Update Covid-19 Tanbu: Sembuh 1 Orang, Positif Nihil 6 Preman Kampung Pemeras Warga di Jalan Nasional Kalsel-Kaltim Disikat Polisi Pasangannya Meninggal, Rahmad Masud: Saya Masih Nggak Nyangka, Ini Seperti Mimpi Wawali Terpilih Meninggal, Begini Penjelasan RSP Balikpapan Respons Pemprov, Gubernur Sahbirin Mau Digugat karena Banjir Kalsel

Sikap Berhemat, Ini Anjurannya dalam Islam

- Apahabar.com Minggu, 16 Februari 2020 - 05:45 WIB

Sikap Berhemat, Ini Anjurannya dalam Islam

Ilustrasi berhemat. Foto-caramudah.id

apahabar.com, JAKARTA – Sikap berhemat bagi seorang manusia bukan berarti ia menjadi kikir. Hemat adalah sikap pertengahan antara kikir dengan boros.

Dalam buku Sirah Nabawiyyah karya Muhammad Ridha yang dikutip apahabar.com dari Khazanah.republika.co.id, disebutkan setiap keutamaan adalah pertengahan antara dua sifat buruk. Sedangkan hemat bukanlah tindakan yang berat sebelah.

Allah SWT mencela orang-orang yang kikir dan bakhil. Namun demikian, Allah juga mencela orang-orang yang boros. Manusia ada kalanya kikir dan ada kalanya boros. Sikap boros misalnya, disamakan dengan perumapamaan bahwa manusia yang boros adalah saudara-saudaranya syetan.

Allah SWT berfirman dalam Alquran Surah Al-Israa penggalan ayat 27 berbunyi: “Innal-mubadzirina kaanu ikhwana as-syayathin,” yang artinya: “Sesungguhnya para pemboros itu adalah saudara-saudaranya syetan”.

Mengenai sikap hemat, Allah memerintahkan kita untuk memerhatikannya. Seperti dalam hal memberi nafkah yang merupakan jalan dari sebuah kebahagiaan.

Dalam Alquran Surah Al Israa ayat 29 berbunyi: “Wa la taj’al yadaka maglulatan ila unuqika wa la tabsuth-ha kulal-basithi fataq’adu maluuman mahsura,” yang artinya: Dan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu, dan jangan pula kamu terlalu menguurkannya yang akibatnya kamu menjadi tercela dan menyesal”.

Dalam buku ini dijelaskan bahwa Allah SWT menyuruh Rasulullah beserta kaum Muslimin untuk tidak menahan diri dalam mencari nafkah. Dengan demikian manusia tidak mempersempit dirinya sendiri dan keluarganya dalam menempuh jalan-jalan kebaikan.

Manusia juga tidak boleh tangannya tergenggam (pelit) dan juga tidak boleh terlalu mengulurkannya (boros). Sebab jika kedua hal itu dilakukan, maka manusia akan mencela dirinya sendiri.(Rep)

Baca Juga: 5 Adab Bercanda Versi Islam

Baca Juga: Islam Menyebut Gratifikasi Sama dengan Mengambil Ghulul

Editor: Aprianoor

Editor: Kiki - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Sirah

Masjid Ini Dikeramatkan Warga, Pendirinya Masih Misteri
apahabar.com

Religi

Khalifah Utsman Jadikan Dua Azan dalam Salat Jumat

Sirah

Dua Bulan di Jakarta, Datuk Kelampayan Betulkan Arah Kiblat 3 Masjid Ini
apahabar.com

Religi

Khawarij Berencana Bunuh 3 Sahabat Nabi, Hanya Ali yang Terpenuhi
apahabar.com

Sirah

Dua Kampung di Martapura Tak Bisa Dimasuki Penjajah, Dua Ulama Ini Ternyata Penyebabnya
apahabar.com

Sirah

Tak Semua Air Sah untuk Bersuci, Simak Uraian dari Madzhab Syafii
apahabar.com

Sirah

Masjid Noor (2), Dindingnya Sempat Jebol Disebabkan Qari Tampan Ini
Rasulullah SAW

Religi

Kisah Rasulullah SAW Mengampuni Terdakwa Hukuman Mati
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com