Melawan, Pembunuh Sadis di Warung Remang Bungur Didor Tim Serigala Tapin Pembunuhan Sadis di Warung Remang Bungur Tapin, Pelaku ‘Lagi Tinggi’ Buron, Ketua Nasdem Tanah Laut Orbawati Sempat Ngeluh Sakit Dibui Seumur Hidup, Gembong Sabu Banjarmasin Pindah ke Nusakambangan? Bangun Insinerator di TPA Banjarbakula, Kalsel Optimis Tingkatkan PAD

Ngawur, Anggota DPR RI Usul Ekspor Ganja

- Apahabar.com Minggu, 2 Februari 2020 - 22:33 WIB

Ngawur, Anggota DPR RI Usul Ekspor Ganja

Ilustrasi ganja. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Mengagetkan, anggota Komisi VI DPR Ri, Rafli mengusulkan ganja masuk komoditas ekspor. Pernyataan anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) itu menuai beragam kritikan.

F-PKS pun bereaksi. “Usulan itu tidak mencerminkan sikap Fraksi PKS, karenanya pernyataan pribadi itu layak diluruskan dan dikoreksi,” ujar Ketua Fraksi PKS di DPR Jazuli Juwaini.

Ia menjelaskan, dalam UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, tegas melarang ganja yang masuk kategori narkotika golongan I. Narkotika golongan tersebut dilarang untuk pelayanan kesehatan.

Meski dalam undang-undang tersebut, juga terdapat pengecualian dalam jumlah terbatas, bahwa ganja bisa digunakan untuk kepentingan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Atas dasar itulah Fraksi PKS menegur keras Pak Rafli dan yang bersangkutan meminta maaf atas kesilapan pikiran dan pernyataan pribadinya itu, sehingga menimbulkan polemik,” ujar Jazuli.

Fraksi PKS meminta agar Rafli berhati-hati dalam membuat pernyataan. Apalagi menyangkut isu sensitif yang bisa kontraproduktif dengan semangat pemberantasan narkoba.

Jazuli juga menegaskan bahwa tidak ada toleransi bagi peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Indonesia. Sebab hal tersebut dinilai lebih banyak madharratnya.

“Dengan teguran keras Fraksi PKS dan permintaan maaf Pak Rafli, serta penarikan usulan pribadinya itu, diharapkan kesalahpahaman dan polemik yang berkembang di masyarakat bisa diluruskan,” ujar Jazuli.

Sebelumnya, Rafli menyampaikan pendapat bahwa ganja dapat memenuhi kebutuhan farmasi. Hal itu disampaikannya dalam rapat kerja Komisi VI DPR bersama Menteri Perdagangan Agus Suparmanto.

Menurutnya, ganja merupakan tumbuhan yang mudah ditanam dan tumbuh di Aceh. Selain itu, klaim ganja berbahaya hanya merupakan konspirasi global.

“Padahal yang yang paling sewot dan gila sekarang masuk penjara itu bukan orang ganja. Orang yang pakai sabu bunuh neneknya pakai ekstasi segala macam,” kata Rafli di ruang rapat Komisi VI, Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (30/1).

Maka dari itu, legislator asal Aceh itu mengusulkan agar ganja dijadikan salah satu komoditas ekspor. Dia juga menyarankan agar Aceh jadikan sebagai tempat budidaya ganja.

“Ganja ini bagaimana kita jadikan komoditas yang ekspor yang bagus. Jadi kita buat lokasinya. Saya bisa kasih nanti daerahnya di mana,” ujar Rafli.(rep)

Baca Juga: Innalilahi Wa Inna Ilaihi Rajiun, Gus Sholah Pengasuh Ponpes Tebuireng Meninggal Dunia

Baca Juga: Belum Hilang Corona, China Malah Dilanda Wabah Flu Burung

Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Soal Tagar #IndonesiaCallsObserver, KPU Nyatakan Sudah Undang 33 Negara
apahabar.com

Nasional

Selama Januari, Kementerian Kominfo Temukan 175 Konten Hoax
apahabar.com

Nasional

Disergap Timsus di Kotabaru, Simak Sepak Terjang Buronan Korupsi Kejagung RI
apahabar.com

Nasional

Sambut Baik Kehadiran JMSI, LSF Siap Berkolaborasi Kampanyekan Program Sensor Mandiri
apahabar.com

Nasional

Gelar Rapat Terbatas, Jokowi Minta Kondisi Papua Segera Dipulihkan  
apahabar.com

Nasional

Pasca Tsunami, Kpu Diminta Data Kembali Pemilih Donggala
apahabar.com

Nasional

Suhu Minus 5 derajat Celsius, Ratusan WNI di Helsinki Rayakan Pemilu 2019
apahabar.com

Nasional

Pemerintah Diminta Segera Tentukan Pusat Ibu Kota Negara
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com