Fakta Terbaru Rombongan Moge di Jembatan Sungai Alalak, Ternyata Diduga Dikawal Polisi Dear Presiden Jokowi, Jembatan Alalak Kalsel Harus Dibuka Hindari Macet Sudah Dilimpahkan, Nih Jerat Hukuman Sejoli Pembuang Bayi di Stagen Kotabaru BREAKING! KPK Periksa 11 Nama, Salah Satunya Bupati HSU Abdul Wahid OTT Amuntai, dan Nasib Proyek DIR Banjang Kini

Sebelum Ada Solusi, DPRD Banjarbaru Tegaskan Tidak Usir Peternak Babi

- Apahabar.com     Kamis, 20 Februari 2020 - 16:40 WITA

Sebelum Ada Solusi, DPRD Banjarbaru Tegaskan Tidak Usir Peternak Babi

Anggota Komisi III DPRD Banjarbaru, Emi Lasari. Foto-apahabar.com/Nurul Mufidah

apahabar.com, BANJARBARU – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Banjarbaru larang pengusiran peternak Babi di Banjarbaru sebelum menemukan solusi.

“Pada intinya dalam konteks warga Banjarbaru kita harus pahami, DPRD itu berarti kepanjangan tangan dari warga yang artinya mau mereka beternak apa pun. Kita memiliki kewajiban memberikan ruang,” ujar Anggota Komisi III DPRD Banjarbaru, Emi Lasari kepada¬†apahabar.com, Kamis (20/2) siang.

Seperti diketahui, selain pemerintah kota Banjarbaru ingin melakukan pengusiran terhadap peternak Babi di Guntung Manggis. Juga akan dilarang atau tidak diizinkan adanya aktivitas peternakan Babi di seluruh wilayah Banjarbaru.

Emi sebagai anggota DPRD mempertanyakan aturan-aturan yang digunakan pemerintah kota jika benar tidak diperbolehkan adanya peternakan Babi di wilayah kota Banjarbaru.

“Kita juga harus menjaga aturan-aturan yang ada. Kita mempunyai Perda RT RW di situ diperlihatkan kawasan yang mana yang diperbolehkan untuk aktivitas peternakan,” ucap Emi.

Makanya, lanjut dia, pihaknya mempertanyakan IMB dan sebagainya lalu jika memang tidak ada atau peternak tidak mengurus berarti bisa jadi pemerintah kota tidak memberikan izin karena memang itu tidak masuk kawasan yang diperbolehkan untuk aktivitas peternakan.

“Dalam konteks hak, kita wajib memberikan ruang bagaimana mereka bisa melakukan usaha, tidak ada diskriminasi terhadap itu,” tegasnya.

Selain itu, menurutnya untuk peternakan Babi yang berpotensi mendapatkan penolakan dari warga karena persoalan bau dan sebagainya dapat dicarikan solusi.

“Bagaimana kami mencari solusinya, memang aktivitas ini harus jauh dari pemukiman sehingga tidak ada komplain dari masyarakat. Lalu saya liat mereka tidak keberatan,” terangnya.

Dan pada intinya peternak sendiri menerima jika harus pindah.

“Kemudian mereka harus berkomunikasi dengan Pemko mengenai di mana mereka harus pindah. Dan pemko perlu memastikan lokasi pindah nya itu aman 3 hingga 5 tahun kedepan itu tidak ada bersentuhan dengan pemukiman penduduk,” ungkap Emi.

Setelahnya, harus selalu ada pengawasan terhadap peternak agar potensi kritik dari keluhan dari warga tidak terjadi.

“Pengawasan harus dilakukan juga agar potensi keberatan warga, termasuk wabah penyakit dan sebagainya tidak terjadi.

Pemko melalui dinas terkait wajib melakukan pembinaan, bagaimana memonitor mereka melakukan aktivitas peternakan ini dan kemudian bagaimana kondisi ternaknya,” jelas Emi lagi.

Sedangkan hal yang paling penting menurutnya tidak ada pandangan minoritas atau sebelah mata.

“Kesimpulannya bahwa kita sebagai anggota DPRD menerima aspirasi masyarakat kita memberikan yang sama, memberikan ruang yang sama, tidak boleh memandang mereka kelompok minoritas atau mayoritas karena di Banjarbaru itu tidak berlaku,” lanjutnya.

Artinya DPRD siap memfasilitasi peternak Babi dan Pemko Banjarbaru untuk duduk bersama guna mencari solusi dari permasalahan ini.

“Sampai solusi itu sudah kita temukan kita berharap semua pihak menahan diri untuk tidak ada potensi gesekan di lapangan,” pintanya.

Dengan kata lain, DPRD menegaskan tidak ada proses pengusiran peternak Babi sampai tercipta pemufakatan.

“Dalam situasi ini, DPRD memfasilitasi perundingan. Sebelum ini ada kata mufakat kami minta tidak ada aktivitas apapun di lapangan termasuk pengusiran dan sebagainya sampai kita menemukan solusinya,” pungkasnya.

Baca Juga: Tingkatkan Pelayanan, RSUD Sultan Suriansyah Dongkrak dengan PIDI

Baca Juga: Sikat Ponsel Pengantri Tiket Kelotok, Aksi Copet Tua di Siring Menara Pandang Kepergok Warga

Reporter: Nurul Mufidah
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru Said Abdullah saat melakukan seleksi calon penghuni rumah disabilitas netra Kota Banjarbaru yang baru. Foto-Istimewa

Pemko Banjarbaru

Sekdakot Banjarbaru Seleksi Langsung Calon Penghuni Rumah Disabilitas Netra

Pemko Banjarbaru

Banjarbaru Jadi Kota Layak Anak, Sekdakot: Jangan Sekadar Predikat
apahabar.com

Pemko Banjarbaru

Ratusan Jiwa Terdampak Banjir di Cempaka Banjarbaru

Pemko Banjarbaru

PJ Gubernur Kalsel Serahkan Bantuan 5000 Rapid Test Antigen ke Pemkot Banjarbaru
apahabar.com

Pemko Banjarbaru

Ramah Lingkungan, Pemkot Banjarbaru Gunakan Zat Alam sebagai Pewarna Sasirangan
apahabar.com

Pemko Banjarbaru

Kuatkan Silaturahmi, Banjarbaru Gelar Lomba Lansia

Pemko Banjarbaru

Hadiri Seminar Entrepreneurship, Wakil Wali Kota Banjarbaru: UMKM Harus Berani Bersaing
apahabar.com

Pemko Banjarbaru

Haul Syarifah Badrun Dibanjiri Jamaah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com