Cuaca Kalsel Hari Ini: Tak Ada Peringatan Dini, Semua Wilayah Cerah! Cari Keadilan untuk Rekannya, Ratusan Mahasiswa Geruduk Kejati Kalsel Akhirnya, Pelaku Pembunuhan Guru di RM Wong Solo Tanbu Tertangkap Ketum HIPMI Pusat Bakal Jadi Pembicara di HUT JMSI ke-2 di Sulteng Kalsel Ingin Adopsi Kawasan Kumuh jadi Wisata di Yogyakarta

Misteri Pemicu Virus Corona, Hingga Pasar di Wuhan Jadi ‘Tersangka’

- Apahabar.com     Sabtu, 8 Februari 2020 - 08:44 WITA

Misteri Pemicu Virus Corona, Hingga Pasar di Wuhan Jadi ‘Tersangka’

Pasar Grosir Makanan Laut Huanan Wuhan, menjajakan makanan ekstrem. Foto-Net

apahabar.com, JAKARTA – Tak ada yang tahu pasti bagaimana virus corona baru bermula. Seketika sajamewabah, dari Wuhan di China hingga lintas benua ke sejumlah negara.

Sejak 21.00 WIB, Jumat 7 Februari 2010, sudah ada 31.523 kasus yang terkonfirmasi, dengan 638 orang meninggal, dan 1.764 pulih.

Sebuah pasar di Wuhan pun ‘tersangka’. Yakni Pasar Grosir Makanan Laut Huanan, yang ternyata tak hanya menjual hasil tangkapan nelayan, tapi juga daging, ayam, kelelawar, ular, kelinci, tikus, dan hewan liar lainnya. Dalam kondisi hidup dan mati. Salah satu pelanggannya, pria berusia 61 tahun, menjadi orang pertama yang meninggal dunia akibat virus corona baru itu.

Hasil riset sementara menyebut penyebaran virus corona baru 2019-nCoV diduga bersumber dari kelelawar atau ular. Bahkan trenggiling (pangolin) diduga sebagai perantara, demikian hasil riset South China Agricultural University seperti dikutip dari Xinhua.

Untuk mendapatkan titik terang terkait Virus Corona (2019-nCoV), berikut wawancara Liputan6.com yang dilansir apahabar.com dari ahli mikrobiologi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Sugiyono Saputra.

Ia menjelaskan, virus corona baru, atau disebut juga novel coronavirus memiliki tingkat penyebaran yang jauh lebih tinggi dibandingkan SARS. Itu yang memicu kekhawatiran. Namun, untungnya, sejauh ini tingkat kematian yang diakibatkannya relatif rendah.

“SARS fatality-nya ada range sekitar 9-15 persen, kalau yang novel coronavirus ini sekitar masih di bawah 3 persen, tapi ini terus berkembang terus,” ungkap Sugiyono.

“Tapi satu hal bahwa novel coronavirus ini memiliki reproduction number yang tinggi, artinya kecepatan penyebarannya lebih tinggi dari SARS,” lanjut dia.

Sebagai salah satu yang terdepan dalam memastikan kesiapan Tanah Air menghadapi potensi wabah, LIPI memiliki fasilitas bertaraf internasional. Laboratorium Biosafety Level 3 (BSL-3) yang dimilikinya mampu meneliti virus corona, meski hingga saat ini belum ada sampel untuk diteliti. Virus itu belum masuk ke Indonesia, dan semoga tidak akan ditemukan. (lip6)

Baca Juga: China: Arsitek RS Virus Corona Kelahiran Indonesia

Baca Juga: Efek Corona: Rupiah Menguat, Yuan Melemah

Editor: Syarif 

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

SPBU di Ruas Jalan Tol Trans Jawa, Sumatera dan Kalimantan Segera Dibangun

Nasional

Ada WN Afsel dan Portugal di Antara 41 Napi Lapas Tangerang yang Tewas
apahabar.com

Nasional

Viral Kasus Intip Payudara Pelanggan via CCTV, Apa Kata Psikolog
PPKM

Nasional

Senada dengan Presiden Jokowi, Wagub DKI Sebut PPKM Tidak Efektif Tekan Covid-19
apahabar.com

Nasional

Sedang Berlibur, Dosen IPB Jadi Korban Tsunami Selat Sunda

Nasional

Awasi PSBB, Begini Imbauan Komnas HAM untuk Polisi
apahabar.com

Nasional

Survei LSI: Pemerintahan Jokowi Punya Modal Besar Atasi Intoleransi
apahabar.com

Nasional

Persiapan Kampanye Akbar Jokowi di Banjarmasin, Stadion 17 Sudah 70 Persen
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com