Usai Beasiswa 1000 Doktor, SHM Bakal Cetak Ribuan Sarjana Baru di Tanah Bumbu Sederet Prestasi Niha, Hafizah Cilik Kotabaru dari MTQ Tingkat Kabupaten hingga Provinsi Polisi Anulir Pernyataan Status Tersangka Dua Mahasiswa Kalsel 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian Paula Verhoeven Hamil, Kiano Bakal Punya Adik, Baim Wong Ingin Mak Beti Ucapkan Selamat ke Sang Istri

Selasa Nanti, Pemerintah Putuskan Pemulangan WNI di Diamond Princess

- Apahabar.com Minggu, 23 Februari 2020 - 18:22 WIB

Selasa Nanti, Pemerintah Putuskan Pemulangan WNI di Diamond Princess

Kapal pesiar Diamond Princess. Foto: Net

apahabar.com, RANCAEKEK – Pemerintah akan memutuskan opsi pemulangan WNI yang berada di kapal pesiar Diamond Princess, Yokohama, Jepang ke Indonesia menggunakan transportasi laut atau udara pada Selasa (25/02).

“Rencananya Selasa pekan depan akan ada rapat untuk membahas pemulangan WNI yang berada di kapal pesiar Diamond Proncess menggunakan apa,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi kepada pers di Rancaekek, Jawa Barat, Minggu (23/02).

Hal itu disampaikan Menhub di sela peninjauan kemajuan pembangunan proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung.

Dikatakan Menhub, pemerintah telah menyiapkan rumah sakit terapung KRI dr Soeharso untuk memulangkan WNI yang berada di kapal pesiar tersebut, namun memang diakui akan butuh waktu lama untuk tiba di Indonesia.

Alternatif lain, kata Budi Karya, adalah menggunakan pesawat terbang namun menggunakan transportasi udara masih belum ada keputusan sampai kini.

“Oleh sebab itu rencananya Selasa lusa akan dirapatkan antarkementerian untuk memutuskan apakah menggunakan jalur laut atau udara,” kata Menhub.

Sesuai informasi dari Kedutaan Besar RI (KBRI) di Tokyo, Jepang dan Kemenlu, WNI yang berada di kapal pesiar Diamond Princess, Yokohama, berjumlah 78 orang.

Dari total WNI itu, sebanyak 74 orang dinyatakan sehat, namun empat WNI yang dinyatakan positif terjangkit virus COVID-19 telah dirawat di rumah sakit di Jepang dengan standar protokol Badan PBB untuk Kesehatan Dunia (WHO).

Sebelumnya, pemerintah telah melakukan evakuasi kemanusiaan tahap pertama atas 238 WNI menggunakan pesawat dari Propinsi Hubei, China, menuju lokasi transit untuk observasi di Natuna, Kepulauan Riau.(Ant)

Baca Juga: Jubir Presiden: Evakuasi WNI dari Yokohama Jepang Segera Dilaksanakan

Baca Juga: Wapres: Kepulangan Anak WNI Eks ISIS Masih Dipertimbangkan

Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Bahlil Pastikan Kepatuhan TKD Proyek Kilang Balikpapan
apahabar.com

Nasional

Polisi: Provokator Kericuhan dari Luar Jakarta
apahabar.com

Nasional

Hormati Nyepi, Muslim Bali Tak Kumandangkan Azan Jelang Salat
apahabar.com

Nasional

Pelindo III: Arus Peti Kemas Meningkat Lima Persen
apahabar.com

Nasional

Polisi Tetapkan Enam Provokator dalam Kerusuhan di Lapas Lambaro
apahabar.com

Nasional

Fix, Draf Final Omnibus Law Bukan 905 Halaman
apahabar.com

Nasional

UMP 2021 Tidak Naik, Tepatkah?
apahabar.com

Nasional

Tanggapan Boediono mengenai Ekonomi Dunia Saat Ini
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com