Ratusan Rumah Warga Desa Miawa Tapin Kebanjiran Kisah Pilu Istri Korban Disambar Buaya di Kotabaru, Harus Rawat 4 Anak, 1 di Antaranya Berusia 6 Bulan Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah Produksi Migas Kalimantan-Sulawesi Lampaui Target, Kok Bisa? PLTS Tak Berfungsi, Kades Panaan Mengadu ke Dinas ESDM Kalsel

Mengenal Hari Kasih Sayang Versi Rasulullah SAW

- Apahabar.com Minggu, 16 Februari 2020 - 06:00 WIB

Mengenal Hari Kasih Sayang Versi Rasulullah SAW

Ilustrasi. Foto-Masjid E Bilal

apahabar.com, JAKARTA – Rasulullah SAW merupakan manusia paling berakhlak mulia. Kelahiran beliau merupakan rahmat bagi semesta alam. Beliau selalu mengajarkan cinta kasih kepada umatnya, baik cinta kasih kepada sesama manusia, maupun terhadap binatang.

“Hari ini bukanlah hari pembantaian, tapi hari kasih sayang dan kalian semua dimaafkan (dimerdekakan) untuk kembali kepada keluarga masing-masing,” sabda Rasulullah SAW saat berpidato usai menaklukkan Kota Makkah atau peristiwa yang dikenal dengan ‘Fathu Makkah’, seperti dilansir dari muslim.okezone.com.

Rasulullah menekankan kata ‘yaumul marhamah’ yang artinya hari penuh kasih sayang, bukan ‘yaumul malhamah’, hari pembantaian. Lalu apakah Islam mengenal hari kasih sayang?

Islam sendiri bermakna ‘Salaam’ yang artinya kedamaian atau keselamatan yang hanya dapat diwujudkan dengan sikap saling mengasihi serta saling menyayangi. Ajaran-ajaran Islam, penuh dengan kelembutan, kasih sayang terhadap sesama. Tapi juga mengajarkan sikap yang tegas bahkan keras terhadap perilaku kufur dan kezaliman.

Kenapa Rasulullah harus menaklukkan Kota Makkah kala itu? Sebab perilaku manusia dan penguasa di kota itu terus-menerus berupaya merendahkan harkat dan martabat kemanusiaan. Rasulullah sendiri terusir dari Makkah karena berupaya menegakkan kebenaran.

Seperti dilansir Jatman, menurut catatan sejarah, peristiwa penaklukkan Kota Makkah terjadi pada tanggal 10 Ramadhan tahun ke-8 Hijriah.

Setelah Makkah berhasil ditundukkan, Rasulullah kemudian membangun kekuatan Islam yang membungkam arogansi kekuasaan kaum Quraisy yang berpusat di sana.

Tak terbayangkan oleh mereka, Muhammad yang dulu sangat mereka benci dan bahkan mereka anggap gila, kini kembali ke kota mereka sebagai seorang pemimpin besar.

Muhammad sanggup merebut Kota Suci itu dengan kemenangan yang gemilang. Bahkan Alquran mengabadikan momen itu dengan sebutan ‘fathan mubina’ yang artinya kemenangan yang nyata (QS. Al-Fath, ayat 1).

Setelah menaklukkan Kota Makkah, bukankah Rasulullah sebenarnya bisa membalas dendam? Terutama terhadap orang-orang yang memprovokasi kaum Quraisy agar membenci dan mengusirnya dari tanah kelahirannya.

Tapi beliau tidak melakukannya. Rasulullah lebih memilih memaafkan mereka, mengasihi, dan menyayangi mereka.

Fathu Makkah menjadi momentum merayakan sebuah kemenangan besar. Bukan dengan aksi balas dendam, tapi dengan perayaan kasih sayang yang begitu luar biasa.

Ketika itu, ribuan tawanan diberikan pengampunan secara massal. Masyarakat Makkah dijamin keselamatannya. Harta benda serta rampasan perang pun dibagikan.

Inilah sebuah peristiwa di mana Islam menunjukkan nilai-nilai keluhuran akhlak serta nilai-nilai kasih sayang kepada seluruh umat manusia. Melalui catatan sejarah ini diharapkan generasi milenial mengenal peristiwa ‘Fathu Makkah’ sebagai momentum perayaan kasih sayang terhadap umat manusia versi Rasulullah.

Sebab sejatinya Rasulullah selalu mengajarkan cinta kasih kepada kita semua. Sebagai muslim sudah sepatutnya kita mencontohnya dengan memberikan kasih sayang kepada anak-anak yatim dan fakir miskin dengan memperbanyak sedekah.(Okm)

Baca Juga: Mengintip Rambut Rasulullah SAW dari Berbagai Hadis

Baca Juga: Pekerjaan Paling Utama ‘di Mata’ Rasulullah SAW

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hikmah

Sedekah Bernilai Besar, Kyai Ma’ruf: Inilah Saatnya
Raih Keberkahan dengan Memuliakan Ibu

Hikmah

Raih Keberkahan dengan Memuliakan Ibu
apahabar.com

Hikmah

Dua Kalimat Zikir yang Berat Timbangan Amalnya
apahabar.com

Hikmah

Kisah Masuk Islamnya Ibunda Abu Hurairah Setelah Didoakan Rasulullah
apahabar.com

Hikmah

4 Amalan Paling Susah Dilakukan Menurut Ali bin Abi Thalib
apahabar.com

Hikmah

Dakwah Digital Menyasar Kaum Milenial
apahabar.com

Hikmah

Jelang Wafat, Khalifah Umar bin Abdul Aziz Menangisi ‘Jabatannya’
apahabar.com

Hikmah

Keistimewaan Zikir
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com