ga('send', 'pageview');
Geger Mayat Mengapung di Laut Tanbu, Polisi Sulit Identifikasi Jelang Magrib, Api Gegerkan Blok Ikan Pasar Kandangan Peringatan 100 Hari Guru Zuhdi: Makam Ditutup, Streaming Jadi Andalan Covid-19 di Bappeda Kalsel: Puluhan Positif, Satu Meninggal Dunia Tragedi Ledakan Berantai di Beirut: Puluhan Tewas, Ribuan Luka-Luka, Satu WNI




Home Hukum

Jumat, 14 Februari 2020 - 18:49 WIB

Terjaring Razia, Kurir Obat llegal Diamankan Polsek Bakumpai

Redaksi - apahabar.com

Tersangka dan ratusan ribu obat tanpa izin yang diamankan Polsek Bakumpai dalam Operasi Jaran Intan. Foto-Humas Polres Batola

Tersangka dan ratusan ribu obat tanpa izin yang diamankan Polsek Bakumpai dalam Operasi Jaran Intan. Foto-Humas Polres Batola

apahabar.com, MARABAHAN – Berawal dari razia kendaraan bermotor, Polsek Bakumpai berhasil menggagalkan peredaran puluhan ribu obat tanpa izin yang diduga masuk daftar G atau sejenis koplo.

Pengungkapan kasus ini berbarengan dengan pelaksanaan Operasi Jaran Intan 2020 di Jalan Atak Iberamsyah Desa Batik RT 002 Kecamatan Bakumpai, Selasa (11/2) malam.

Kemudian sekitar pukul 22.00 Wita, polisi menghentikan MF (35) yang mengemudikan mobil Toyota Calya DA 1867 AM dari arah Cerbon.

Semula tidak terbetik kecurigaan apapun, mengingat kelengkapan surat-menyurat yang dibawa warga Kompleks Kebun Jeruk 1 RT 008 RW.001 Kelurahan Berangas Timur Kecamatan Alalak tersebut.

Namun ketika dilakukan penggeledahan lebih jauh, polisi menemukan hal tak terduga di bagasi belakang.

Baca juga :  Kedapatan Simpan Sabu dan Ekstasi, Pria Banjarmasin Utara Diringkus Polisi

“Kami menemukan dua kardus berbungkus plastik hitam yang ditutupi selimut di bagasi,” jelas Kapolres Barito Kuala, AKBP Bagus Suseno, melalui Kapolsek Bakumpai, Ipda Henarto Yuwono, Jumat (14/2).

Setelah kardus dibuka, polisi menemukan banyak obat berlogo Y tanpa dilengkapi izin edar. Setelah dihitung-hitung, jumlah obat berwarna putih tersebut mencapai 59.000 biji.

“Pelaku mengaku hanya bertindak sebagai kurir dan disuruh seseorang mengantar barang dari Terminal Handil Bakti. Juga diketahui mobil yang dibawa pelaku merupakan sewaan,” papar Henarto.

Sekilas obat tersebut mirip dengan barang bukti penangkapan pengedar obat daftar G di berbagai daerah di Tanah Air.

Diidentifikasi mengandung trihexyphenidyl, obat berlogo Y itu dinilai lebih keras dan mahal dibandingkan pil koplo LL.

Baca juga :  Kedapatan Simpan Sabu dan Ekstasi, Pria Banjarmasin Utara Diringkus Polisi

Seperti dilansir boombastis.com, trihexyphenidyl dalam obat tersebut digunakan untuk menenangkan pasien gangguan jiwa berat dan satwa liar.

“Memang kami sudah mendapat informasi awal terkait obat tersebut. Namun kami belum dapat menyimpulkan, sebelum menerima hasil pemeriksaan dari BPOM Banjarmasin,” tukas Henarto.

“Sementara pelaku dikenakan tindak pidana sebagaimana dimaksud Pasal 196 jo Pasal 98 ayat (2) dan (3) jo Pasal 197 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan jo Pasal 55 dan 56 KUHP,” tandasnya.

Baca Juga: Nyambi Jual Sabu, Seorang Buruh Ditangkap BNNK Batola

Baca Juga: Polda Kalsel Musnahkan Ribuan Gram Sabu, dan Ekstasi Sitaan

Reporter: Bastian Alkaf
Editor: Syarif

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hukum

Tarif Prostitusi Online Artis Vannesa Angel Capai Rp 80 Juta
apahabar.com

Hukum

Polisi: Anggota Komisi Disiplin PSSI Berperan Terima Dana Suap
5 Nama Kades di Kotabaru Masuk Bidikan Polisi: Mark Up Dana Desa hingga CSR

Hukum

4 Nama Kades di Kotabaru Masuk Bidikan Polisi: Mark Up Dana Desa hingga CSR
apahabar.com

Hukum

Sembunyikan Sabu di Kotak Sirup, Pengedar di Simpang Empat Diamankan
apahabar.com

Hukum

Polresta Banjarmasin Ungkap Sindikat Pencurian Sepeda Motor Lintas Kabupaten
apahabar.com

Hukum

BNNK Batola Bekuk Dua Pengedar Sabu Di Alalak
apahabar.com

Hukum

Kabar Penculikan Resahkan Warga Martapura, Kapolsek: Faktanya Berbeda
apahabar.com

Hukum

Nabi Palsu di HST Direhabilitasi, Jaksa Ajukan Banding
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com