Debat Ke-2 Pilbup Tanbu: “Wakil Komitmen” HM Rusli Bikin Bingung Alpiya, Mila Karmila Speechless PN Martapura Putuskan Camat Aluh-Aluh Melanggar Netralitas ASN Kembali, Duta Zona Selatan Batola Memenangi Atak Diang Kawal Pilkada Serentak, Polda Kalsel Komitmen Tegakkan Netralitas Tapin Berpotensi Tinggi di Sektor Energi Terbarukan, Pertanian, dan Parawisata

Pemulangan 660 WNI Eks ISIS ke Indonesia, Jokowi: Masih Diperhitungkan Plus Minusnya

- Apahabar.com Rabu, 5 Februari 2020 - 21:08 WIB

Pemulangan 660 WNI Eks ISIS ke Indonesia, Jokowi: Masih Diperhitungkan Plus Minusnya

Ilustrasi Anggota ISIS. Foto-AFP

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) sampai saat ini menyatakan masih memperhitungkan plus minus terkait wacana pemulangan WNI mantan ISIS dari Timur Tengah.

“Sampai saat ini masih dalam proses pembahasan dan sebentar lagi kita akan putuskan kalau sudah dirataskan. Semuanya masih dalam proses. Plus dan minusnya,” kata Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta seperti dikutip apahabar.com dari CNN Indonesia.com, Rabu (05/02).

Menurut Jokowi, semua yang terkait hal itu harus melalui perhitungan atau kalkulasi yang detail.

“Ya kalau bertanya kepada saya, ini belum ratas ya, kalau bertanya kepada saya, saya akan bilang tidak (bisa). Tapi masih dirataskan,” ujar Jokowi

Jokowi menuturkan, rencana memulangkan ratusan WNI eks ISIS itu harus diperhitungkan dengan detail. Oleh karena itu, perlu masukan dari sejumlah kementerian/lembaga saat proses ratas.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD sebelumnya mengatakan pemerintah belum pasti memulangkan 660 orang warga negara Indonesia (WNI) mantan anggota Islamic State of Iraq and Suriah (ISIS).

Mahfud mengatakan saat ini pemerintah menugaskan tim khusus yang dipimpin Kepala BNPT Suhardi Alius untuk mengkaji dua opsi kebijakan. Nantinya dua opsi tersebut bakal dibahas bersama Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

“Nah sesudah dengan Wakil Presiden dapat masukan, nanti terakhir akan dibawa kepada Presiden untuk didiskusikan secara lebih mendalam dan diambil keputusan apakah akan dipulangkan atau tidak. Itu nanti kira-kira bulan Mei atau Juni sudah akan diputuskan,” kata Mahfud di Kantor Menko Polhukam, Jakarta, Selasa (04/02).

Mahfud mengatakan opsi pertama adalah memulangkan 660 orang itu karena alasan warga negara. Sementara opsi kedua adalah tidak memulangkan mereka karena dinilai telah melanggar hukum terkait terorisme.(Cnn)

Baca Juga: Jokowi Resmi Lantik Yudian Wahyudi sebagai Kepala BPIP

Baca Juga: Jokowi: Monumen di Bengkulu Tanda Hormat atas Perjuangan Fatmawati

Baca Juga: Jokowi Sambangi Rumah Pahlawan Nasional Fatmawati Soekarno

Baca Juga: Tak Pernah ke China, Seorang WNI di Singapura Terjangkit Virus Corona

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

PWI: Kalsel Penyelamat Hari Pers Nasional 2020
apahabar.com

Nasional

Pemerintah Diminta Segera Tentukan Pusat Ibu Kota Negara
apahabar.com

Nasional

Survei LSI: 76,3 Persen Publik Dukung Presiden Terbitkan Perpu KPK
apahabar.com

Nasional

Aksi Heroik Polwan Cantik Selain Aiptu Leni Mariani di Banjarmasin, Eh Malah Dapat Komentar Begini
apahabar.com

Nasional

Ratu Elizabeth Batalkan Rencana Perayaan Ulang Tahun
apahabar.com

Nasional

Menkes: 2 WNI Positif Virus Corona Diisolasi di RS Sulianti Saroso
apahabar.com

Nasional

Salah Identifikasi Jasad, Pasien Covid-19 Ternyata Masih Hidup
apahabar.com

Nasional

Terungkap! Ini Asal Usul Presiden Joko Widodo Dipanggil ‘Jokowi’
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com