Sasar Mahasiswi Tanah Bumbu, Gembong Jambret Banjarmasin Bertekuk Lutut Banjarmasin Timur Tegang, Remaja Bersajam Kejar-kejaran di Kafe Arwana 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian Sungai Hantakan Meluap, 12 Pondok di Pulau Mas HST Larut Terbawa Arus Libur Panjang di Marabahan, Kelotok Susur Sungai Barito Dibikin Kewalahan

Nahas, Seekor Bekantan di Banjarmasin Tewas Tersengat Listrik

- Apahabar.com Senin, 24 Februari 2020 - 16:34 WIB

Nahas, Seekor Bekantan di Banjarmasin Tewas Tersengat Listrik

Rekanan Emergency 31 mengevakuasi seekor bekantan (nasalis larvatus) jantan yang diperkirakan berusia 3-4 tahun yang tewas akibat tersengat listrik. Foto-apahabar.com/Amrullah

apahabar.com, BANJARMASIN – Seekor bekantan (nasalis larvatus) jantan yang diperkirakan berusia 3-4 tahun tewas akibat tersengat dan tergantung di kabel listrik di Jalan Sungai Andai, depan Komplek PWI, Banjarmasin, Senin (24/02) sekitar pukul 06.00 Wita.

Bekantan nahas itu pertama kali ditemukan oleh Kakek Aba warga sekitar Jalan Sungai Andai. Dia menemukan Bekantan itu sudah dalam kondisi sudah lemas dan masih tergantung di kabel listrik.

Menurut Aba, dirinya sempat hendak berusaha menolong hewan langka itu, namun karena takut ikut kesetrum, ia pun membatalkan niatnya.

“Saya kemudian mencari pertolongan dan kebetulan ada warga yang membantu menurunkan bekantan itu menggunakan bilah kayu, sehingga bekantannya jatuh kemudian saya sambut,” kata Aba kepada apahabar.com.

Kemudian, lanjutnya, bekantan tersebut langsung dibawa ke rumah, karena bingung hendak dibawa ke mana. “Kebetulan di komplek saya ada rekanan BPK Emergency 31, selanjutnya bekantan itu saya serahkan kepada mereka,” ujarnya.

Oleh rekanan Emergency 31 kemudian bekantan yang masih terlihat bernapas itu langsung dievakuasi menuju Taman Satwa di Jalan Jahri Saleh untuk mendapat pertolongan.

Berdasarkan informasi petugas penjaga taman, dokter hewan sedang tidak berada di tempat.

“Dokternya lagi tidak berada di tempat sedang dinas di Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) di Banua Anyar,” kata petugas jaga Taman Satwa kepada rekanan Emergency 31.

Selanjutnya, hewan yang juga maskot Kalimantan Selatan itu dibawa ke PDHI Banua Anyar untuk mendapatkan penanganan medis, namun setelah beberapa saat dilakukan pemeriksaan oleh dokter hewan bekantan itu sudah dinyatakan tewas.

“Selesai dinyatakan tewas kemudian bekantan itu kami kubur di samping pos kami,” kata salah satu rekanan Emergency 31.

Baca Juga: Pasca Karhutla, Banyak Bekantan Kehilangan Tempat Tinggal

Baca Juga: Hindari Bekantan, Pengendara Motor Terkapar di Jalan Desa Sungai Riam Pelaihari

Reporter: Amrullah
Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Penyerangan di Polsek Daha, Polda Kalsel Gandeng Densus 88
apahabar.com

Kalsel

Pemkot Banjarmasin Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Kelurahan Kuripan
apahabar.com

Kalsel

Alhamdulillah, Banjir di Desa Kintapura Kintap Kabupaten Tala Berangsur Surut
apahabar.com

Kalsel

Di Rumah Aja, Masjid Agung Al-Karomah Tak Gelar Salat Id
apahabar.com

Kalsel

Sehari, Jon Lee CS Ringkus Pemilik Ribuan Butir Obat Terlarang dan Budak Sabu di HST
apahabar.com

Kalsel

Identitas Mayat Tertutup Payung Merah di Gunung Sari Banjarmasin Terungkap
apahabar.com

Kalsel

Perempuan Rentan Jadi Pelaku Teror, BNPT RI Bekali Galuh Banjar
apahabar.com

Kalsel

Update Covid-19 Tanbu: 20 Sembuh, Bumi Bersujud Juga Tambah Kasus Positif
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com