Risiko Terburuk Wabah Covid-19, Kabupaten Banjar Siap Lockdown Disuruh di Rumah, Remaja di Banjarmasin Timur Malah Pesta Miras Tembus Seribu ODP, Kalsel Siapkan Karantina Khusus Dinyatakan Sehat, Balita PDP Covid-19 di Banjarmasin Dipulangkan Klaster Bogor, Pasien ke-6 Positif Covid-19 di Kalteng




Home Ekbis

Senin, 17 Februari 2020 - 06:30 WIB

Pertama di Indonesia, Halal Center Ada di…

rzky p - Apahabar.com

Ilustrasi. Foto-apahabar.com/net

Ilustrasi. Foto-apahabar.com/net

apahabar.com, PURBALINGGA – Kabupaten Purbalingga bakal menjadi yang pertama di Indonesia memiliki lembaga Halal Center. Hal ini menyusul rencana Pemkab untuk membentuk lembaga halal center.

”Keberadaan Halal Center akan pionir di jajaran pemerintahan daerah di Indonesia. Rencana ini merupakan niat baik dari Pemkab Purbalingga dan Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi. Tujuannya agar produk UMKM Purbalingga bisa lebih bersaing dengan produk UMKM daerah lain,” ucap Direktur BPRS Buana Mitra Perwira, Sri Apriliawati Maftukhah, dalam Sosialisasi Jaminan Produk Halal bagi para pelaku UMKM.

Dia menyebutkan, keberadaan lembaga Halal Center ini nantinya memiliki berbagai fungsi. Antara lain, menfasilitasi pengurusan label halal bagi produk tertentu yang dihasilkan UMKM Purbalingga, dan juga menjadi pusat edukasi produk halal dari kalangan UMKM Purbalingga.

Baca juga :  Terkait Label Halal, DPRD Kota Banjarmasin Siap Lakukan Koordinasi

Dia berharap, keberadaan halal center ini bisa memicu kalangan pelaku UMKM untuk memproduksi produk halal. Meski pun produk yang dihasilkan belum memiliki sertifikasi halal.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemkab Purbalingga, Agus Winarno, dalam kesempatan itu menekankan tentang pentingnya produk halal. Menurutnya, tuntutan mengenai produk halal sedang mengalami tren sejak sepuluh tahun terakhir.

Baca juga :  April, Volume Kontainer di Trisakti Banjarmasin Naik Tipis

”Bukan hanya di negara-negara muslim, melainkan juga di negara non muslim,” jelasnya.

Menurut dia, kalangan UMKM di Purbalingga juga harus berorientasi pada masalah halal dalam produknya. ”Dengan memperhatikan masalah halal, secara tidak langsung produk yang dihasilkan juga menjadi lebih berkualitas. Hal ini mengingat suatu produk disebut halal, bukan hanya karena masalah kandungan produknya saja. Melainkan juga masalah proses produksi,” jelasnya. (rep)

Baca Juga: Resmi Diubah, Ma’ruf Amin Ingatkan KNEKS Perkuat Industri Halal

Baca Juga: Ririen Serahkan Sertifikat Halal di Acara Launching Rumah Produksi Limau Kuit

Editor: Syarif

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Impor Kaltim Capai 2,16 Miliar Dolar AS
apahabar.com

Ekbis

Ekonomi Indonesia Tumbuh Stabil, Jokowi: Berkat Doa Ulama
apahabar.com

Ekbis

Erick Thohir Targetkan Laba BUMN Rp 300 Triliun Pada 2024
apahabar.com

Ekbis

Tiket AirAsia Hilang di Agen Online, Intervensi Kompetitor?
apahabar.com

Ekbis

Wakil Walikota Darmawan Jaya Ingin Lahirkan Interpreuner Muda di Banjarbaru
apahabar.com

Ekbis

Pemprov Kaltara Dorong Eksplorasi Potensi Perikanan dan Kelautan
apahabar.com

Ekbis

BUMN Dituntut Cepat Beradaptasi dengan Perkembangan Zaman
apahabar.com

Ekbis

Kuartal 4-2019, Telkomsel Fokus Infrastruktur Teknologi Broadband Terdepan