Kebakaran Jalan Manggis, Los Bedakan Diduga Sengaja Dibakar Sopir di Banjarmasin Setop Logistik ke Palangka Raya, Ada Apa? Resmi, Batola Laksanakan PSBB Jilid Kedua Horee, Insentif Tenaga Medis di Banjarmasin Segera Dibayar Kebakaran Jalan Manggis, Korban Tinggal Baju di Badan




Home Kalsel

Jumat, 21 Februari 2020 - 17:54 WIB

Pasca Karhutla, Banyak Bekantan Kehilangan Tempat Tinggal

rifad - Apahabar.com

Dua ekor bekantan yang gagal kembali ke habitat asli, setelah terjebak di Kompleks Perkantoran Kilometer 19. Foto-SBI

Dua ekor bekantan yang gagal kembali ke habitat asli, setelah terjebak di Kompleks Perkantoran Kilometer 19. Foto-SBI

apahabar.com, MARABAHAN – Tak hanya menyebabkan kabut asap, kebakaran hutan dan lahan juga membuat banyak bekantan kehilangan tempat tinggal.

Akibatnya kawanan monyet berhidung panjang tersebut terjebak di area permukiman dan perkebunan warga.

“Sepanjang Februari 2020, kami sudah menerima enam laporan warga yang melihat keberadaan bekantan di pemukiman,” papar Ketua Yayasan Sahabat Bekantan Indonesia (SBI), Amalia Rezeki, Jumat (21/2).

“Laporan terakhir dari warga menyatakan telah melihat sekelompok bekantan di kawasan perkantoran di Jalan Jenderal Ahmad Yani Kilometer 19 Banjarbaru,” sambungnya.

Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti SBI. Mereka lantas menemukan dua ekor bekantan jantan muda yang sedang bertengger di atas kabel telepon.

“Kami sangat miris dengan keadaan tersebut. Wajah mereka pucat pasi dan terlihat stres,” jelas Amalia.

Baca juga :  Dukung Program Al Futuwwah, Ini Yang Disampaikan Bupati HST 

Warga yang melapor, Saiful Bahri, sudah hampir seminggu terakhir melihat keberadaan dua ekor bekantan tersebut.

“Saya juga ikut prihatin dan berharap agar bekantan itu segera dikembalikan ke habitat yang lebih aman,” papar Syaiful.

“Lantas saya menghubungi SBI melalui media sosial mereka. Kejadian ini juga sudah dilaporkan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan Dinas Kehutanan Kalimantan Selatan,” tambahnya.

Diperkirakan bekantan di kawasan perkantoran Kilometer 19 tersebut merupakan korban dari kebakaran hutan dan lahan.

Lantas mereka bermigrasi untuk mencari habitat baru. Namun kawasan yang dituju tidak pernah ditemukan, sehingga maskot fauna Kalsel ini terjebak di perkantoran.

“Bisa saja kawasan tersebut merupakan habitat bekantan, sebelum beralih fungsi seperti sekarang,” tambah Amalia.

Baca juga :  Kabut Asap Masih Meneror, BMKG: Musim Hujan Mundur

“Kami berterimakasih dan mengapresiasi warga melapor. Hal tersebut menunjukan tingkat kepedulian warga terhadap maskot daerah,” tandasnya.

SBI sendiri memiliki Stasiun Riset Bekantan yang berada di Pulau Curiak, Kecamatan Anjir Muara, atau sekitar 15 kilometer dari Banjarmasin.

Tempat tersebut merupakan stasiun riset bekantan pertama di dunia dengan ekosistem lahan basah.

Baca Juga: 8 Kasus Pelecehan Anak di Banjarmasin, Pelaku Didominasi Orang Dekat

Baca Juga: SDN Antasan Besar 7 Terimbas Pembangunan Hotel Pyramid, Dewan Cek Fakta Lapangan

Baca Juga: Pesawat Lebih Besar, Kloter Haji Kalsel Berkurang

Baca Juga: Pemeran Video TikTok Asusila dan Mucikari Jalani Tes Urine

Reporter: Bastian Alkaf
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

MRI Balangan Kirim Bantuan ke Desa Terpencil
apahabar.com

Kalsel

Tahun Depan, Ruas Jalan Nasional Kalsel-Kaltim Mulus 100 Persen
apahabar.com

Kalsel

Waspada Potensi Hujan dan Angin Kencang di Amuntai dan Enam Wilayah Kalsel Lainnya
apahabar.com

Kalsel

BPBD Tapin Family Gathering ke Loksado
apahabar.com

Kalsel

Saat ‘New Normal’, Warga Banjarmasin Bisa Gelar Resepsi Pernikahan
apahabar.com

Kalsel

Walau Terkikis Zaman, Pedagang Pasar Sentral Antasari Tetap Eksis
apahabar.com

Kalsel

Waspada Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang di Kalsel Hari Ini
apahabar.com

Kalsel

Kaji Dasar Hukum Penyelenggaraan Perkim