Setelah Tarif 10 Kubik Dihapus, Intip Kerugian PDAM Bandarmasih Belum Dilantik, 5 Calon Kepala Dinas di Banjarmasin Dibuat Waswas Diam-Diam, Penembak Mati Kades Jirak Tabalong Sudah Divonis! Resmi, Tim H2D Laporkan Dugaan Pelanggaran BirinMu ke Bawaslu Kalsel Dugaan Pelanggaran Pemilu di Kalsel, Penantang BirinMu Beber Sederet Bukti dari Amuntai

Stok Gula Kalsel Menipis, Ribuan Pelaku UMKM Menjerit!

- Apahabar.com Jumat, 28 Februari 2020 - 17:34 WIB

Stok Gula Kalsel Menipis, Ribuan Pelaku UMKM Menjerit!

Ilustrasi pedagang gula. Foto-Net

apahabar.com, BANJARMASIN – Bahan baku yang minim mengakibatkan harga gula di  nasional maupun daerah semakin melambung tinggi. Di Banua – sebutan Kalimantan Selatan (Kalsel), stok gula rafinasi dan konsumsi kian menipis.

“Kenapa? Karena orang Jawa Timur sudah beli gula ke Jakarta. Begitu pula daerah lain seperti Lampung,” ucap Ketua Asosiasi Gula Bersatu Kalsel, H. Aftahuddin, Jumat (28/2) siang.

apahabar.com

Ketua Asosiasi Gula Bersatu Kalimantan Selatan, H. Aftahuddin. Foto-apahabar.com/Muhammad Robby

Hingga hari ini, kata dia, harga gula di Jakarta dan Jawa Timur berkisar Rp 14,3 ribu hingga Rp 14,6 ribu per kilogram.

“Apalagi yang mau kita jual. Otomatis harga di sini menjadi Rp 16 ribu,” cetus Aftah yang juga menjabat Ketua APJI Kalsel.

Baca juga :  BREAKING NEWS! Lelaki Paruh Baya Warga Pelambuan Tenggelam di Sungai Barito Akhirnya Ditemukan

Aftah pun tak bisa memperkirakan berapa jumlah stok gula di Kalsel, namun pastinya masuk kategori minim.

Ia merinci, kebutuhan gula di Kalsel sekitar 10 ribu ton per bulan. Terbagi dari 5 ribu ton gula rafinasi dan 5 ribu ton gula konsumsi.

“Ini masih belum masuk distribusi ke Kalteng. Ya, sekitar 2 ribu ton per bulan,” bebernya.

Ia berdalih, pemerintah terlalu lama menunggu keputusan karena masa transisi pemerintahan dari menteri lama ke menteri baru.

“Kita pahami itu, tapi jangan terlalu terlena karena situasi ini emergency sekali,” tegasnya.

Padahal, pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) Kalsel sangat memerlukan gula khususnya rafinasi.

Sedikitnya, terdapat 1.200 pelaku UMKM di Kalsel yang terdampak akibat stok gula yang kurang.

Baca juga :  Revisi Perda RTRW Kota Banjarmasin Dibahas Secara Detail

Ironisnya, ada pelaku UMKM menggunakan gula konsumsi untuk kebutuhan usaha.

“Itu yang memberatkan mereka, takutnya nanti akan menjadi gejolak. Meskipun, sementara ini masih belum ada,” katanya.

Dalam kondisi ini, tambah dia, pemerintah harus memberikan izin agar gula rafinasi bisa digunakan untuk industri makanan dan minuman.

“Terlebih itu telah memperoleh rekomendasi dari pemerintah sehingga bisa diberikan penyaluran secepat mungkin. Saya berharap pemerintah secepatnya meluncurkan gula penugasan atau gula rafinasi untuk dibuat menjadi kristal putih dengan bahan asli tebu,” pungkasnya.

Baca Juga: Bulog: Stok Bahan Pokok di Kalteng Aman Beberapa Bulan ke Depan

Baca Juga: Cuaca Ekstrem Picu Sejumlah Harga Pangan di Kalsel

Reporter: Muhammad Robby

Editor: Syarif

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Jokowi Sebut IA-CEPA Bakal Tingkatkan Keterbukaan Perdagangan dan Investasi
apahabar.com

Ekbis

Naik Tipis, Ekonomi Kalimantan Selatan Masih Bertumpu Batu Bara
apahabar.com

Ekbis

BRI KC Marabahan Umumkan Pemenang Panen Hadiah Simpedes Periode II
apahabar.com

Ekbis

Bank Indonesia Sebut Kalsel Alami Inflasi di Agustus 2020
apahabar.com

Ekbis

Jelang Haul, Ratusan Warga Sekumpul Serbu Pasar Murah
apahabar.com

Ekbis

Pandemi Covid-19, Produksi Migas Pertamina Naik
apahabar.com

Ekbis

Kementan Dorong Pekarangan Rumah Jadi Lumbung Pangan Mandiri
apahabar.com

Ekbis

Perputaran Uang di Batola Masih Timpang
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com