Tim Macan Kalsel Gerebek Wanita Buronan Kasus Penggelapan Kapal Indef: Setahun Jokowi-Ma’ruf Amin ULN Melonjak, Setiap Penduduk Warisi Utang Rp 20,5 juta Demo di Pelaihari Berbuntut Laporan Polisi, Sekda Tala Minta Maaf Harga Tiket Bioskop XXI Duta Mall Banjarmasin Turun, Simak Daftar Lengkapnya Kedai Terapung, Unggulan Wisata Baru di Barito Kuala

Polisi Periksa 6 Orang Terkait Insiden Ratusan Siswa Hanyut di Sungai Sempor

- Apahabar.com Sabtu, 22 Februari 2020 - 19:50 WIB

Polisi Periksa 6 Orang Terkait Insiden Ratusan Siswa Hanyut di Sungai Sempor

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Bagus Puruhito didampingi Kapolda DIY Irjen Pol Asep Suhendar meninjau lokasi insiden hanyut ratusan siswa-siswi SMPN 1 Turi di Sungai Sempor, Turi, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Sabtu (22/02). Foto-Antara/Luqman Hakim

apahabar.com, SLEMAN – Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY) memeriksa enam orang yang dianggap terlibat dalam kegiatan susur sungai siswa-siswi SMPN 1 Turi di Sungai Sempor, Turi, Sleman pada Jumat (21/2).

“Kita sudah melakukan pemeriksaan ya meskipun di lapangan juga masih melakukan operasi pencarian yang belum ketemu,” kata Kepala Bidang Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto di SMPN 1 Turi, Sleman, Sabtun (22/2).

Menurut Yuliyanti, sudah ada enam orang yang diperiksa terkait insiden itu. Mereka terdiri atas unsur kwartir daerah berkaitan dengan standar operasional prosedur (SOP) kegiatan pramuka dengan risiko tinggi serta para pembina pramuka yang ikut serta dalam kegiatan susur sungai.

“Sementara yang diperiksa ada enam orang. Hasil pemeriksaan belum bisa saya sampaikan,” ujarnya.

Yuliyanto mengatakan bahwa proses pemeriksaan akan dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Pihaknya juga belum bisa menentukan siapa yang bertanggung jawab dalam peristiwa itu.

“Tidak buru-buru karena mereka yang diperiksa jelas statusnya, yakni guru di sekolah itu dan keberadaannya. Semuanya memungkinkan jadi tersangkanya. Ini masih pemeriksaan, jadi bukan hanya dari pembina, muridnya juga akan diperiksa tapi sementara murid masih trauma,” jelasnya.

Data Pusdalops BPBD DIY hingga Sabtu (22/2), pukul 11.45 WIB, mencatat total murid yang melakukan aktivitas ini berjumlah 249 murid dengan rincian kelas 7 sejumlah 124 murid dan dan kelas 8 sejumlah 125. Posko mencatat 216 murid selamat sedangkan 23 murid luka-luka.

Sementara itu, perkembangan terkini murid yang menjadi korban meninggal berjumlah delapan murid dan dua lainnya belum terkonfirmasi.

Insiden ini bermula ketika sejumlah murid yang tergabung dalam kegiatan pramuka melakukan penyusuran Sungai Sempor.

Insiden tersebut terjadi diperkirakan karena arus deras dan volume air sungai yang meluap secara tiba-tiba dari hulu sungai. Arus deras dan volume air ini akhirnya menghanyutkan peserta susur sungai hingga mengakibatkan jatuhnya korban meninggal dan luka-luka.(Ant)

Baca Juga: Jokowi Serahkan 2.576 Sertifikat Tanah di Bireuen Aceh

Baca Juga: Ditagih Soal Perjanjian RI-GAM, Jokowi: Beri Saya Waktu

Baca Juga: Jubir Presiden: Evakuasi WNI dari Yokohama Jepang Segera Dilaksanakan

Baca Juga: Ahli Jelaskan Alasan Obat Malaria Bisa Digunakan untuk Covid-19

Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Bawa Ganja Cair, Warga Negara AS Diamankan di Kalbar
apahabar.com

Nasional

Daendels, Jenderal Hindia Belanda Mendadak Trending di Twitter Gegara Omnibus Law
apahabar.com

Nasional

Kasad Jadi Wakil Ketua Komite Covid-19, Simak Apa Kata Mahfud
apahabar.com

Nasional

Jokowi Minta ke Raja Salman Tambahan Kuota Haji Jadi 250.000 Jemaah
apahabar.com

Nasional

Jasad Ustaz Arifin Ilham Mengeluarkan Aroma Harum
apahabar.com

Ekbis

Ekspor Udang Jawa Timur Melesat Saat Pandemi Covid-19, Tiga Negara Raksasa Penyerap Setia
apahabar.com

Nasional

Ada Pakaian Adat China di Uang Baru Rp 75.000, Simak Faktanya
apahabar.com

Nasional

Survei FSGI: Masih Banyak Guru Tidak Kenal Aplikasi Bantuan Kuota Belajar dari Kemendikbud
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com