Update Banjir Kalsel: Sudah 6 Kabupaten Terdampak! Parah, Empat Titik Longsor Sempat Tutup Akses Utama Loksado-Kandangan UPDATE Tinggi Air Jelang Puncak Banjir HST BREAKING! Bupati HST Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir Banjir di Pusat Kota HST Meluas, Ratusan Jiwa Mengungsi

Seorang Perempuan Nyaris Mendapat Perlakuan Jahat Driver, Selamat Berkat Emergency Button Grab

- Apahabar.com     Minggu, 9 Februari 2020 - 20:15 WITA

Seorang Perempuan Nyaris Mendapat Perlakuan Jahat Driver, Selamat Berkat Emergency Button Grab

Ilustrasi Grab. Foto-Moneter

apahabar.com, JAKARTA – Seorang karyawati berinisial T (25) mengalami saat-saat mengerikan ketika menumpang sebuah taksi online.

Dia mengaku dibawa berputar-putar hingga akhirnya diturunkan di Tol Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Kejadian ini pun menjadi viral setelah korban membagikan kisahnya di media sosial.

Awalnya, pada Kamis (06/02) siang lalu, T memesan taksi online dari tempat kosnya di Palmerah, Jakarta Barat. Saat itu, T memesan taksi online untuk menuju ke dua titik, pertama ke kantornya di Dharmawangsa, Jakarta Selatan, dan melanjutkan ke titik kedua di ICE BSD, Serpong.

“Waktu order juga saya agak curiga, karena di map posisi dia itu sebetulnya dekat dengan posisi penjemputan. Tapi saat itu, saya masih berpikiran positif mungkin sinyalnya jelek,” kata T seperti dilansir apahabar.com dari detikcom, Minggu (09/02).

Sopir taksi online saat itu tiba setelah 15 menit kemudian. Lagi-lagi T masih berpikiran positif karena sopir taksi online tersebut menyapanya dan menanyakan tujuannya.

“Kemudian saya naik. Kan kalau dari kosan saya mau ke Dharmawangsa harusnya berputar, nah dia malah lurus terus makin menjauh,” katanya.

Setelah 2 menit perjalanan, tiba-tiba T mendengar suara. Dia kurang tahu pasti, apakah suara itu keluar dari handy talky (HT) atau handphone.

“Nah, di situ dia jawabnya bisik-bisik ‘poin satu… masuk satu’,” ucapnya menirukan sopir tersebut.

Di situ T mulai curiga. Kecurigaannya kian bertambah ketika melihat perjalanan yang semakin menjauh dari tempat tujuan. T pun kemudian mengingatkan sopir bahwa tujuannya ke Dharmawangsa dahulu, baru kemudian ke Ice BSD.

“Dia jawab ‘iya sesuai map ini’, begitu saja terus tiap kali saya mengingatkan bahwa tujuan saya ke Dharmawangsa dahulu,” lanjutnya.

Selama perjalanan, si sopir juga sering meliriknya melalui kaca spion. Sampai kemudian T sadar mobil Toyota Sigra yang ditumpanginya itu sudah masuk ke Tol Kebon Jeruk. Dengan nada sedikit keras, T mengingatkan sopir untuk keluar dari jalan tol.

“Saya teriak ‘lho kok ini malah masuk tol’, (sopir menjawab) ‘iya ini sesuai map. Dharmawangsa di Tangerang kan’, ‘lho mana ada Dharmawangsa di Tangerang, Dharmawangsa di Jakarta Selatan’,” tuturnya.

Perdebatan dengan sopir pun terjadi. Dalam kepanikan, T kemudian mengirimkan lokasi ke pacarnya. Dia juga memencet tombol emergency di aplikasi Grab yang terhubung ke call center.

“Saya telepon ke pihak call center taksi online tersebut, itu dia (sopir) mendengar saya menceritakan kejadiannya. Di situ dia melototin saya sambil dia teriak-teriak ‘poin satu… poin satu’ lalu dia membentak saya ‘ini sudah sesuai map!’,” bebernya.

Dalam percakapan telepon, pihak call center memastikan akan mengirimkan tim Satgas untuk menjemputnya. Telepon pun terus tersambung selama T berada di dalam mobil tersebut.

“Sopir itu panik, kemudian mengerem mendadak sampai barang-barang saya jatuh,” ucapnya.

Singkat cerita, sopir tersebut kemudian akhirnya menurunkannya di pinggir tol. T lantas menyusuri jalan sepanjang tol mencari pintu keluar tol. Dia akhirnya tiba di jalan raya di dekat AKR Tower, Kebon Jeruk.

“Saat itu pihak taksi online masih menawarkan saya untuk dijemput, tetapi pacar saya sudah keburu menjemput saya,” tuturnya.

Meski tidak dirugikan dalam bentuk materi, T masih merasa syok dan trauma akan kejadian ini. Dia pun berencana melaporkan sopir tersebut.

Grab menyatakan telah menonaktifkan akun driver yang disebut dalam kisah T. Grab juga melakukan investigasi kejadian tersebut.

“Terima kasih atas perhatian penuhnya terhadap peristiwa ini. Untuk hal ini sudah ditangani sesuai dengan komitmen kami untuk memberikan dukungan dan bantuan yang dibutuhkan oleh penumpang. Selain itu kami telah langsung menonaktifkan mitra pengemudi tersebut sambil melakukan investigasi lebih lanjut,” ujar Public Relations Manager Grab Indonesia Andre Sebastian.(Dtk)

Baca Juga: Soal Perlindungan Keselamatan, Grab Diminta Tiru Gojek

Baca Juga: Driver Online Geruduk Kantor Grab Kalsel, Ratusan Polisi Siaga

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Termasuk Kalsel, SPI Deklarasikan Kawasan Daulat Pangan di 4 Provinsi

Nasional

Potensi Tsunami Maluku Tengah, Warga Diminta Jauhi Pantai
apahabar.com

Nasional

Hujan Iringi Kedatangan Jenazah Gus Sholah di Halim Perdanakusuma
apahabar.com

Nasional

Update Virus Corona di Seluruh Dunia: Korban Meninggal Mencapai 3.085 orang
apahabar.com

Nasional

Densus Amankan Bahan Peledak Cair dari Penggerebekan Merauke
apahabar.com

Nasional

Omnibus Law, IJTI, AJI dan LBH Pers Nyatakan Sikap Bersama

Nasional

Waspada Bahaya Skema Ponzi di Permainan Capit Boneka
apahabar.com

Nasional

1.800 Desa Berdaya untuk Indonesia
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com