Kasus Pembunuhan Istri Muda Pembakal di HST Inkrah, Jaksa Eksekusi Terpidana ke Martapura Muatan Politis dalam Pencopotan Sekda Tanah Bumbu Kantongi 3 Barang Bukti, Bawaslu Dalami Dugaan Pelanggaran BirinMU BW, Eks Pimpinan KPK Buka-bukaan Alasan Turun Gunung Bantu H2D Gandeng BW, Tim H2D Laporkan Dugaan Pelanggaran Petahana Kalsel ke Bawaslu

PSHT Kotim Dibekukan Sementara

- Apahabar.com Sabtu, 29 Februari 2020 - 11:46 WIB

PSHT Kotim Dibekukan Sementara

Foto- Ketua Umum DAD Kotawaringin Timur M. Taufiq Mukri memimpin rapat yang dihadiri FKPD terkait kasus pengeroyokan di Sampit, Jumat (28/2). Foto-antara

apahabar.com, SAMPIT – Buntut pengeroyokan yang dilakukan oknum delapan ‘pendekarnya’ di Sampit, Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Kotawaringin Timur (Kotim) dibekukan.

“Pembekuan sementara kegiatan PSHT atas dasar pertimbangan keamanan dan ketertiban masyarakat. Itu boleh saya lakukan. Ini namanya diskresi kepolisian. Ini untuk menjaga keamanan dan ketertiban,” ujar Kapolres AKBP Mohmmad Rommel usai menghadari rapat bersama Dewan Adat Dayak Kotim, seperti dikutip apahabar.com dari Antara, Sabtu (29/2).

Keputusan itu, menurutnya sudah berkoordinasi dengan pengurus PSHT Kotim agar menghentikan sementara aktivitas mereka.

Dan hal itu, kata Romel, juga sudah disetujui pengurus PSHT. Sehingga saat ini aktivitas perguruan pencak silat itu dihentikan hingga batas yang tidak ditentukan.

Dalam laporan Antara menyebutkan, sebanyak delapan anggota PSHT yang menjadi tersangka pengeroyokan warga di Sampit, Kabupaten Kotim, Kalimantan Tengah akan dibawa ke sidang adat Dayak.

Meski demikian, mereka tetap diproses secara hukum positif yang dijalankan kepolisian.

Sidang adat sendiri akan dilaksanakan pada 20 Maret 2020.

Rommel mengatakan saat ini proses hukum terhadap delapan tersangka pengeroyokan tersebut sedang berjalan.

Rommel memastikan semua ditangani secara profesional dan sesuai aturan hukum.

Rommel mengajak semua pihak mengutamakan kebersamaan dan kondusivitas daerah.

Terkait dengan rencana sidang adat, dia mempersilakan DAD melaksanakan sesuai kewenangannya selama tetap pada koridor hukum.

Sementara itu Dandim 1015/Sampit Letkol CZI Akhmad Safari mengajak masyarakat menyikapi masalah itu dengan pikiran jernih.

Keamanan dan ketertiban masyarakat Kotawaringin Timur, katanya, harus tetap dijaga.

“Jangan sampai masalah ini dimanfaatkan oleh pihak tertentu yang memancing di air keruh. Kita jangan melakukan hal-hal negatif yang justru merugikan kita sendiri,” katanya.(ant)

Baca Juga: Polisi Tahan 8 ‘Pendekar’, Pengeroyok Remaja di Kotim

Baca Juga: Maret, 8 ‘Pendekar’ Pengeroyokan di Kotim Jalani Sidang Adat

Editor : Ahmad Zainal Muttaqin

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalteng

Stok Beras di Kapuas Hingga Akhir 2020 Dipastikan Aman
apahabar.com

Kalteng

Digerebek, Oknum RT di Kalteng Asyik Ngelonin Janda
apahabar.com

Kalteng

Januari-Juli 2019 Seluas 156,58 Hektar Lahan di Kalteng Terbakar
apahabar.com

Kalteng

2 Dokter di Kalteng PDP Covid-19
apahabar.com

Kalteng

Gedung BPSDM Kalteng Tidak Lagi Rawat Pasien Covid-19
apahabar.com

Kalteng

Komisi I DPRD Kapuas Kalteng Akan Perjuangkan Kembali Kantor KPU
apahabar.com

Kalteng

Bupati Barito Utara Buka TMMD Imbangan ke-106 di Desa Mukut
apahabar.com

Kalteng

Resmi, Demokrat Usung Halikinnor-Irawati di Pilkada Kotawaringin Timur
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com