ga('send', 'pageview');
Geger Mayat Mengapung di Laut Tanbu, Polisi Sulit Identifikasi Jelang Magrib, Api Gegerkan Blok Ikan Pasar Kandangan Peringatan 100 Hari Guru Zuhdi: Makam Ditutup, Streaming Jadi Andalan Covid-19 di Bappeda Kalsel: Puluhan Positif, Satu Meninggal Dunia Tragedi Ledakan Berantai di Beirut: Puluhan Tewas, Ribuan Luka-Luka, Satu WNI




Home Musik

Senin, 24 Februari 2020 - 19:13 WIB

Solois Banua Rizki Novdiandi Bicara Single Perdananya “Teman Hidupku”

Redaksi - apahabar.com

Rizky Novdiandi. Foto-Istimewa

Rizky Novdiandi. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Mengusung genre pop, solois Banua asal Batulicin, Rizki Novdiandi, mencoba peruntungannya di industri musik Tanah Air.

Pada 23 Januari 2020, Rizky merilis “Teman Hidupku” yang menjadi single perdananya. Pria kelahiran Batulicin 19 November 1992 memiliki harapan besar terhadap karyanya. Ia berharap single perdananya dapat diterima oleh masyarakat Indonesia, khususnya Kalsel.

“Semoga dengan rilisnya single perdana ‘Teman Hidupku’ dapat meramaikan dan memberikan warna baru di belantika musik Indonesia serta dapat diterima para pecinta musik, khususnya di Banua,” kata Rizky, kepada apahabar.com, Senin (24/02).

Teman Hidupku ditulis oleh Ananda Dwi Putra, seorang musisi asal Kota Cilegon, Banten. Penggarapan single tersebut dilakukan pada akhir 2019 dan selesai pada awal 2020.

Proses kreatifnya dibantu oleh Yudistira Kesuma, musisi yang juga berasal dari kota Cilegon. Kemudian, juga ada musisi muda Batulicin, Anfar Febri Nugraha.

“Ini saya dedikasikan untuk pasangan hidup kita, juga sekaligus menjadi rasa syukur karena kita memiliki pasangan yang mau menemani dan hidup bersama kita,” kata Rizky.

Saat ini single Teman hidupku sudah bisa dinikmati di Youtube, Spotify, Joox, dan sejumlah layanan musik streaming lainnya.

Sebelum merilis single perdananya, Rizky cukup sering mengikuti festival musik. Ia menjadi vokalis dari beberapa band, di antaranya Ernavecx, Khamuz, dan Diandra.

Bermain musik sejak kelas 1 SMP, Queen dan Dewa 19 menjadi influence utamanya. Album favorit Rizky dari kedua band tersebut adalah “A Night At The Opera” yang dirilis pada 1975 dan “Bintang Lima” yang meledak pada awal 2000-an.

Lalu, kenapa Rizky memilih bersolo karir?

“Berawal dari iseng-iseng mengisi waktu senggang dan kebetulan band sudah tidak aktif lagi karena kesibukan masing-masing personelnya,” ungkap Rizky.

Melalui perilisan lagu itu, Rizky sebenarnya tidak memiliki ekspektasi yang kelewat muluk. Ia hanya ingin memiliki karya yang bisa diwariskan untuk anak cucu.

“Sebenarnya tidak ada target khusus yang ingin dicapai. Lebih ke rasa ingin berkarya saja buat nunjukin, ‘Ini loh karya aku.’ Ya, setidaknya buat anak cucu nanti, ‘Ini lo Bapak kalian punya karya nih.’ Kalau untuk terkenal atau meledaknya single itu anggap saja bonus dari Allah. Yang penting kita berkaya dulu,” cerita Rizky.

Menjadi musisi memang tak sekadar harus bisa memainkan alat musik atau bisa bernyanyi dengan baik. Namun, juga mesti memiliki referensi yang luas dan tidak gagap pengetahuan soal perkembangan musik itu sendiri.

Rizky termasuk musisi yang melek hal semacam itu. Dari lingkup terkecil, di Kabupaten Tanah Bumbu, misalnya, ia menilai potensi yang dimiliki musisi lokal bisa dikembangkan lebih baik lagi.

Apalagi ia melihat kemampuan musisi lokal di Tanah Bumbu tak bisa dipandang sebelah mata. Namun, ia menyadari tidak banyak wadah yang bisa memfasilitasi hal tersebut. Bahkan, tempat untuk recording yang bisa digunakan untuk umum saja belum tersedia.

Menurut Rizky, jika Tanah Bumbu memiliki studio recording, ia optimistis ada banyak karya yang muncul dari musisi-musisi Bumi Bersujud.

Saat ini saja musisi-musisi lokal sudah mulai menulis lagu dan merekam lagu sendiri dengan caranya masing-masing. Hal itu dapat dilihat dari beberapa band cafe yang merilis single dengan cara independen.

Sementara untuk kancah musik nasional, Rizky melihat ada gairah baru setelah munculnya berbagai platform media digital, termasuk media sosial.

Rizky optimistis Teman Hidupku dapat menjadi lagu yang bisa mewakili cerita setiap orang. Lagu itu akan menjadi teman hidup bagi siapa saja yang memiliki pengalaman serupa dengan barisan lirik yang tertulis di dalamnya.

“Penantian yang selalu kutunggu, untuk bisa hidup bersamamu. Jadi teman hidupku, melewati hari tua bersama denganmu,” begitu kata Rizky dalam single perdananya.

Baca Juga: Naniel Wafat, Ini Asal Muasal Nama Bento Menurut Iwan Fals

Baca Juga: Mengenang Kurt Cobain, si Bengal yang Tak Menyukai Popularitas

Editor: Puja Mandela

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Musik

Konser di Banjarmasin, Virgoun Nyanyi Lintas Genre Musik
apahabar.com

Musik

Show Must Go On!!! Meski Tanpa Ahmad Dhani, Dewa 19 Tetap Manggung di Malaysia
apahabar.com

Musik

Toni Braxton Kehilangan Cincin Pertunangan
apahabar.com

Musik

6 Hari Dirilis, “Menghapus Jejakmu” Versi BCL Tembus 10 Juta View
apahabar.com

Musik

Datang Ke Banjarmasin, Virzha Cari Jodoh
apahabar.com

Musik

Cerita Krisyanto Korban Selamat Tsunami Anyer
apahabar.com

Musik

NU’EST Tak Sabar Ketemu Fan Indonesia
apahabar.com

Musik

Proses Penjualan Tiket Ed Sheeran Dikeluhkan, Ini Kata Tokopedia
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com