Sasar Mahasiswi Tanah Bumbu, Gembong Jambret Banjarmasin Bertekuk Lutut Banjarmasin Timur Tegang, Remaja Bersajam Kejar-kejaran di Kafe Arwana 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian Sungai Hantakan Meluap, 12 Pondok di Pulau Mas HST Larut Terbawa Arus Libur Panjang di Marabahan, Kelotok Susur Sungai Barito Dibikin Kewalahan

Resmi, Bukit Asam Kelola Tambang Tersangka Jiwasraya

- Apahabar.com Jumat, 28 Februari 2020 - 12:16 WIB

Resmi, Bukit Asam Kelola Tambang Tersangka Jiwasraya

Menteri BUMN Erick Thohir menunjuk PT Bukit Asam terkait pengelolaan tambang batu bara milik salah satu tersangka kasus Jiwasraya yakni Heru Hidayat yang disita oleh Kejaksaan Agung (Kejagung). Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Menteri BUMN Erick Thohir menunjuk PT Bukit Asam terkait pengelolaan tambang batu bara milik salah satu tersangka kasus Jiwasraya yakni Heru Hidayat yang disita oleh Kejaksaan Agung (Kejagung).

“Itu merupakan salah satu aset yang menurut Kejagung hasil dari Jiwasraya. Jadi kami mulai masuk ke perusahaan tambang ini dan menunjuk PT Bukit Asam untuk mengelolanya,” ujar Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga di Jakarta, Jumat (28/2) dilansir Antara.

Arya mengatakan bahwa kalau nanti memang terbukti, secepatnya Kementerian BUMN akan mulai mengambil alih asetnya.

“Pengelolaan sudah mulai kita ambil alih, artinya hasil-hasilnya sudah langsung dimiliki PT Bukit Asam nantinya,” katanya.

Sebelumnya Kejagung telah menyerahkan PT Gunung Bara Utama, tambang batu bara yang dimiliki oleh Heru Hidayat di kawasan Kutai, Kalimantan Timur kepada Kementerian BUMN untuk dikelola.

Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) Heru Hidayat ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi perseroan terbatas itu.

Kejaksaan Agung sebelumnya telah menetapkan status tersangka terhadap enam orang dalam penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin telah mengeluarkan surat perintah penyidikan kasus Jiwasraya dengan Nomor: PRINT – 33/F.2/Fd.2/12/ 2019 tertanggal 17 Desember 2019.

PT Asuransi Jiwasraya (Persero) telah banyak melakukan investasi pada aset-aset dengan risiko tinggi untuk mengejar keuntungan tinggi, di antaranya penempatan saham sebanyak 22,4 persen senilai Rp5,7 triliun dari aset finansial.

Dari jumlah tersebut, 5 persen dana ditempatkan pada saham perusahaan dengan kinerja baik, sisanya 95 persen dana ditempatkan di saham yang berkinerja buruk.

Selain itu, penempatan reksa dana sebanyak 59,1 persen senilai Rp14,9 triliun dari aset finansial. Dari jumlah tersebut, 2 persennya dikelola oleh manajer investasi dengan kinerja baik. Sementara 98 persen dikelola oleh manajer investasi dengan kinerja buruk.

Akibatnya, PT Asuransi Jiwasraya hingga Agustus 2019 menanggung potensi kerugian negara sebesar Rp13,7 triliun. (ANT)

Baca Juga: Imbas Kasus Jiwasraya, Kinerja OJK Disorot

Editor: Fariz Fadhillah

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Update Covid-19 di Indonesia: 7.308 Sembuh, 26.473 Positif
apahabar.com

Nasional

7 Penyakit yang Bisa ‘Diredam’ dengan Ganja
apahabar.com

Nasional

KPK: Pencegahan Korupsi Sulit Berhasil Jika Tidak Didukung Elemen Lain
apahabar.com

Nasional

Pesan Terakhir Mbah Moen Jelang Gus Yasin ke Makkah
apahabar.com

Nasional

Jokowi: Tak Ada Toleransi untuk Perusuh Negara
apahabar.com

Nasional

Sudah 20 Napi Ditangkap, 93 Masih Boron      
apahabar.com

Nasional

Jokowi Beri Arahan Pengendalian Karhutla 2019 di Istana Negara
apahabar.com

Nasional

Viral, Ucapan Andre Taulany yang Dinilai Hina Nabi Muhammad
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com