Hasil Liga Champions, Tanpa Ronaldo Juventus Ditekuk Barcelona, Messi Cetak Gol, Skor Akhir 2-0 Alasan Sekolah Tatap Muka di Banjarmasin Terancam Batal Beredar Video 62 Menit Operasi Pembakaran Halte Sarinah Saat Demo Anti UU Omnibus Law, Sosok Pelaku Terekam? Video Detik-detik Buaya Raksasa Diangkat dari Sungai Kayubesi Babel, Diyakini Warga Sebagai ‘Siluman’ Kasus Pembunuhan Istri Muda Pembakal di HST Inkrah, Jaksa Eksekusi Terpidana ke Martapura

Terkait Corona, Masyarakat Batola Diminta Tak Termakan Hoaks

- Apahabar.com Selasa, 18 Februari 2020 - 15:43 WIB

Terkait Corona, Masyarakat Batola Diminta Tak Termakan Hoaks

Sejak virus corona merebak, semua bandara internasional di Indonesia dipasangi Optotherm. Foto-Istimewa

apahabar.com, MARABAHAN – Kendati dilaporkan belum terdapat pengidap corona di Indonesia, penyebaran hoaks yang berhubungan virus ini cukup kencang.

Corona atau covid-19 telah menyebabkan 1.863 orang meninggal di China. Selain di Negara Tirai Bambu itu, kematian akibat corona juga terjadi di Jepang, Hong Kong, Taiwan, Prancis, dan Filipina.

Ironisnya belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkan penyakit tersebut. Lantas disebut-sebut bahwa corona merupajan azab yang diturunkan kepada warga China.

“Kesimpulan tentang azab tersebut hanya satu dari sekian hoaks atau kabar burung, terkait penyebaran corona,” papar Epidomologi Madya Dinas Kesehatan Kalimantan Selatan, Mursalin, seusai sosialisasi corona bersama Dinas Kesehatan Barito Kuala, Selasa (18/2).

“Juga tidak benar kalau corona menyebar lewat tatapan mata, akibat memakan sup kelelawar, senjata biologis yang bocor, atau bisa menular melalui ponsel buatan China,” imbuhnya.

Selain tentang penyebab, juga muncul hoaks yang berhubungan dengan obat corona. Seperti dapat disembuhkan dengan memakan bawang putih, atau rutin minum air putih dan menjaga tengggorokan tetap lembab.

“Oleh karena tergolong virus baru, kami hanya berusaha mempersiapkan tenaga kesehatan di Puskesmas, seandainya terdapat kasus yang perlu dipantau. Itu termasuk mekanisme rujukan ke RSUD Ulin,” jelas Mursalin.

“Masyarakat juga tetap harus berperilaku hidup bersih dan sehat, meningkatkan daya tahan tubuh, serta menggunakan masker ketika sedang flu dan batuk,” imbuhnya.

Sekalipun pasien mengalami demam hingga mencapai 38 derajat, menentukan suspek corona dibutuhkan proses panjang.

“Pertama-tama spesimen diambil dulu dan dikirim ke Balai Penelitian dan Pengembangan Departemen Kesehatan. Baru kemudian diputuskan positif atau negatif,” beber Mursalin.

Sebagai pertolongan pertama, pasien diberi obat penurun demam. Selanjutnya pasien terus dipantau, karena penanganan kesehatan mengharuskan kehati-hatian.

“Diagonis tak hanya diambil berdasarkan satu gejala. Selain demam tinggi, gejala corona juga batuk, sesak napas, dan pneumonia,” tukas Mursalin.

“Memiliki riwayat mengunjungi negara yang terjangkit corona, atau pernah kontak dengan orang positif, juga menjadi pertimbangan,” tandasnya.

Baca Juga: Tiga WNI di Kapal Diamond Princess Positif Tertular Virus Corona

Baca Juga: 93 Kematian Baru di Hubei Akibat Virus Corona

Reporter: Bastian Alkaf
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Lapas Karang Intan Miliki Warga Binaan Ribuan Orang, Banser Banjar Tunjukkan Aksi Kepedulian
apahabar.com

Kalsel

Puluhan Kilometer Jalur Mudik di Kalsel Rusak
apahabar.com

Kalsel

Positif Bertambah, Covid-19 di Tanbu Tembus 307 Kasus
apahabar.com

Kalsel

Irwan, Pemadam yang Tewas Tersetrum Tinggalkan 1 Orang Anak
apahabar.com

Kalsel

Satu Tim Bakal Pasangan Calon Pilwali Banjarmasin Diduga Berbuat Curang
apahabar.com

Kalsel

Guru Zuhdi Wafat, Bang Dhin: Beliau Ulama Punya Semangat Gotong Royong
apahabar.com

Kalsel

Dibayangi Biarpet, Siswi di Tabalong Tetap Serius Ikuti Ujian Daring
apahabar.com

Kalsel

Jemaah Haji Banjarmasin dan Balikpapan Rayakan 17 Agustus di Mekah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com