Geger Buaya Pemangsa Petambak di Kotabaru Muncul ke Permukaan Happy Wedding! Plt Gubernur Kalsel Resmi Nikahi Pramugari KH Miftachul Achyar Terpilih Jadi Ketua Umum MUI, Gantikan Ma’ruf Amin Misteri 2 Bocah Dibunuh Ibu Depresi di Benawa HST, Saksi Kunci Buka Suara! Oknum Simpatisan Terjerat Sabu di Kotabaru, FPI Bantah Anggotanya

Sosiolog: Fenomena Kerajaan Muncul karena Minim Kesejahteraan Sosial

- Apahabar.com Sabtu, 1 Februari 2020 - 20:00 WIB

Sosiolog: Fenomena Kerajaan Muncul karena Minim Kesejahteraan Sosial

Salah satu petinggi Sunda Empire yang jadi tersangka. Foto-Instagram/#sundaempire

apahabar.com, JAKARTA – Sosiolog dari Universitas Nasional (Unas) Nia Elvina mengatakan maraknya fenomena kerajaan yang muncul di Tanah Air beberapa waktu terakhir dikarenakan minimnya kesejahteraan sosial dari masyarakat itu sendiri.

“Saya kira maraknya fenomena munculnya kerajaan-kerajaan akhir-akhir ini merupakan salah satu respon masyarakat terhadap masih minimnya pemenuhan harapan masyarakat dari pemerintah,” kata dia saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (01/02).

Ia menambahkan ketika minimnya kesejahteraan sosial tadi, disaat bersamaan muncul ajakan dari kelompok tertentu yang mengaku bisa memberikan kehidupan sosial ekonomi jauh lebih baik.

Akibatnya, masyarakat yang merasa kesejahteraan sosial ekonominya tidak terpenuhi tadi langsung menerima tawaran itu dengan harapan adanya perbaikan kehidupan.

“Ketika ada tawaran tentang harapan mengenai kehidupan sosial ekonomi yang lebih baik dari kerajaan ini, masyarakat akan segera mempercayai,” lanjut dia.

Apalagi, sebagian besar masyarakat tadi merupakan kelompok atau kategori kelas menengah ke bawah yang notabene kehidupan ekonomi dan pendidikan mereka rendah.

Hal itu, lanjut dia ditambah pula masyarakat tersebut masih belum masuk pada tataran masyarakat yang komunikatif atau dengan kata lain informasi hanya berjalan asimetris.

Apalagi, katanya informasi tersebut hanya berjalan satu arah terutama kepada kelompok elit saja sehingga sering terjadi disinformasi di tengah masyarakat.

“Yang paham ya para elite. Makanya sering terjadi disinformasi dalam masyarakat kita,” ujarnya.

Melihat kondisi itu, Nia menyarankan agar pemerintah mengoreksi kebijakan yang menyangkut kesejahteraan sosial terutama program peningkatan ekonomi masyarakat kelas menengah ke bawah harus menjadi fokus.

Beberapa waktu terakhir, masyarakat di Tanah Air dihebohkan dengan munculnya sejumlah kerajaan yaitu Keraton Agung Sejagat, Sunda Empire dan terakhir King of The King atau Indonesia Mercusuar Dunia (IMD) di Tangerang.(Ant)

Baca Juga: Tiga Petingginya Tersangka, “Sunda Empire” Disinyalir Miliki Ribuan Anggota

Baca Juga: Polisi Selidiki Keberadaan Sunda Empire di Lhokseumawe

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

Belum Dapat Izin, Kopdargab IMO Kalseltengbar Ditunda
apahabar.com

Gaya

Sejarah Berbagi Hidangan Berbuka dan Sahur
apahabar.com

Gaya

Mengintip Kisah Si Cantik asal Rantau Doyan Kendarai Vespa Piaggio
apahabar.com

Gaya

Kanker Payudara pada Lelaki, Bagaimana Pengobatannya?
apahabar.com

Gaya

7 Rekomendasi Aplikasi Edit Foto dan Video
apahabar.com

Gaya

Kabut Asap Ganggu Jarak Pandang Peserta Touring Kemerdekaan
apahabar.com

Gaya

Tips Anis Lupita Sari, Tetap Cantik Saat Puasa
apahabar.com

Gaya

Google Akan Batasi Iklan yang Disisipkan Teknologi Ilegal
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com