Ditangkap di Tabalong, Janda asal Ampah Kalteng Sudah Teler dari Amuntai Guru Danau Imbau Ulama Kalsel Tidak Berpolitik Praktis Puncak Pandemi, Berapa Limbah Infeksius Covid-19 di Kalsel? Amankan Pilgub Kalsel 2020, Polres Tapin Siapkan 258 Personel Akhir 2024, Agropolitan Anjir Pasar Batola Ditarget Berdaya Saing

Ribuan Jemaah Hadiri 7 Hari Wafaftnya Gus Sholah

- Apahabar.com Minggu, 9 Februari 2020 - 08:41 WIB

Ribuan Jemaah Hadiri 7 Hari Wafaftnya Gus Sholah

Ribuan jemaah mengantar jenazah Gus Sholah ke tempat peristirahatan terakhir. Foto-kompas

apahabar.com, JOMBANG – Di 7 hari kewafatan KH Sholahudin Wahid atau Gus Sholah, ribuan warga dan santri dari Jombang dan sekitarnya hadiri tahlilan dan doa bersama untuk pengasuh PP Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, tersebut.

“Kegiatan doa bersama digelar selama tujuh hari dan, pada 8 Februari 2020 di Masjid Pesantren Tebuireng dalam peringatan tujuh hari wafatnya KH Sholahudin Wahid (Gus Sholah),” kata Teuku Azwani, salah seorang pengurus Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, di Jombang, Sabtu (8/2) malam.

Beberapa pejabat hadir dalam kegiatan itu, di antaranya mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin Zuhri, budayawan Emha Ainun Najib atau Cak Nun. Untuk ma’uidzah hasanah secara langsung disampaikan oleh Prof Dr. H. Imam Suprayogo dari Malang

Gus Sholah wafat pada Ahad (2/2) sekitar pukul 20.55 WIB di RS Harapan Kita, Jakarta. Ulama ini wafat di usia 77 tahun, setelah menjalani operasi penyakit jantung.

Almarhum merupakan pengasuh Pesantren Tebuireng yang ketujuh mulai 2006 hingga 2020, sejak generasi sang kakek KH Hasyim Asy’ari (1899-1947).

Adik kandung KH Abdurrahman Wahid ( Gus Dur) lahir di Jombang pada 11 September 1942 dari pasangan KH Wahid Hasyim dan Hj Solichah. Selama hidupnya, banyak karya yang telah dihasilkan. Gus Sholah mendirikan SMA Trensains (Pesantren Sains) Tebuireng dan SDI Tebuireng Ir Soedigno, Kesamben, Kabupaten Jombang. SMA Trensains didirikan pada 2014 dan diresmikan 23 Agustus 2014 oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Kurikulum SMA Trensains Tebuireng disebut kurikulum semesta, yakni, unifikasi dari kurikulum nasional, kurikulum muatan kearifan pesantren sains (MKPS) dan kurikulum internasional (Cambridge Curriculum). Saat pertama mengikuti UNBK (2017), dari 44 sekolah di Jombang yang memiliki jurusan IPA, SMA Trensains menempati peringkat ketiga dengan nilai rata-rata 64,34.

Selain itu, jumlah cabang Pesantren Tebuireng juga semakin bertambah. Kini ada 14 cabang Tebuireng di berbagai daerah. Semuanya didirikan oleh Gus Sholah.

Baca Juga: Jelang Haul ke 15 Guru Sekumpul,  Peziarah Makin Membludak

Baca Juga: Update Persiapan Haul Guru Sekumpul ke 15; Desa-desa di Kabupaten Banjar Mulai Berhias

Sumber: Republika
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Populasi Muslim Rusia Diprediksi 50 Persen di 2050

Habar

Populasi Muslim Rusia Diprediksi 50 Persen di 2050
apahabar.com

Habar

Pasca Ditutup Akibat Covid-19, Makam Datu Kelampayan Kembali Dipadati Peziarah
apahabar.com

Habar

Muhammadiyah: Pembatalan Haji 2020 Langkah Tepat yang Diambil Pemerintah
apahabar.com

Habar

Jawab Seruan Imam Al Azhar, UEA Siap Bantu Pasien Corona
apahabar.com

Hikmah

Selamat Datang Sya’ban, Bulan Keampunan
apahabar.com

Habar

Ziarah Makam Datu Gadung, Aulia yang Diberi Nama Sahabat Nabi
apahabar.com

Habar

Jelang Haul, PD Pasar Bauntung Batuah Beri Sanksi Ini Bagi Pedagang yang “Menaikkan Harga”
apahabar.com

Habar

Sidang Isbat Digelar 5 Mei, Berikut Lokasi-lokasi Rukyatul Hilal di Kalsel
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com