Polisi Dalami Kaburnya Habib Rizieq dari Rumah Sakit Ummi Nekat Menjambret Wanita di Siang Bolong, Pemuda Kotabaru Diringkus Tim Macan Bamega Sadis! Begal Mobil Carteran di Pelaihari Buang Jasad Korban ke Hutan Sawit BREAKING NEWS Legenda Barito Putera Yusuf Luluporo Meninggal Dunia di Usia 47 Tahun Geledah Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, KPK Amankan Uang dan Dokumen

Pakar Tsunami Bantah Isu Patahan Lempeng di Surabaya Membesar

- Apahabar.com Sabtu, 22 Februari 2020 - 20:54 WIB

Pakar Tsunami Bantah Isu Patahan Lempeng di Surabaya Membesar

Peta potensi gempa di Jawa. Foto: Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Pakar tsunami, Widjo Kongko membantah informasi yang tidak terkonfirmasi yang beredar soal patahan lempeng bumi membesar di daerah Surabaya dan sekitarnya, meski daerah itu memang dilewati sesar, namun potensi gempa hanya satu faktor yang mempengaruhi kerusakan.

“Sesar yang melewati Surabaya telah dipetakan dan tercantum dalam buku Gempa PUSGEN (Pusat Studi Gempa Bumi Nasional) 2017 dengan potensi magnitudo 6.5. Pemetaan yang lebih detail diperlukan karena potensi kegempaan hanya salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat kerusakan,” kata peneliti senior Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) itu ketika dihubungi dari Jakarta pada Sabtu (22/2).

Sebelumnya, muncul informasi tidak terkonfirmasi di media sosial dan grup-grup pesan singkat yang mengatakan kota Surabaya terancam gempa yang berbunyi sebagai berikut: “Ini dpt info dr group LPMK AAC. Bu Risma minta utk didoakan agar kota Surabaya tdk hancur krn adanya patahan lempeng yg melewati Sukolilo sampe Cerme Gresik Dan patahan yg garis kedua dari Waru ke Krian, Mojokerto, Jombang, Nganjuk sampe Cepu.”

Menurut Widjo, memang terdapat sesar Surabaya yang menurut penelitian dimulai dari kawasan Keputih hingga Cerme tapi mengenai potensi kehancuran seperti yang disebarkan lewat pesan tersebut, dia mengatakan bahwa perlu pemetaan lebih soal tingkat kerusakan.

Pemetaan yang dimaksud adalah jenis tanah atau batuan dasar. Karena setiap jenis tanah memiliki respons yang berbeda-beda terhadap gelombang seismik gempa.

Hal itu harus dilakukan, kata dia, mengingat potensi risiko yang tinggi di wilayah Surabaya dan sekitarnya bergantung kepada kepadatan penduduk dan aset atau bangunan yang berada di sana.

“Tetapi karena wilayah itu memang telah dipetakan dan adanya sesar, maka tentu ada pergerakan yang terus menerus,” ujar Widjo.

Oleh karena itu dia mendorong kajian yang lebih rinci terkait daerah tersebut dan potensi-potensi yang ada oleh pemerintah daerah bekerja sama dengan berbagai pihak seperti lembaga penelitian, universitas, dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Sementara dikutip dari merdeka.com, Syawaldin Ridha Pengamat Meteorologi dan Geofisika Ahli dari Badan Meteorologi klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Klas II Tretes-Pasuruan menjelaskan, Kota Surabaya memang dilewati sesar atau patahan.

Ada sesar Kendeng segmen Waru sampai Gresik. Dikonfirmasi mengenai adanya potensi akibat patahan tersebut, Syawal mengatakan, jika semua patahan yang ada, diakuinya memiliki potensi timbulnya gempa.

Namun warga Surabaya dan sekitarnya tidak perlu khawatir, mengingat selama ini secara historis, belum pernah ada gempa di Kota Pahlawan ini akibat patahan tersebut.

“Tolong dicatat ya, kalau dibilang potensi itu ada tapi riwayat atau historis untuk gempa (di Surabaya) itu belum ada,” tegasnya, Kamis (20/2).

Sejak berdirinya BMKG Stasiun Geofisika Tretes pada 1979 silam, hingga kini tercatat belum ada riwayat gempa akibat patahan. Untuk itu, pihaknya mengimbau agar masyarakat tidak mudah terpancing adanya isu-isu yang tidak bertanggung jawab.

Jika nantinya terjadi gempa akibat patahan yang ada di Surabaya, pihaknya sudah memperkirakan kekuatan maksimalnya hanya 6,5 skala richter (SR).(Ant/Mdk)

Baca Juga: Polisi Periksa 6 Orang Terkait Insiden Ratusan Siswa Hanyut di Sungai Sempor

Baca Juga: Jokowi Serahkan 2.576 Sertifikat Tanah di Bireuen Aceh

Baca Juga: Ditagih Soal Perjanjian RI-GAM, Jokowi: Beri Saya Waktu

Baca Juga: Jubir Presiden: Evakuasi WNI dari Yokohama Jepang Segera Dilaksanakan

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Bagaimana Nasib Istana di Jakarta Setelah Ibu Kota Pindah ke Kaltim?

Nasional

Imam FPI Kalsel Bantah Imbau Masyarakat Tolak Gerakan People Power
apahabar.com

Nasional

Pesawat Malaysia Mendarat Darurat di Jambi
apahabar.com

Nasional

Food Estate di Kalteng, Giliran Dua Menteri Jokowi Kunjungi Kapuas
apahabar.com

Nasional

Kubah Ditutup Bagi Perempuan, Radius 1 Km Steril dari Kendaraan
apahabar.com

Nasional

Rupiah Kemarin Terlemah Sekarang Terlemah Kedua
apahabar.com

Nasional

Skandal Ukraina, Presiden AS Dimakzulkan oleh DPR
apahabar.com

Nasional

Keluarga Korban Crane Tunggu Santunan Pemerintah Arab Saudi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com