Tagihan Listrik di Kalsel-Teng Membengkak? PLN Ungkap Penyebabnya Jumatan Perdana di Banjar, 4 Masjid Dijaga Ketat TNI-Polri PSBB Berakhir, Duta Mall Segera Buka Bioskop dan Amazon? Jadi Contoh, Jemaah Masjid Miftahul Ihsan Malah Tak Disiplin Keseringan di Lapangan, Dua ASN di Banjarmasin Positif Covid-19




Home Sirah

Minggu, 9 Februari 2020 - 06:15 WIB

Pandangan Imam Syafi’i Soal Ucapan Amin Setelah Al-Fatihah

nazmudin - Apahabar.com

Ilustrasi salat berjamaah. Foto: The Conversation

Ilustrasi salat berjamaah. Foto: The Conversation

apahabar.com, JAKARTA – Rabi’ mengabari kami, di berkata, “Imam Syafi’i mengabari kami, dia berkata, “Malik mengabari kami, dari Abu Zanad, dari A’raj, dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, “Jika seorang dari kalian mengucapkan amin, maka para malaikat di langit juga akan mengucapkan amin, sehingga yang satu dari mereka berdua bersamaan dengan yang lain, niscaya Allah akan mengampuninya atas semua dosanya yang telah lalu.”

Imam Syafi’i berkata,” Jika imam sudah selesai membaca Surah al-Fatihah lalu mengucapkan amin, dengan melantangkan suaranya agar diikuti oleh orang-orang di belakangnya. Kalau imam mengucapkan amin, maka hendaklah mereka mengucapkan amin juga sampai terdengar oleh diri mereka masing-masing. Saya tidak nyatakan mustahab bagi mereka untuk melantangkan suara. Tetapi kalau mereka melantangkan suara, tidak apa-apa.”

Baca juga :  Karomah Syekh Ali Berau Nampak Saat Gantikan Syekh Jamaluddin Jadi Mufti Banjar

Kalau imam tidak mengucapkan amin, maka hendaklah orang yang ada di belakang imam mengucapkan amin sampai terdengar imam agar ia dapat mengingat itu lalu mengucapkan amin. Para makmum tidak boleh meninggalkan ucapan amin karena imam tidak mengucapkan amin. Sebagaimana kalau imam tidak bertakbir dan tidak mengucapkan salam, maka makmum tidak boleh meninggalkan kedua hal itu.

Dalam buku Al-Umm Kitab Induk Fiqih Islam 1 oleh Imam Syafi’i, seperti dikutip apahabar.com dari khazanah.republika.co.id, kalau imam tidak mengucapkan amin, dan makmum juga tidak mengucapkan amin, maka mereka tidak perlu mengulang salat dan juga tidak perlu melakukan sujud sahwi. Saya nyatakan mustahab mengucap amin bagi siapa saja yang shalat, baik laki-laki, perempuan maupun anak kecil, baik secara berjamaah maupun tidak.

Baca juga :  Menikah di Bulan Safar? Dua Pasangan Agung Ini Melakukannya

Ucapan amin tidak perlu diucapkan kecuali hanya setelah bacaan Ummul Quran. Kalau seseorang tidak membaca amin setelah al-Fatihah selesai dibacakan, maka dia tidak perlu mengqadhanya di bagian lain.

Ucapan amin menunjukkan dibolehkan bagi hamba untuk memohon kepada Allah dalam shalat menyangkut urusan dunia dan akhirat. Kalau seseorang mengucapkan amin rabbal alamin atau ucapan lain yang semacam itu yang termasuk zikrullah, maka itu baik adanya. karena tidak ada satu pun bentuk zikrullah yang memutus salat.(Rep)

Baca Juga: Cara Rasulullah Mengokohkan Barisan Umat Saat Hijrah

Baca Juga: Kewajiban Suami untuk Keluarga Terangkum di 3 Hal Ini

Editor: Aprianoor

Share :

Baca Juga

Sirah

Kejadian Ganjil Saat Pemindahan Jenazah Istri dan Anak Datuk Kelampayan
apahabar.com

Sirah

Kenang Tuan Guru Zainal Ilmi, Bupati Banjar Ungkap ‘Kesaktian’ Beliau di Masa Perjuangan
apahabar.com

Sirah

Menikah di Bulan Safar? Dua Pasangan Agung Ini Melakukannya
apahabar.com

Sirah

Syekh Yasin dan Abah Guru Sekumpul Mengetahui Waktu Kewafatan Sendiri
apahabar.com

Sirah

Datu Slam Pembawa Islam di Tanah Bayan
apahabar.com

Religi

Sebelum Dikuasai Wahabi, Makkah Merayakan Maulid Nabi
apahabar.com

Sirah

Melacak Jejak Penanggalan Islam Hijriyah di Tanah Nusantara
apahabar.com

Sirah

Karomah Datu Amin, Tak Terlihat Saat Hendak Dibunuh