2021, Kemenhub Kaji Wacana Pembangunan Bandara di Barabai HST Kalsel Cara Nonton Live Streaming El Clasico Barcelona vs Real Madrid di Bein Sport & Vidio.com Malam Ini Jam Tayang & Link Live Streaming UFC 254 Khabib vs Gaethje di ESPN+, Duel Dua Juara! Jadwal Timnas U16 Indonesia vs UEA Malam Ini, Live NET TV & Live Streaming Mola TV, Prediksi Skor! Kontroversi Pencopotan Sekda Tanah Bumbu, Ombudsman: Jangan Lampaui Kewenangan

Terbantu JKN-KIS, Ali Berharap Pemerintah HST Pertahankan UHC

- Apahabar.com Senin, 24 Februari 2020 - 20:12 WIB

Terbantu JKN-KIS, Ali Berharap Pemerintah HST Pertahankan UHC

Ali Noerdin saat di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Barabai, Senin (24/2). Foto Reza for apahabar.com

apahabar.com, BARABAI – Hadirnya Program Jaminan Kesehatan Nasional dengan Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) sejak 2014 silam, membawa manfaat bagi masyarakat di Bumi Murakata-Hulu Sungai Tengah (HST).

Seperti Ali Noerdin, warga Kecamatan Batang Alai Timur yang tinggal di desa yang masuk kategori terpencil. Dia merasa bersyukur program JKN-KIS menjangkau daerahnya di Desa Tandilang yang memakan waktu sekitar 1,5  jam dari pusat kota HST, Barabai.

Sebuah pengalaman diceritakan Ali sebelum menjadi peserta BPJS Kesehatan. Waktu itu ia masih menggunakan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda).

Baca Juga: UHC Kurang Dana Rp9 Miliar, DPRD HSU Kunjungi BPJS Kesehatan Barabai

“Dulu saat masih pakai Jamkesda, saya pernah dirujuk ke rumah sakit swasta di Kandangan, HSS, tapi akhirnya bayar sendiri,” cerita Ali saat dijumpai di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Barabai, Senin (24/2).

Kini, Ali merasa bersyukur setelah ada Program JKN-KIS yang menurutnya jauh lebih baik dari program Jamkesda.

Awal mula menjadi peserta Program JKN-KIS, cerita Ali, berawal dari  2018. Waktu itu dia terdaftar sebagai peserta mandiri.

“Waktu itu motivasi saya mendaftar, karena Jamkesda sudah mulai tidak diberlakukan,” aku Ali.

Ali merasa lebih beruntungnya. Sebab per 2019 lalu, dia mendapat informasi bahwa Pemkab HST memberikan pengobatan gratis untuk seluruh masyarakatnya melalui BPJS Kesehatan.

Pemkab HST pun sudah teken kerjasama dengan program Universal Health Coverage (UHC) atau jaminan kesehatan semesta per

Biaya yang dikeluarkan Pemkab HST pasca-kenaikan awal 2020 tadi menyentuh Rp30 miliar yang dianggarakan dari APBD HST sebesar Rp1,3 triliun.

“Saat itu saya langsung mendaftar sebagai peserta UHC sampai sekarang, alhamdulillah sudah tidak bayar iuran lagi,” kata Ali.

Selama menjadi peserta JKN-KIS melalui UHC, keluarga kecil Ali pernah manfaatkan beberapa kali. Di antaranya untuk melahirkan melalui caesar dan berobat ke rumah sakit saat terkena penyakit muntaber.

“Semuanya dijamin dari program JKN-KIS tanpa tambahan biaya sama sekali sampai sembuh,” kata Ali.

Ali juga mendapat pengalaman lebih terjait JKN-KIS. Kata Ali, ada kerabatnya yang ingin berobat ke Puskesmas, namun dia lupa membawa KIS.

“Ternyata dengan menunjukkan NIK atau KTP saja sudah dapat dilayani dan dari NIK itu data pada KIS kita terlihat atau terdaftar sebagai peserta JKN,”kata Ali.

Ali berharap program JKN-KIS terus dipertahankan, terlebih dengan adanya bantuan pemerintah, UHC.

“Sudah banyak orang yang terbantu, hadirnya jadi berkah kita semua,” tutup Ali.

Baca Juga: Ditunjuk Sebagai Tuan Rumah KTTI, BPJS Kesehatan RI Siap Jalankan Amanah

Reporter: HN Lazuardi
Editor: Syarif

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Desa Kalahiang Membara, 3 Rumah Hangus Terbakar
apahabar.com

Kalsel

Dikenal Pendiam, Tersangka Diduga Cabuli Korban 3 Kali
apahabar.com

Kalsel

Pelanggaran APK Marak Lagi, Bawaslu Siap Beraksi
apahabar.com

Kalsel

Sentra Gakkumdu Banjarbaru Antisipasi Potensi Pelanggaran Pilkada Serentak 2020
apahabar.com

Kalsel

Sempat Flu, Jasad Pria di Banjarmasin Utara Dievakuasi Standar Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Tunggu Karantina Provinsi, Warga Positif Covid-19 di Marabahan Masuk SKB
apahabar.com

Kalsel

Momentum Hari Bhayangkara ke-74, Kapolres Tanbu Ingatkan Protokol Kesehatan
apahabar.com

Kalsel

Bang Dhin Desak Polisi Usut Oknum Guru Diduga Berpaham Radikal
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com