Usai Beasiswa 1000 Doktor, SHM Bakal Cetak Ribuan Sarjana Baru di Tanah Bumbu Sederet Prestasi Niha, Hafizah Cilik Kotabaru dari MTQ Tingkat Kabupaten hingga Provinsi Polisi Anulir Pernyataan Status Tersangka Dua Mahasiswa Kalsel 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian Paula Verhoeven Hamil, Kiano Bakal Punya Adik, Baim Wong Ingin Mak Beti Ucapkan Selamat ke Sang Istri

Terpapar Corona, Rupiah Pagi Ini Kembali Melemah

- Apahabar.com Jumat, 28 Februari 2020 - 11:00 WIB

Terpapar Corona, Rupiah Pagi Ini Kembali Melemah

Ilustrasi rupiah. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat (28/2) pagi bergerak melemah.

Kurs rupiah melemah 63 poin atau 0,45 persen menjadi Rp14.088 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.025 per dolar AS.

Praktis, kondisi demikian tak banyak berubah dari kemarin. Kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis sore melemah menembus level Rp14.000 per dolar AS dipicu sentimen wabah Virus Corona baru atau COVID-19.

Rupiah ditutup melemah 85 poin atau 0,61 persen menjadi Rp14.025 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp13.940 per dolar AS.

“Dampak melambatnya ekonomi global akibat epidemi Virus Corona yang terus menyebar ke berbagai negara, maka hampir pasti Indonesia mengalami perlambatan ekonomi,” kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, seperti diwartakan sebelumnya.

Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal I tahun 2020 kemungkinan berada di bawah 5 persen.

Sedangkan untuk keseluruhan 2020, BI mengubah proyeksi dari 5,1-5,5 persen menjadi 5-5,4 persen.

Menurut Ibrahim, guna menanggulangi dampak wabah COVID-19 tersebut, maka Pemerintah dan Bank Indonesia harus memperkuat stabilitas ekonomi dengan cara melakukan strategi bauran kebijakan baik moneter, fiskal, maupun yang lainnya, sehingga bisa meningkatkan kepercayaan pasar terhadap perekonomian dalam negeri.

Selain itu, BI hari ini kembali melakukan intervensi di pasar valas dan obligasi di perdagangan Domestic Non Deliverable Forward (DNDF).

“Intervensi yang dilakukan oleh BI tidak bisa membawa mata uang Garuda menguat, namun apa yang dilakukan oleh bank sentral tersebut sudah memberikan upaya maksimal untuk menahan laju pelemahan mata uang rupiah,” ujar Ibrahim.

Rupiah pada Rabu pagi dibuka menguat di posisi Rp13.934 per dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp13.934 per dolar AS hingga Rp14.025 per dolar AS.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Kamis menunjukkan rupiah melemah menjadi Rp14.018 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp13.966 per dolar AS.

Baca Juga: Dipicu Sentimen Virus Corona, Rupiah Ditutup Melemah

Editor: Fariz Fadhillah

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Ketergantungan Sektor Tambang, BI Sarankan Kalsel Fokus Hilirisasi
apahabar.com

Ekbis

Pertamina Resmi Alihkan Participating Interest 10% WK Mahakam
apahabar.com

Ekbis

Rupiah Melemah Dipicu Kekhawatiran Gelombang Kedua Covid-19
apahabar.com

Ekbis

Awal Pekan, Rupiah Menguat ke Rp14.129 per Dolar AS
apahabar.com

Ekbis

Terimbas Covid-19, BI Ungkap Kondisi Perekonomian Kalsel
apahabar.com

Ekbis

Jelang Lebaran, Pertamina Jamin Kebutuhan BBM dan Elpiji di Kalimantan
Honda CRF 150 L

Ekbis

Laris Manis, Beli Honda CRF 150 Mesti Menunggu Sebulan
apahabar.com

Ekbis

Desember, Jokowi Digadang Resmikan Operasional Bandara Syamsudin Noor Internasional
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com