ga('send', 'pageview');
Peringatan 100 Hari Guru Zuhdi: Makam Ditutup, Streaming Jadi Andalan Covid-19 di Bappeda Kalsel: Puluhan Positif, Satu Meninggal Dunia Tragedi Ledakan Berantai di Beirut: Puluhan Tewas, Ribuan Luka-Luka, Satu WNI Isu Save Meratus Mencuat, Konsesi PT MCM Masih Ada di HST Nih, Hasil Swab Wali Kota Banjarmasin Usai Bertemu Nadjmi Adhani




Home Gaya

Senin, 3 Februari 2020 - 16:15 WIB

Pasar Tomohon, Pasar di Sulut yang Jual Hewan Liar Seperti di Wuhan

Redaksi - apahabar.com

Pasar Tomohon. Foto-detikcom/Reno Hastukrisnapati Widarto

Pasar Tomohon. Foto-detikcom/Reno Hastukrisnapati Widarto

apahabar.com, JAKARTA – Tak hanya Pasar Seafood Huanan di Wuhan saja yang menjual ragam hewan liar sebagai makanan ekstrem. Di Sulawesi Utara juga ada pasar yang serupa.

Belakangan ini masyarakat tengah diresahkan dengan mewabahnya virus corona. Virus mematikan tersebut diduga berasal dari Pasar Seafood Huanan yang berada di Wuhan, China.

Dikutip apahabar.com dari food.detik.com, Senin (03/02), pasar tersebut menjadi viral karena di dalamnya banyak menjual hewan-hewan liar yang dijadikan makanan ekstrem bagi orang-orang di China. Hewan-hewan liar tersebut ada mulai dari kelelawar, tikus, anjing, ular, monyet dan masih banyak lagi.

Banyak orang yang menduga bahwa hewan liar yang dijual di pasar tersebut menjadi penyebab virus corona mewabah hingga menjangkiti manusia. Namun, Negara Tirai Bambu tersebut bukan satu-satu yang memiliki pasar yang menjual hewan liar.

Di Sulawesi Utara terdapat pasar serupa yang juga menawarkan hewan liar sebagai makanan ekstrem. Pasar tersebut dikenal dengan nama Pasar Tomohon yang terkenal di kota Manado.

Baca juga :  Dukung PJJ, Orang Tua Harus Begini

Di Pasar Tomohon, kamu akan menemukan hewan liar seperti monyet, kelelawar, ular, dan anjing yang dijajakan untuk dijual kepada pelanggan. Meski terkenal, tak sedikit juga yang mengkritik habis-habis pasar tersebut.

Pasalnya cara orang-orang menjual hewan liar tersebut dinilai sebagai kekejaman terhadap binatang. Biasanya para penjual akan mengurung anjing di dalam kandang. Kemudian hewan tersebut dipukul sampai mati dan dijual.

Selanjutnya anjing dan tikus ditusuk bambu dan dibakar untuk menghilangkan bulu halus. Dalam keadaan sudah terpanggang hewan dijajakan di kios khusus di pasar. Hal ini mendapat kritikan dari penyayang binatang.

Kritik juga datang dari seorang turis asal Norwegia bernama Alf Jacob Nilsen. Nilsen mengatakan bahwa dirinya merasa dilecehkan begitu melihat kondisi hewan-hewan yang tak biasa dijual di sana, lapor Daily Mail (29/01).

Baca juga :  Tips Buat Pengendara Motor Agar Bebas dari Corona

“Bukan hanya karena hewan-hewan diperlakukan dengan cara yang paling brutal hingga menderita, tetapi juga karena adanya risiko penyebaran parasit dan penyakit serius,” ujar Nilsen.

Sebelumnya Pasar Tomohon pernah terdaftar sebagai objek wisata utama di sebuah aplikasi travel. Kemudian banyak orang yang mengecam pasar tersebut, sehingga membuat destinasi pasar tersebut dihapus dari aplikasi.

Namun, perdagangan hewan secara ekstrem masih berlanjut hingga sampai saat ini dengan izin dari pemerintah setempat. Mereka telah menolak untuk bertemu dengan para pegiat dari komunitas pecinta hewan.

Selain kekejaman terhadap hewan, para pegiat tersebut juga mengatakan Pasar Tomohon adalah tempat berkembang biaknya penyakit yang berpotensi fatal seperti rabies. Apalagi saat ini ada keresahan masyarakat akan virus corona.(Dtk)

Baca Juga: Jangan Malas Berjemur di Pagi Hari, Manfaatnya Banyak Lho!

Baca Juga: Sosiolog: Fenomena Kerajaan Muncul karena Minim Kesejahteraan Sosial

Editor: Aprianoor

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

Jangan Panik, Ini Tips Turunkan Demam Si Kecil
apahabar.com

Gaya

Ternyata, Sosok Perempuan Cantik di Pelayanan Publik Ini Bukan Manusia!
apahabar.com

Gaya

Manfaat Buah Durian Bagi Kesehatan dan Kecantikan
apahabar.com

Gaya

Pahit Daun Pepaya Mampu Melawan Demam Berdarah
apahabar.com

Gaya

Dokter Reisa: Olahraga di Luar, Jangan Bawa Pulang Penyakit
apahabar.com

Gaya

Sarung Tangan Bisa Picu Penularan Virus Covid-19, Simak Alasannya
apahabar.com

Gaya

Bosan Es Teler, Coba Minuman Menyegarkan yang Satu Ini
Guru Besar FKUI: Belum Ada Pembuktian Covid-19 Menular via Udara

Gaya

Guru Besar FKUI: Belum Ada Pembuktian Covid-19 Menular via Udara
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com