Data Lengkap Korban Longsor Mantewe Tanah Bumbu, Dari Amuntai hingga Kapuas Banjir Kalsel, Warga Kompleks Elite Nyinyir Rumah Miliaran “Calap Jua” Berakhir Hari Ini, Pembatasan Banjarmasin Ambyar Diterjang Banjir Banjir, Ancaman Kelaparan Mengintai Warga Pejambuan Sungai Tabuk Bertambah 9.994, Positif Covid-19 Indonesia Dekati 1 Juta Kasus

Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, Legislator Kalsel: Tol di Jawa Sudah Tumpang Tindih

- Apahabar.com Senin, 3 Februari 2020 - 13:13 WIB

Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, Legislator Kalsel: Tol di Jawa Sudah Tumpang Tindih

Ilustrasi Tol. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Masyarakat Kalimantan Selatan (Kalsel) dituntut optimis di tengah bermacam tantangan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kita tegaskan kepada seluruh kawan-kawan, tanamkan lah rasa optimisme itu dari diri sendiri. Kita harus percaya di tengah kesulitan pasti ada kemudahan. Dan, berpisah dari Indonesia itu bukan pilihan,” ucap Anggota MPR RI Rifqinizamy Karsayuda di sela Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, Senin (3/2).

Adapun tantangan yang dimaksud, yakni masih terjadinya disparitas pembangunan atau ketidakmerataan pembangunan di Indonesia.

Misalnya perbandingan antara pembangunan di pulau Jawa dan pulau Kalimantan. Khususnya di Kalsel.

“Jalan tol di Jawa sudah tumpang tindih. Namun di Kalsel, kita ingin membangun jalan poros II Hulu Sungai saja masih belum terlaksana. Ini sudah 20 tahun kita perjuangan. Sampai saat ini masih terkendala anggaran,” cetusnya.

Selain itu, Rifqi menyoroti dampak negatif kemajuan teknologi informasi yang kian pesat.

apahabar.com

Anggota MPR RI Rifqinizamy Karsayuda di sela Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, Senin (3/2). Foto-apahabar.com/Robby

Baca Juga: Sosialisasi Empat Pilar, Syafruddin H Maming: Milenial Mesti Membumikan Pancasila di Kalsel

Ia merasa kepedulian pemuda terhadap kemajuan daerah dan bangsa kian merosot.

“Ini harus jadi perhatian kita bersama. Sekarang mahasiswa berorganisasi dinilai kurang keren dibandingkan orang yang memiliki followers instagram banyak,” bebernya.

Ironisnya lagi, saat ini dihadapkan dengan generasi yang putus asa. Di mana ekonomi kian sulit dan susahnya mencari pekerjaan.

Banyak orang yang memiliki cita-cita tinggi, namun tak tahu bagaimana mencapainya.

“Masyarakat yang putus asa bisa menggugat keberadaan negara. Karena merasa negara tak hadir. Ditambah pembangunan yang dianggap tak merata. Disintergrasi berawal dari hal tersebut,” pungkasnya.

Baca Juga: Sosialisasi Pilkada Banjar, Panwascam Singgung Kades yang Ikut Kampanye

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Kiki - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Tegakkan Disiplin Protokol Kesehatan, Polsek Rantau Badauh Masih Toleransi
Covid-19

Kalsel

Jubir Covid-19 Banjarmasin Tak Kebal Corona, Wali Kota Beber Faktanya
apahabar.com

Kalsel

Tak Puas, Massa ‘Serang’ Kantor PLN Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Polsekta Banjarmasin Barat Tingkatkan Sarana Layanan Publik
apahabar.com

Kalsel

Bupati Sayed Jafar Kembali Lantik Anggota BPD di Pulau Laut Tengah 
apahabar.com

Kalsel

Usai Menyampaikan Keluhan, Relawan UPT Damkar Dipanggil Bupati
Sekolah

Kalsel

Soal Kepastian Sekolah Tatap Muka Awal Januari, Ini Kata Kadisdik Tabalong
apahabar.com

Kalsel

Bawa Anak Kecil, Pasutri di Amuntai Nekat Edarkan Uang Palsu
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com