Hitungan Hari, Kasus Covid-19 di Banjarmasin Diprediksi Tembus 300 Kasus PSBB Berakhir Esok, Banjarbaru Siap Menuju ‘New Normal’ via PKM Banjarmasin ‘New Normal’: Wali Kota Tunggu Pusat , Pakar Tak Sepakat Puncak Covid-19 di Kalsel, Jutaan Warga Diprediksi Terjangkit Tambah Satu Lagi, Balita di Kotabaru Positif Covid-19




Home Hiburan

Sabtu, 1 Februari 2020 - 21:37 WIB

Saat Sendratari Kolosal Budaya Banjar Lamut Hibur Ribuan Pasang Mata

nazmudin - Apahabar.com

Budaya Banjar Lamut dikemas sedemikian profesional oleh STIKIP PGRI Banjarmasin program studi pendidikan Seni Drama dan Tari (Sendratari) sukses menghibur ribuan pasang mata di Gedung Sultan Suriansyah, Sabtu. apahabar.com/Bahaudin Qusairi

Budaya Banjar Lamut dikemas sedemikian profesional oleh STIKIP PGRI Banjarmasin program studi pendidikan Seni Drama dan Tari (Sendratari) sukses menghibur ribuan pasang mata di Gedung Sultan Suriansyah, Sabtu. apahabar.com/Bahaudin Qusairi

apahabar.com, BANJARMASIN – Budaya Banjar Lamut dikemas sedemikian profesional oleh STIKIP PGRI Banjarmasin program studi pendidikan Seni Drama dan Tari (Sendratari).

Salah satu kesenian yang hampir punah tersebut diaransemen ulang menjadi karya kolosal bertema Maurak Waandung Lamut Bujang Maluala.

Puluhan seniman yang terdiri dari siswa Sekolah Dasar (SD) hingga mahasiswa ini memainkan drama kolosal tersebut tidak bergantung dengan naskah.

Alur ceritanya bergerak sesuai tuturan dari Gusti Jamhar Akbar sang Pelamut sebutan khusus bagi orang yang mendalami bidang seni Lamut.

Iringan latar belakang musik yang kerap berganti juga turut merubah jalan cerita.

Alhasil pementasan yang dipusatkan di Gedung Sultan Suriansyah pada Sabtu (1/2) ini sangat menghibur ribuan pasang mata. Mereka tidak ingin lepas dari kursinya sebelum drama kolosal tersebut berakhir.

Kepala Unit Pelaksana Program Studi Pendidikan Sendratari STIKIP PGRI Banjarmasin Suwarjiya menerangkan sebanyak 135 pemain ini sudah berkerja keras.

Baca juga :  Gelar Lomba Menggambar, Apahabar.com Sisipkan Pesan Indahnya Keberagaman Indonesia

Selama 4 bulan lamanya, mereka berlatih untuk bisa menampilkan yang terbaik pada saat pementasan.

Jalan cerita kolosal bertema Maurak Waandung Lamut Bujang Maluala yang semula bisa dimainkan 3 hari 3 malam. Namun di tangan mereka diringkas menjadi 1 jam 7 menit saja.

“Kami ingin keterampilan Lamut tidak habis sampai di sini, jadi ketika mahasiswa ini lulus mereka bisa mengajarkan kepada anak anak sekolah tentang budaya khas Kalsel,” ujarnya.

Lalu kenapa harus budaya Banjar Lamut yang dipilih?

Ia mengatakan masih banyak dosen atau tenaga pengajar yang tidak mengetahui kesenian bertutur tersebut.

Apalagi mahasiswa yang masih berpaku kepada metode pembelajaran dosen itu sendiri.

Kesenian Lamut terbilang jarang diekspos ke dunia luar. Dan yang mempelajarinya secara mendalam juga sangat terbatas.

Pergelaran ini menjadi obat penawar rindu para pencinta kesenian Balamut.

STIKIP PGRI juga ingin memperkenalkan seni budaya Lamut tidak hanya di Kalsel, tapi bisa dimainkan keluar pulau. Namun dengan sajian yang berbeda dari biasanya.

Baca juga :  ‘Cinta Luar Biasa’ Andmesh untuk Fans Banjarmasin

“Lamut selalu dipadukan dengan tarian dan opera, tapi kali ini kita lain dan ini patut diapresiasi,” pungkasnya.

Diketahui drama kolosal yang diadakan program studi pendidikan Sendratari STIKIP PGRI Banjarmasin ini sudah memasuki tahun keempat.

Pemain dan pelaksanaan mengabungkan dua semester dan mata kuliah yang berbeda. Antara mahasiswa semester lima dan tujuh.

Meski begitu, ia mengatakan pementasan tersebut bukanlah syarat untuk kelulusan mahasiswa.

Syarat akhir dalam pendidikan masih berpatok pada skripsi ketika mahasiswa tersebut ingin mengejar titel sarjana.

“Ya kewajiban aja bagi mereka setiap tahunnya,” tuturnya.

Disana, para penonton juga menyaksikan maestro kesenian Lamut Gusti Jamhar Akbar yang tampil memukau.

Baca Juga: STKIP PGRI Banjarmasin Persembahkan Sendratari Kolosal Bujang Maluala

Baca Juga: Horor! Santri di Banjarmasin Dihantui Suara Tangisan Wanita di Video Story Instagram

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Fariz Fadhillah

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hiburan

Iwan Fals Sebut Ukuran Surat Suara Makan Waktu Nyoblos
apahabar.com

Hiburan

Lebih Dekat dengan Sosok Putri Kasela, Pemeran Tiara dalam ‘Koboy Kampus’
apahabar.com

Hiburan

Film “MILLY-MAMET” Ungkap Sisi Komedi “AADC”
apahabar.com

Hiburan

5 ‘Artis’ Pindah Agama pada 2019
apahabar.com

Hiburan

Film Koboy Kampus: Ajak Penonton Bernostalgia Hingga Perkenalkan Budaya
apahabar.com

Hiburan

Besok, Andmesh Sapa Penggemar di Banjarmasin
apahabar.com

Hiburan

Pidi Ungkap Jati Dirinya di ‘Koboy Kampus’, Film Nostalgia Kampus yang Tayang Esok

Hiburan

Intip Foto Perdana Syahrini dan Reino Barack di Jepang