apahabar.com
ilustrasi Foto- net

apahabar.com, BANJARMASIN – Makkah dan Madinah pernah mengalami paceklik pada masa Rasulullah SAW.  Orang-orang pun mengadu kepada beliau untuk meminta kebaikan pada Allah SWT.

Sebagaimana diceritakan Direktur Aswaja Center Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH Ma’ruf Khozin, seorang sahabat Rasulullah SAW bernama Anas bin Malik RA berkata: “Di masa Nabi SAW terjadi musim paceklik. Ketika Nabi SAW berkhutbah maka berdiri seorang Arab pedalaman, dia berkata: “Wahai Rasulullah, harta telah hancur dan keluarga kelaparan. Doakan kepada Allah untuk kami.”

Nabi pun mengangkat kedua tangan. Kami tidak melihat adanya awan di langit. Demi Allah yang jiwaku ada dalam kuasa-Nya, Nabi belum menurunkan tangannya hingga awan menyebar seperti gunung-gunung. Nabi belum turun dari mimbar hingga aku melihat hujan telah menetes di jenggot Nabi SAW.

Di hari itu kami mendapat hujan, esok dan lusa hingga Jumat berikutnya.

Orang tadi -atau yang lain- berdiri dan berkata, “Wahai Rasulullah. Bangunan telah hancur dan harta tenggelam. Doakan kepada Allah untuk kami.”

Nabi mengangkat kedua tangannya dan berdoa, “Ya Allah, turunkan hujan di sekeliling kami dan jangan jadikan petaka bagi kami.”

Tidaklah Nabi mengisyaratkan dengan tangannya ke arah awan kecuali awan tersebut terlepas dari awan yang lain (HR Bukhari).

Dalam riwayat lain kitab Sahih Bukhari ada tambahan, “Allah memperlihatkan kepada mereka karamah (yang dimaksud disini adalah mukjizat) Nabi SAW dan terkabulnya doa Nabi.”

Baca Juga: Mimpi Rasulullah, Ahli Maksiat Ini Bertobat

Baca Juga: Hikmah Menyampaikan Nasihat dengan Baik

Sumber: Republika
Editor: Muhammad Bulkini