Canggih, Banjarmasin Kini Punya ADM, Sanggup Cetak 100 e-KTP Sehari Evakuasi Korban Erupsi Semeru, Dua Helikopter-Tiga Kompi TNI Dikerahkan Empat Program Bank Indonesia Majukan UMKM Busyet! Buaya Masuk Rumah Warga Saat Banjir di Kaltim Lama Buron, Mantan Kades di Katingan Tilap Dana Desa Rp 1,1 M Berhasil Diringkus di Kapuas

Songsong Tantangan Pilkada, Bawaslu Banjar Bekali Panwascam Wawasan

- Apahabar.com     Minggu, 23 Februari 2020 - 22:43 WITA

Songsong Tantangan Pilkada, Bawaslu Banjar Bekali Panwascam Wawasan

Simulasi penanganan pelanggaran pemilu saat Rakernis Penanganan Pelanggaran Pilkada Serentak 2020, yang digelar Bawaslu Banjar, Minggu (23/2). Foto-apahabar.com/hendra

apahabar.com, MARTAPURA – Tahapan Pilkada Serentak 2020 sudah sampai ke tahap perhitungan syarat dukungan bakal pasangan calon (bapaslon) jalur perorangan atau independen. Bawaslu Kabupaten Banjar terus memberikan bekal untuk jajaran pengawas kecamatan (panwascam).

Komisioner Bawaslu Banjar Divisi Penindakan Pelanggaran, M Syahrial Fitri menjelaskan, anggota panwascam dapat langsung melakukan penindakan pelanggaran pemilu, oleh karena itu pihaknya menggelar Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Penanganan Pelanggaran Pilkada Serentak 2020, di salah satu hotel di Kertak Hanyar.

“Penting bagi panwascam proses penanganan pelanggaran sebagaimana aturan Perbawaslu Nomor 14 tahun 2017. Makanya kegiatan ini lebih banyak simulasi dibanding teori, mengingat ini sebagai bekal panwascam menangani pelanggaran di lapangan,” ujar Syahrial di sela-sRakernis.

Salah satu yang ditekankan dalam simulasi, ialah teknik penerimaan laporan yang dimuat dalam Form A1, serta bagaimana mengisi hasil pengasawan ke dalam Form A2.

Para 100 peserta yang terdiri dari 3 anggota panwascam beserta 2 stafnya dari 20 kecamatan se-Kabupaten Banjar itu, melakukan simulasi pelanggaran yang dilakukan peserta pemilu.

Berbagai pelanggaran administratif disimulasikan. Para anggota panwascam kemudian melakukan penanganan steep by steep hingga ke tahap penindakan

Selain itu, persiapan pengawasan verifikasi faktual (Verfak) syarat dukungan perseorangan yang dilakukan secara sensus desa per desa pada 26 Maret hingga 15 April, para panwacam juga diberi bekal bagaimana mengawasinya.

Menurut Syahrial, tidak menutup kemungkinan akan banyak dukungan KTP yang tidak memenuhi syarat (TMS), seperti alamat yang tidak sesuai dengan KTP, ganda, dan sebagainya.

“Jika ada temuan dukungan yang demikian, berarti dianggap TMS sehingga tidak dapat dipakai. Nah tugas pengawas, memastikan bahwa kinerja pihak KPU memang sudah benar-benar sesuai prosedur dan peraturan berlaku,” tandas Syahrial.

Disinggung jika ada dukungan ganda yang secara sengaja dilakukan bakal calon? Syahrial mengatakan, hal itu jika ada dugaan delik pidana, maka wewenangnya Sentra Gakkumdu yang menentukan, melalui tahap penyelidikan dan penyidikan.

Baca Juga: Berkaca Pilkada di 2019, Bawaslu Banjarmasin Tingkatkan Pengawasan 

Baca Juga: Awasi Pilkada 2020, Bawaslu Banjarmasin Libatkan Penyandang Disabilitas

Reporter: Hendra Lianor
Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Kotabaru Banyak Temukan Surat Suara Rusak
apahabar.com

Kalsel

Heboh Ledakan di Tambak Padi, Polisi Data Kerugian Warga
Rentan Terinfeksi Covid-19, IBI Kalsel Berbagi Tips untuk Ibu Hamil

Kalsel

Rentan Terinfeksi Covid-19, IBI Kalsel Berbagi Tips untuk Ibu Hamil
apahabar.com

Kalsel

Peringati HUT ke-25, Alumni Akabri 1995 Bimacakti Gelar Gowes Bersama
apahabar.com

Kalsel

Keuskupan Banjarmasin Pending Kegiatan Sementara Waktu
Vaksinasi

Kalsel

Vaksinasi Covid-19 Anak, Kalsel Tunggu Arahan Kemenkes
vaksin covid-19

Kalsel

Satlantas Polres HSU Pasang Spanduk Edukasi Vaksin Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Puskesmas Paringin Gelar Swab Test Massal, Ini Sasarannya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com