BMW M1 milik mendiang Paul Walker “Fast and Furious” Dilelang Rumdin Kepala Kemenag HSU Ambruk ke Air, Begini Nasib Penghuninya 2 Segmen Rampung, Jembatan Bailey Pabahanan Tala Sudah Bisa Dilewati Kenakan Sarung, Mayat Gegerkan Warga Ratu Zaleha Banjarmasin Nasihat Umar bin Abdul Aziz Tentang Kematian

Noormiliyani Prihatin, Batola Keluar Sepuluh Besar KLA

- Apahabar.com Selasa, 25 Februari 2020 - 16:47 WIB

Noormiliyani Prihatin, Batola Keluar Sepuluh Besar KLA

Bupati Barito Kuala, Hj Noormiliyani AS, menandatangani papan komitmen Kabupaten Layak Anak. Foto-Humas Setda Batola.

apahabar.com, MARABAHAN – Usaha Barito Kuala (Batola) mendapatkan predikat Kabupaten Layak Anak (KLA), tampaknya harus lebih keras.

Hingga 2019 berakhir, Batola berada di luar jajaran sepuluh besar Kalimantan Selatan, tepatnya peringkat 11.

Lantas sebagai seorang wanita dan ibu, fakta tersebut membuat Bupati Batola, Hj Noormiliyani AS, cukup gusar dalam Rakor Gugus Tugas KLA 2020 di Marabahan, Senin (25/2).

“Tentu saja fakta tersebut memprihatinkan, sekaligus mengharuskan semua stakeholder melakukan evaluasi,” tegas Noormiliyani.

“Sebagai langkah awal, perumusan kegiatan tak harus terpaku kepada 24 indikator KLA. Perlu juga diintegrasikan sekolah adiwiyata, sekolah sehat, sekolah ramah anak dan sekolah taat hukum,” imbuhnya.

Sebagai langkah awal perbaikan, persentase 40 persen jumlah Kecamatan Layak Anak (Kelana) maupun Desa/Kelurahan Layak Anak (Dekela) sebagai pendukung predikat KLA, juga sementara dipinggirkan.

“Intinya fokus saja dulu kepada satu kecamatan yang telah memenuhi kriteria, lalu ditindaklanjuti bersama-sama,” beber Noormiliyani.

Namun sebelum pembenahan dilakukan, dibutuhkan data-data faktual. Data itulah yang kemudian menjadi langkah awal perencanaan.

“Contohnya data toilet sekolah. Berdasarkan aturan standar, satu toilet perempuan untuk 20 siswi. Kemudian toilet laki-laki diperuntukkan 25 siswa. Andaikata siswa berjumlah 200, berarti sekolah harus memiliki delapan toilet,” urai Noormiliyani.

“Memang tak mungkin satu sekolah memiliki delapan toilet untuk 200 siswa. Tetapi saya hanya ingin minta data yang benar, sebelum program dibuat bersama-sama,” sambungnya.

Noormiliyani juga menegaskan agar pemerintahan hingga level terbawah, tidak bergantung kepada data-data instansi terkait.

“Telah beberapa kali disampaikan bahwa Batola harus membangun dengan data. Akurasikan data dulu, baru bisa membuat program yang konstruktif,” cecar Noormiliyani.

“Misalnya camat harus mengetahui jumlah siswa PAUD, SD dan anak-anak yang tak sekolah. Termasuk perkawinan usia dini, PKK kecamatan juga harus bergerak memberikan pemahaman kepada masyarakat,” tandasnya.

Baca Juga: Buang Sabu ke Sungai, Pria di Babirik Tetap Ditangkap

Baca Juga: Demi Kelancaran Pembangunan Aerocity, Pemkot Banjarbaru Tak Ingin Terhambat Dana

Reporter: Bastian Alkaf
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Jelang Haul Habib Hamid, Babinsa Bantu Warga Bersihkan Kubah Basirih

Kalsel

FOTO: Demonstrasi Warga Kintap di Kegubernuran Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Pasien Sembuh Ungguli Perkembangan Covid-19 di Kalsel, Berikut Laporannya
apahabar.com

Kalsel

Viral, Tiga Bocah Asal Kapuas Bersepeda Menuju Haul ke 14 Abah Guru Sekumpul
apahabar.com

Kalsel

Tekan Sebaran Covid-19, Polsek Barambai Sosialisasi Perbup Batola
apahabar.com

Kalsel

Debat Pilgub Kalsel 2020, Eks Wali Kota Banjarmasin Kalah Cepat
apahabar.com

Kalsel

Kuota Haji Banjar 415 Orang, 334 CJH Sudah Lunasi Setoran
Buaya

Kalsel

Breaking News! Buaya Terkam Wanita di Manunggul Kotabaru
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com