Kontroversi Pencopotan Sekda Tanah Bumbu, Ombudsman: Jangan Lampaui Kewenangan Live Mola TV! MU vs Chelsea di Liga Inggris, Prediksi Skor, Line up dan Link Streaming Siaran Langsung Pembantai Tetangga di Kelumpang Kotabaru Diancam Penjara Seumur Hidup! ANEH, 3 Proyek Jembatan di Banjarmasin Jalan Terus Walau Tanpa IMB Seruan Tokoh Tanah Bumbu: Pendukung SHM-MAR Jangan Ikut Sebar Hoaks dan Fitnah

Pelaku Ujaran Kebencian di Kalteng Ditangkap

- Apahabar.com Senin, 24 Februari 2020 - 22:44 WIB

Pelaku Ujaran Kebencian di Kalteng Ditangkap

Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Pol Hendra Rochmawan didampingi Dirreskrimsus Kombes Pol Pasma Royce dan Kanit Subdit Siber Kompol Zenpi Azka, saat menyampaikan rilis pelaku ujaran kebencian, Senin (24/2). Foto-Istimewa

apahabar.com, PALANGKA RAYA – Adis Ashter, tersangka ujaran kebencian ditangkap Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polisi Daerah (Polda) Kalimantan Tengah, Jumat (21/2).

Tersangka berusia 26 tahun itu ditangkap di Jalan Gunung Soputan nomor 12 Kelurahan Pemecutan Kelud, Kecamatan Denpasar Barat, Kabupaten Denpasar, Bali, pukul 21.00 Wita.

Penangkapan dipimpin Penyidik Subdit Siber Polda Kalteng Kompol Zepni Aska bekerjasama dengan Subdit Siber Polda Bali dan Subdit Siber Polda Kaltim.

Baca Juga: Jembatan Penghubung Dusun Pararawen dengan Desa Lemo II Memprihatinkan

“Tersangka ditangkap karena menyebarkan ujaran kebencian yang dapat menyebabkan konflik sosial ataupun sara di Kalteng, melalui facebook miliknya, dengan akun Adis Asther,” kata Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Pol Hendra Rochmawan didampingi Dirreskrimsus Kombes Pol Pasma Royce dan Kanit Subdit Siber Kompol Zenpi Azka, Senin (24/2).

Setelah melakukan profiling dan mengidentifikasi pelaku ujaran kebencian melalui akun facebook tersangka, Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Kalteng melakukan pelacakan dan pengejaran selama tiga hari.

Unggahan konten ujaran kebencian dilakukan tersangka di Jember dan Lumajang pada 12 dan 13 Februari 2020 melalui akun facebook Adis Ashter, dengan menggunakan handphone merk Huawei

Tersangka terbawa emosi dengan postingan yang berisi berita pemecatan oknum anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Kotawaringin Timur dan desakan pembubaran perguruan pencak silat PSHT, tempat dirinya menempa ilmu beladiri.

“Pasca viralnya video pengeroyokan kemudian mengunggah konten ujaran kebencian terhadap masyarakat suku tertentu di Kalteng melalui media sosial,”ujarnya.

Tersangka dikenai Pasal 45 ayat (2) Jo Pasal 28 ayat (2) UU RI No 19 tahun 2016 perubahan atas UU RI No 11 tahun 2008e tentang informasi dan transaksi elektronik (ITE) dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara dan denda Rp 1 miliiar.

Tersangka dikenai Pasal 45 ayat (2) Jo pasal 28 ayat (2) UU RI No. 19 tahun 2016 perubahan atas UU RI No. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Hendra mengimbau seluruh masyarakat Kalimantan, khususnya masyarakat adat dan PSHT di Kalimantan Tengah agar tidak terprovokasi oleh ulah oknum yang melakukan ujaran kebencian.

Baca Juga: DPD Hanura Kalteng Akan Pilih Ketua Baru, Heriadi Calon Kuat

Reporter: Ahc23
Editor: Syarif

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalteng

Jelang Lebaran, Perbatasan Kalteng-Kalsel Diperketat
apahabar.com

Kalteng

3 Pasien Covid-19 di Barut Sembuh, Gugus Tugas: Waspada OTG
apahabar.com

Kalteng

Mentan Syahrul Pinta Lokasi Pengembangan Food Estate Kalteng Dipersiapkan Secara Matang
apahabar.com

Kalteng

Bayi Tewas Dalam Kantong Plastik di Teweh Selatan Ternyata Dibunuh Ibunya Sendiri
apahabar.com

Kalteng

Kapolres Kobar Pimpin Giat Patroli Malam Karhutla
apahabar.com

Kalteng

Isolasi ODP-PDP, Ratusan Ruangan Disiapkan di Palangka Raya
apahabar.com

Kalteng

Pasien Positif Covid-19 di Barut Bertambah 7 Orang
apahabar.com

Kalteng

Eksploitasi Berlebihan Akar Bajakah Disorot, Warga Tak Bisa Kirim ke Luar Kalteng
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com