‘Olahraga’ Malam, Ratusan Pemuda di Tapin Arak Motor Sampai Polres CEK FAKTA: Covid-19 Jadi Ladang Bisnis RS di Banjarmasin? Duh, Zona Hitam Covid-19 di Banjarmasin Bertambah! Selama Pandemi, Biaya Operasional Bekantan Kalsel Kian Melonjak Belasan Warga Kalsel Terimbas Penyusutan Karyawan Lion Air




Home Kalsel

Jumat, 7 Februari 2020 - 16:47 WIB

Menpan-RB Bicara Isu Penghapusan Honorer: Jangan sampai Wartawan Jadi Guru

Redaksi - Apahabar.com

 Menpan-RB Tjahjo Kumolo. Foto: Antara/Sukarli

Menpan-RB Tjahjo Kumolo. Foto: Antara/Sukarli

apahabar.com, BANJARMASIN – Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Tjahjo Kumolo bicara terkait isu akan dihapuskannya tenaga honorer di pemerintahan.

“Bukan penghapusan kok, tapi penataan,” tegas Tjahjo usai jadi pembicara di seminar best practices kepemerintahan yang baik dalam rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) di Kalsel, di Hotel Area Barito, Banjarmasin, Jumat (7/2).

Dia mulai membicarakan tentang pegawai pusat itu hanya ada pegawai resmi atau Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja atau disingkat P3K.

Baca Juga: Menpan-RB di HPN 2020 Kalsel: Humas Pemerintah Harus Siap 24 Jam

“Honorer itu kan daerah itu perlu honorer, kebersihan atau untuk tenaga tara usaha yang tidak harus ASN,” tutur Tjahjo.

Tenaga honorer tersebut bisa diambil daerah sesuai kebutuhan dan kemampuan daerah membayarnya.

Baca juga :  Wujud Kepedulian Polri, Polsek Durian Bagikan Paket Beras untuk Warga

“Tenaga honorer daerah itu jangan dijanjikan jadi pegawai negeri, kan jadi beban pusat nantinya termasuk pensiunnya,” ucap Tjahjo.

Karena, lanjut dia, pegawai negeri sipil itu harus smart, harus sesuai kebutuhan, mengurangi tenaga administrasi, tidak berlebihan juga tidak kurang.

“Kalau yang masih kurang saat ini diserahkan kepada bupati/wali kota dan gubernur, mau ngangkat berapa saja, seperti DKI, karena APBD besar, bisa berapa saja, pasukan gorong-gorong, kebersihan, pasukan bencana alam, ya, gaji sesuai upah minimum regional (UMR),” ucapnya.

Ini, kata dia, bisa bersifat outsourcing, sehingga istilahnya menjadi penataan, bukan penghapusan tenaga di luar ASN di pemerintahan.

Sebab jika tidak ditata dari sekarang akan menjadi tumpang tindih status kepegawaian di pemerintahan, sehingga banyak aksi.

Baca juga :  Kabar Baik, 1 Pasien Asal Simpang Empat Tanbu Sembuh dari Covid-19

“Demo-demo tenaga honor, padahal harusnya tidak perlu itu, honor kan urusan daerah, kemampuan daerah,” bebernya.

“Jangan honor dijanjikan, kamu cleaning service nanti akan jadi CPNS, inikan berat, padahal ada yang lebih utama, tenaga guru, kesehatan, tenaga penyuluh desa, peternakan, pertanian dan perairan,” ujarnya.

Tjahjo mengatakan pemerintah memerlukan tenaga ahli dalam bidangnya untuk membangun daerah sehingga bisa maju.

“Jangan sampai tenaga administrasi jadi guru, wartawan jadi guru, merangkap-rangkap itu, tidak bisa,” kata dia.

Karena Indonesia negara besar, ujar Tjahjo, bukan seperti Singapura yang lebih kecil, sehingga harus ditata, sebab sudah tertinggal 20 tahun terkait penataan birokrasi ini. (Ant)

Baca Juga: M Nuh: Media Harus Jadi Pendingin dan Penghangat Situasi Politik

Editor: Fariz Fadhillah

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Penjelasan BNPB Heli Water Boombing Mendarat Darurat di Banjarbaru
apahabar.com

Kalsel

Usai Diduduki Pol PP, PNS BKD di Banjarmasin Tetap Bekerja
apahabar.com

Kalsel

Batola Kembali Diamuk Puting Beliung
apahabar.com

Kalsel

Dirangkai Puluhan Hari, Nanas Festival di Mekarsari Ludes 10 Menit
apahabar.com

Kalsel

76,52 persen Pasien Positif Covid-19 di Kalsel Hanya Bergejala Ringan
apahabar.com

Kalsel

Tinjau Proyek Pengerjaan Bandara, Paman Birin: November Akan Soft Launching
apahabar.com

Kalsel

Hoaks Masuk ke Lokasi Kampanye Jokowi Pakai Tiket
apahabar.com

Kalsel

Momen Lebaran, Lapas Kelas II A Banjarmasin Beri Kelonggaran Waktu Kunjungan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com