Jadwal Timnas U16 Indonesia vs UEA Malam Ini, Live NET TV & Live Streaming Mola TV, Prediksi Skor! Kontroversi Pencopotan Sekda Tanah Bumbu, Ombudsman: Jangan Lampaui Kewenangan Live Mola TV! MU vs Chelsea di Liga Inggris, Prediksi Skor, Line up dan Link Streaming Siaran Langsung Pembantai Tetangga di Kelumpang Kotabaru Diancam Penjara Seumur Hidup! ANEH, 3 Proyek Jembatan di Banjarmasin Jalan Terus Walau Tanpa IMB

Pemerintah Segera Rilis Daftar Positif Investasi

- Apahabar.com Selasa, 18 Februari 2020 - 06:00 WIB

Pemerintah Segera Rilis Daftar Positif Investasi

Ilustrasi investasi. Foto-Net

apahabar.com, JAKARTA – Pemerintah segera merilis daftar positif investasi. Peraturan Presiden (Perpres) mengenai daftar tersebut rencananya diterbitkan Maret 2020 mendatang.

Perlu diketahui, Perpres itu merupakan revisi dari Peraturan Presiden Nomor 44 Tahun 2016, yang berisi 20 sektor Daftar Negatif Investasi (DNI). Sementara Perpres yang nantinya diterbitkan, hanya memuat enam sektor.

“Yang dulu ada 20 sektor usaha nggak dibuka (untuk investasi asing), sekarang 14 dibuka. Tinggal enam yang nggak dibuka,” ujar Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia di Jakarta, Senin, (17/2).

Ia menegaskan, DNI tidak diputuskan dalam Omnibus Law, melainkan lewat Perpres. Maka DNI baru akan diberlakukan bila Perpresnya sudah ditandatangani. Bahlil melanjutkan, hingga saat ini enam sektor yang masuk dalam DNI masih dibahas di tataran pemerintah. Beberapa sektor itu, kata dia, meliputi bisnis judi, nuklir, serta sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

“Investor nggak boleh masuk sama sekali ke UMKM, ini tetap kita lindungi. Banyak pertanyaan kalau di start up itu 10 miliar dollar AS ke bawah boleh asing masuk? Tapi untuk apa Investor masuk ke situ, seharusnya ambil yang gede-gede, yang 10 miliar dolar AS ke atas,” tutur Bahlil.

Dia menambahkan, UMKM merupakan sektor penopang ekonomi bangsa, maka asing tidak bisa mengakuisisi atau menjadi pemiliknya. “Tapi kita buka ke asing dengan pola kemitraan,” ujarnya.

Sementara untuk 14 sektor lain yang akan dibuka untuk asing Bahlil mengatakan pemerintah bakal membuat ketentuan kepemilikan saham yang berbeda-beda untuk masing-masing sketor. “Selebihnya itu dibuka dengan kepemilikan saham asing proporsional, ada yang 49 persen, ada yang 63 persen, tergantung jenis usahanya,” sebutnya.

Dirinya mencontohkan salah satu sektor yang akan dibuka untuk investor asing yakni bisnis tower. Hanya saja kini belum bisa dipastikan, berapa persen saham yang akan dibuka.(rep)

Baca Juga: 2020, Kalsel Targetkan Realisasi Investasi Belasan Triliun

Baca Juga: Pemkot Banjarmasin Tarik Pajak Warung Kopi Modern

Baca Juga: Wabah Corona Dijamin Tak Ganggu Investasi di Kalsel

Baca Juga: Besok, Gelaran Pasar Murah Sambut Haul Guru Sekumpul

Editor: Syarif

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Cadangannya 1,8 Miliar Ton, Tambang Freeport Bisa Produksi hingga 2051
apahabar.com

Ekbis

Optimisme Pengembangan Vaksin Covid-19, Dorong IHSG Menguat
apahabar.com

Ekbis

Deputi BI Berharap Darul Hijrah Jadi Pondok Mentor di Kalimantan
apahabar.com

Ekbis

Kecemasan Terhadap Pandemi Mereda, Rupiah Ditutup Menguat
apahabar.com

Ekbis

Harga Ayam Potong Mahal Masuk Bulan Maulid, Warga Khawatir di Momen Natal dan Tahun Baru
apahabar.com

Ekbis

Rupiah Selasa Pagi Melemah ke Rp13.671/USD
apahabar.com

Ekbis

Kementerian ESDM Ubah Lagi Formula Harga BBM Solar
apahabar.com

Ekbis

Dorong Pengembangan Produk Halal
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com