Refleksi Setahun Jokowi-Ma’ruf, BEM Kalsel Ancam Demo Tiap Pekan NASA Tunjuk Nokia untuk Bangun Jaringan Seluler di Bulan, 2024 Kirim Manusia Bermukim di Sana Demo Setahun Jokowi-Ma’ruf, Pelajar di Banjarmasin Kepergok Bawa Miras Jadwal Liga Champions Liverpool Vs Ajax, Klopp Pastikan Van Dijk Bakal Lebih Tangguh Setahun Jokowi-Ma’ruf, Map Merah Penuhi Jalanan Banjarmasin

Ratusan Rumah di Gambut Tergenang, Warga Keluhkan Sungai

- Apahabar.com Selasa, 18 Februari 2020 - 20:10 WIB

Ratusan Rumah di Gambut Tergenang, Warga Keluhkan Sungai

Hujan deras memicu genangan air hingga masuk ke rumah ratusan warga di Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar. Foto-apahabar.com/Riyad Dafhi

apahabar.com, BANJARMASIN – Tingginya curah hujan di Kalimantan Selatan beberapa hari ini memicu munculnya genangan. Hal itu terasa di Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar.

Saking tingginya, air menggenang hingga masuk dalam rumah. Itu imbas hujan deras turun Senin (17/2). Dampaknya dirasakan warga Gambut, Selasa (18/2).

Pantauan apahabar.com, ratusan rumah yang terendam air berada di Jalan A Yani KM 15, tepatnya Gang Kasturi, Gang Mulya, Gang Antasari, dan Gang Papadaan. Begitu juga dengan Jalan Pematang/Jalan Pemajatan, Jalan Irigasi/Malintang Baru dan Desa Kayu Bawang kena imbas hujan deras.

Salah satu warga Jalan Pemajatan, Mulyadi mengatakan debit air mulai meningkat ketika hujan deras mengguyur Gambut sekitar pukul 20.00 malam tadi. “Hingga kini genangan air masih belum turun,” ucapnya.

Baca Juga: Ratusan Jiwa Terdampak Banjir di Cempaka Banjarbaru

Baca Juga: Hujan Lebat, Posko Wartawan di Kotabaru Kebanjiran

Meskipun air pasang memang kerap datang di musim penghujan di kawasan tersebut. Namun Mulyadi menilai ketinggian air di tahun ini lebih parah dari masa sebelumnya.

“Tahun ini paling parah, biasanya hanya sampai teras, tapi sekarang sudah masuk sampai rumah,” katanya.

Menurut Mulyadi, penyebab banjir tahun ini lebih parah lantaran berdirinya warung serta jembatan di atas sungai. Sehingga membuat aliran sungai di sekitar kawasan tersebut semakin mengecil atau sempit dan dangkal. “Karena itu air menjadi lambat turun dan menyebabkan genangan air,” ujarnya.

Seharusnya, kata dia, pemerintah setempat harus lebih tegas dalam menindak hal tersebut agar sungai bisa dinormalisasi atau diperluas. Tentunya genangan air tidak merambat ke dalam rumah.

Selain itu, kebiasaan masyarakat yang membuang sampah di sungai juga disinyalir menjadi penyebab meningkatnya ketinggian air. “Soalnya di sini tempat pembuangan sangat jauh, hanya ada di A Yani KM 17. Jadi masyarakat malas dan memilih membuang ke sungai,” timpalnya

Hal serupa juga disampaikan Normiati, salah satu warga di Jalan A Yani KM 15, Gang Kasturi, Gambut. Menurutnya penyebab banjir dikarenakan aliran sungai yang semakin mengecil dan banyaknya sampah yang menyumbat.

“Jadi kalau hujan deras maka akan banjir, tahun ini paling parah sampai masuk rumah,” ungkapnya.

Mulyadi dan Normiati yang mewakili segelintir warga berharap kepada pemerintah supaya memperhatikan dan lebih tegas kepada pemilik bangunan yang menutup aliran sungai, agar banjir tidak datang lagi apalagi semakin parah setiap tahunnya.

Baca Juga: Prihatin Bencana Banjir, Bank Kalsel Sumbang Rp 10 Juta di HSU

Baca Juga: Angin Segar Pasca Banjir di HSU, BPBD: Kerugian Infrastruktur Bisa Diklaim

Reporter: Riyad Dafhi R
Editor: Syarif

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Minggu Kedua 2020, Ada Mutasi Jabatan di Pemkab HST
apahabar.com

Kalsel

Demi Pilwali Banjarmasin, Kadis PUPR Siap Pensiun Dini!
apahabar.com

Kalsel

Berantas DBD, Usaha Dinkes HSS Belum Maksimal
apahabar.com

Kalsel

Tingkatkan Mutu Karet, Begini yang Dilakukan Petani Tabalong
apahabar.com

Kalsel

Malam Tahun Baru di Hotel Mercure Banjarmasin, Pengunjung Dikawal Orang Berpakaian Loreng Lengkap Bersenjata
apahabar.com

Kalsel

‘Mati Suri’, Pemkab Banjar Siap Hidupkan Kembali Akbid Martapura
apahabar.com

Kalsel

SMA Terdampak Banjir di Kalsel Diimbau Numpang Belajar di Sekolah Terdekat
apahabar.com

Kalsel

TPA Basirih Libatkan 200 Pemulung Mengais Sampah Plastik
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com