Risiko Terburuk Wabah Covid-19, Kabupaten Banjar Siap Lockdown Disuruh di Rumah, Remaja di Banjarmasin Timur Malah Pesta Miras Tembus Seribu ODP, Kalsel Siapkan Karantina Khusus Dinyatakan Sehat, Balita PDP Covid-19 di Banjarmasin Dipulangkan Klaster Bogor, Pasien ke-6 Positif Covid-19 di Kalteng




Home Nasional

Jumat, 28 Februari 2020 - 12:16 WIB

Resmi, Bukit Asam Kelola Tambang Tersangka Jiwasraya

rzky p - Apahabar.com

Menteri BUMN Erick Thohir menunjuk PT Bukit Asam terkait pengelolaan tambang batu bara milik salah satu tersangka kasus Jiwasraya yakni Heru Hidayat yang disita oleh Kejaksaan Agung (Kejagung). Foto-Antara

Menteri BUMN Erick Thohir menunjuk PT Bukit Asam terkait pengelolaan tambang batu bara milik salah satu tersangka kasus Jiwasraya yakni Heru Hidayat yang disita oleh Kejaksaan Agung (Kejagung). Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Menteri BUMN Erick Thohir menunjuk PT Bukit Asam terkait pengelolaan tambang batu bara milik salah satu tersangka kasus Jiwasraya yakni Heru Hidayat yang disita oleh Kejaksaan Agung (Kejagung).

“Itu merupakan salah satu aset yang menurut Kejagung hasil dari Jiwasraya. Jadi kami mulai masuk ke perusahaan tambang ini dan menunjuk PT Bukit Asam untuk mengelolanya,” ujar Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga di Jakarta, Jumat (28/2) dilansir Antara.

Arya mengatakan bahwa kalau nanti memang terbukti, secepatnya Kementerian BUMN akan mulai mengambil alih asetnya.

“Pengelolaan sudah mulai kita ambil alih, artinya hasil-hasilnya sudah langsung dimiliki PT Bukit Asam nantinya,” katanya.

Sebelumnya Kejagung telah menyerahkan PT Gunung Bara Utama, tambang batu bara yang dimiliki oleh Heru Hidayat di kawasan Kutai, Kalimantan Timur kepada Kementerian BUMN untuk dikelola.

Baca juga :  Usai Aksi Mendebarkan yang Buat Limbad Bersuara, Captain Vincent Dicabut Izin Terbang

Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) Heru Hidayat ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi perseroan terbatas itu.

Kejaksaan Agung sebelumnya telah menetapkan status tersangka terhadap enam orang dalam penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin telah mengeluarkan surat perintah penyidikan kasus Jiwasraya dengan Nomor: PRINT – 33/F.2/Fd.2/12/ 2019 tertanggal 17 Desember 2019.

PT Asuransi Jiwasraya (Persero) telah banyak melakukan investasi pada aset-aset dengan risiko tinggi untuk mengejar keuntungan tinggi, di antaranya penempatan saham sebanyak 22,4 persen senilai Rp5,7 triliun dari aset finansial.

Baca juga :  Istana Tegaskan Tak Intervensi Pencopotan Direksi Asabri

Dari jumlah tersebut, 5 persen dana ditempatkan pada saham perusahaan dengan kinerja baik, sisanya 95 persen dana ditempatkan di saham yang berkinerja buruk.

Selain itu, penempatan reksa dana sebanyak 59,1 persen senilai Rp14,9 triliun dari aset finansial. Dari jumlah tersebut, 2 persennya dikelola oleh manajer investasi dengan kinerja baik. Sementara 98 persen dikelola oleh manajer investasi dengan kinerja buruk.

Akibatnya, PT Asuransi Jiwasraya hingga Agustus 2019 menanggung potensi kerugian negara sebesar Rp13,7 triliun. (ANT)

Baca Juga: Imbas Kasus Jiwasraya, Kinerja OJK Disorot

Editor: Fariz Fadhillah

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Polisi Amankan 40 Terduga Preman Bandung
apahabar.com

Nasional

Tragedi Limpasu HST Masuk Radar Kementerian!
apahabar.com

Nasional

Angkasa Pura I Raih PenghargaanThe 6th Indonesia Law Awards 2019
apahabar.com

Nasional

Ustaz Arifin Ilham Siapkan Kain Kafan Sebelum Wafat
apahabar.com

Nasional

Selama di Banjarmasin, Jokowi Dipastikan Shalat Magrib di Masjid Ini
apahabar.com

Nasional

Kapolri Idham Azis Pimpin Sertijab 8 Kapolda
apahabar.com

Nasional

Pandemi Virus Covid-19, Telkomsel Ajak #Dirumahaja
apahabar.com

Nasional

Mantan Kades Cabul di Kalteng Divonis 9 Tahun