ga('send', 'pageview');
Jelang Magrib, Api Gegerkan Blok Ikan Pasar Kandangan Peringatan 100 Hari Guru Zuhdi: Makam Ditutup, Streaming Jadi Andalan Covid-19 di Bappeda Kalsel: Puluhan Positif, Satu Meninggal Dunia Tragedi Ledakan Berantai di Beirut: Puluhan Tewas, Ribuan Luka-Luka, Satu WNI Isu Save Meratus Mencuat, Konsesi PT MCM Masih Ada di HST




Home Ekbis

Senin, 17 Februari 2020 - 11:38 WIB

Rupiah Awal Pekan Menguat Seiring Suntikan Dana oleh PBoC

Redaksi - apahabar.com

Ilustrasi mata uang Rupiah dan Dolar AS. Foto-Boombastis.com

Ilustrasi mata uang Rupiah dan Dolar AS. Foto-Boombastis.com

apahabar.com, JAKARTA – Nilai tukar (kurs) Rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada awal pekan menguat, seiring suntikan dana oleh bank sentral Cina, People’s Bank of Cina (PBoC).

Pada pukul 10.02 WIB Rupiah bergerak menguat 8 poin atau 0,06 persen menjadi Rp13.685 per Dolar AS dari sebelumnya Rp13.693 per Dolar AS.

“Bank Sentral Cina kembali menyuntikkan dana pagi ini sebesar ¥200 miliar. Aset berisiko terlihat menguat, termasuk Rupiah,” kata Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Senin (17/02).

Selain itu, lanjut Ariston, imbal hasil (yield) obligasi AS tenor 10 tahun kembali turun ke kisaran 1,58 persen, yang bisa menahan pelemahan rupiah terhadap Dolar AS dan mungkin bisa mendorong penguatan rupiah terhadap Dolar AS.

Baca juga :  Menkeu: Indonesia Belum Alami Resesi

“Tapi virus corona kelihatannya masih menjadi kekhawatiran pasar. Apalagi pasar meragukan data yang diumumkan oleh pemerintah Cina,” ujarnya.

Baca Juga: Corona Menggila, Rupiah Malah Menguat

Pada Minggu (16/02) kemarin, Cina melaporkan penambahan jumlah kasus dan kematian baru akibat virus corona yang jumlahnya sama, mendekati kenaikan sebelumnya dengan metode baru.

Sedangkan pada Jumat (14/02) malam Bandara Heathrow Inggris melakukan penahanan terhadap delapan pesawat karena kecurigaan adanya penumpang yang terkena virus corona baru atau COVID-19.

Baca juga :  Ada Sentimen Global, Rupiah Berpeluang Menguat

“Kekhawatiran ini masih bisa menekan turun aset berisiko hari ini, termasuk Rupiah,” kata Ariston.

Ariston memperkirakan Rupiah pada hari ini bergerak di kisaran Rp13.670 per Dolar AS hingga Rp13.720 per Dolar AS.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Senin menunjukkan, Rupiah menguat menjadi Rp13.693 per Dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp13.707 per Dolar AS.(Ant)

Baca Juga: Rupiah Awal Pekan Menguat Seiring Suntikan Dana oleh PBoC

Editor: Aprianoor

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Bank Kalsel tak Kesampingkan UMKM
apahabar.com

Ekbis

Rupiah Terus “Garang” dalam Tiga Hari Ini
apahabar.com

Ekbis

Jokowi Minta Petani Budidayakan Buah Tropis
apahabar.com

Ekbis

Rezeki Kampung Ketupat, Omzet Naik Empat Kali Lipat
apahabar.com

Ekbis

Awal Pekan, Rupiah Diprediksi Lanjutkan Tren Positif
apahabar.com

Ekbis

Tarif Penerbangan Turun Sejak 11 Januari
apahabar.com

Ekbis

Mau Bisnis Kedai Kopi? Begini Perhitungannya
apahabar.com

Ekbis

Medsos Cs Picu Trafik Data Telkomsel Selama Lebaran
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com