Gubernur Sahbirin Mau Digugat karena Banjir Terparah, Walhi-Jatam Sepakat Class Action Data Lengkap Korban Longsor Mantewe Tanah Bumbu, Dari Amuntai hingga Kapuas Banjir Kalsel Berbuntut Panjang, Lawyer Banua Ancam Gugat Paman Birin Banjir Kalsel, Warga Kompleks Elite Nyinyir Rumah Miliaran “Calap Jua” Berakhir Hari Ini, Pembatasan Banjarmasin Ambyar Diterjang Banjir

Rupiah Babak Belur, Dolar AS Melesat ke Rp 14.500

- Apahabar.com Sabtu, 29 Februari 2020 - 09:29 WIB

Rupiah Babak Belur, Dolar AS Melesat ke Rp 14.500

Ilustrasi. Foto-Net  

apahabar.com, JAKARTA – Dampak pasar keuangan global yang mengalami ketidakpastian akibat mewabahnya virus corona, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pun melemah.

Nilai tukar dolar AS terhadap rupiah kemarin sore tembus level Rp 14.500. Penguatan dolar AS terhadap rupiah kemarin mencapai 492 poin atau 3,5%. Kemarin pagi, nilai tukar mata uang Paman Sam terhadap rupiah baru parkir di level Rp 14.108.

Hingga pukul 17.25 WIB, dolar AS tercatat bergerak di level Rp 14.040-14.530. Ini adalah posisi tertinggi dolar AS terhadap rupiah sejak awal tahun.

Sementara dibandingkan secara point to point terhadap setahun yang lalu, nilai tukar dolar AS ada di rentang Rp 13.565-14.530. Artinya posisi hari ini juga menjadi yang terlemah buat rupiah dalam setahun terakhir.

Bank Indonesia (BI) sendiri telah memborong surat berharga negara (SBN) di pasar sekunder sebesar Rp 100 triliun sejak awal 2020. Hal ini demi menahan gejolak rupiah dari sentimen negatif yang saat ini didorong oleh penyebaran wabah virus corona.

 Gubernur BI, Perry Warjiyo mengatakan sejak awal tahun, rupiah telah melemah 1,08% (ytd). Menurut Perry, pelemahan ini masih lebih baik dibandingkan negara lainnya.

“Negara lain relatif lebih rendah. Won Korea melemah 5,07% (ytd), baht Thailand melemah 6,42% (ytd), Singapore dolar melemah 3,76% (ytd), ringgit Malaysia melemah 2,91% (ytd),” kata dia di Gedung BI, Jakarta, Jumat (28/2/2020).

Gara-gara Virus Corona

Perry menjelaskan saat ini kondisi pasar keuangan global memang sedang mengalami ketidakpastian. Menurut dia, investor asing di seluruh negara memprediksi dampak corona tak hanya menyebar di kawasan Asia, tetapi juga di Amerika Serikat (AS) dan Eropa.

 “Investor global saat ini cenderung melepas investasi portofolio di berbagai negara, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di negara lain. Seperti Korea Selatan, Thailand, Malaysia, Singapura dan Indonesia,” kata Perry.

Dia menjelaskan, hal ini di Indonesia turut berpengaruh pada nilai tukar rupiah dan harga saham.

Perry menyebut, sebagai informasi modal asing pada surat berharga negara (SBN) bulan ini terjadi outflow atau keluar Rp 26,6 triliun secara neto. Kemudian untuk saham Rp 4,1 triliun.

Kemudian, pada akhir Januari dan Februari, Corona virus menyebabkan SBN outflow Rp 11 triliun, saham outflow Rp 1,6 triliun. “Pengaruh corona ke pasar keuangan ini tak hanya di Indonesia saja,” ujarnya.

Dia menjelaskan akibat hal ini indeks harga saham gabungan (IHSG) juga turun sejak akhir Januari dan saat ini berada di posisi 5.650an. Sedangkan pada rupiah membuat mata uang garuda ini melemah 1,08% sesuai data 27 Februari 2020 dan saat ini diperdagangkan di level Rp 14.000.

Menurut Perry pelemahan ini lebih rendah jika dibandingkan dengan mata uang lain seperti Won yang melemah 5,07%, Baht melemah 6,42%, Dolar Singapura 3,76%, Ringgit 2,91%.

“Lagi-lagi Corona virus itu memang berdampak ke perilaku investor global terhadap kepemilikan investasi mereka di berbagai negara. Mereka cenderung menjual dulu karena itu ada outflow, dan kalau kondisi baik mereka akan masuk lagi. Kita akan terus pantau ini,” jelas Perry. (dtk)

Baca Juga: Terpapar Corona, Rupiah Pagi Ini Kembali Melemah

Editor: Syarif

Editor: Kiki - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Imbau Shop From Home, Banjarisme Apparel Tawarkan Diskon 50 Persen
apahabar.com

Ekbis

Belum Adanya Kemudahan Berbisnis Hambat Investor Bangun Pelabuhan
apahabar.com

Ekbis

Momen Natal dan Tahun Baru, Kadis Perdagangan Kalsel Wanti-Wanti Pelaku Usaha
apahabar.com

Ekbis

Kiai Ma’ruf Amin Targetkan Indonesia Produsen Halal Terbesar di Dunia pada 2024
apahabar.com

Ekbis

Laba Bersih Bisnis Otomotif Astra Merosot 70 Persen
apahabar.com

Ekbis

Permudah Layanan, PLN Siapkan WA untuk Lapor Meter Mandiri
apahabar.com

Ekbis

Keputusan Tata Motors Pertahankan atau Lepas Jaguar Land Rover
apahabar.com

Ekbis

Jelang Pidato Gubernur The Fed, Rupiah Ditutup Menguat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com