Direvisi 5 Kali, Anggaran Covid-19 di Banjarmasin Kembali Membengkak! Kanalisasi Sepeda Motor di Banjarmasin Mencuat, Ahli Beri Catatan Plus Minus Catat, Banjarmasin Belum Akan Buka Sekolah Saat Ajaran Baru Nasib Pengemudi Bodong, Penabrak Mobil Ketua DPRD Kotabaru Motif Pembunuhan di Belitung Darat, Pelaku Tak Terima Istri Dimarahi




Home Kalsel

Senin, 24 Februari 2020 - 12:18 WIB

Tolak Omnibus Law, Demo Mahasiswa di DPRD Kalsel Diwarnai Adu Mulut

Redaksi - Apahabar.com

Anggota DPRD Kalsel, Lutfi Saifuddin adu mulut dengan para pengunjuk rasa. Foto-apahabar.com/Rizal Khalqi

Anggota DPRD Kalsel, Lutfi Saifuddin adu mulut dengan para pengunjuk rasa. Foto-apahabar.com/Rizal Khalqi

apahabar.com, BANJARMASIN – Demo mahasiswa menolak Omnibus Law Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja diwarnai adu mulut dengan anggota DPRD Kalimantan Selatan, Senin (24/2) pagi.

Mahasiswa yang ingin menyampaikan aspirasi di depan kantor DPRD Kalsel tidak mendapat izin dari pihak kepolisian.

“Mereka punya SOP. Saya tidak bisa perintah beliau. Mereka juga dilindungi undang-undang,” kata Anggota DPRD Kalsel, Lutfi Saifuddin saat menerima aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Kalsel.

Lutfi menyebut, jika memaksakan para pengunjuk rasa menyampaikan aspirasinya di depan gedung DPRD Kalsel maka akan melanggar SOP dari aparat kepolisian.

“Kalau kita memaksakan, maka akan bentrok dengan kepolisian, mereka punya SOP,” tegasnya.

Baca juga :  Warga Tapin Diminta Tetap Waspada Virus G4 dan Jembrana

Meski demikian, massa gabungan Mahasiswa yang berasa dari gabungan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalimantan Selatan ini mendesak supaya bisa menyampaikan aspirasinya persis di depan DPRD Kalsel.

Baca JugaCatatan Teguh Santosa: UU Pers Tidak Perlu Masuk Omnibus Law

Adu argumen antara mahasiswa dengan anggota DPRD pun tidak bisa di hindari. Mahasiswa beranggapan jika anggota dewan tidak memiliki aspirasi sendiri.  Mereka di cap hanya sebagai kantor pos yang mengirimkan aspirasi ke Pusat.

“Mana sikap dewan, aspirasi dewan. Sama saja dewan seperti kantor pos,” kata salah satu mahasiswa yang berdebat.

Lutfi membantah. Dia pun membicarakan soal fungsi dan tugas pokok anggota DPRD Kalsel.

Baca juga :  Terapkan Protokol Kesehatan, Koramil 1008-05 Kelua Kawal Pembagian BLT

“Jangan samakan dong dengan kantor pos,” sahut Lutfi

Lutfi menyebut secara garis besar aspirasi mahasiswa senada dengan yang di sampaikan pada unjuk rasa gabungan buruh beberapa waktu lalu.

Mahasiswa juga meminta DPRD Kalsel untuk membuatkan surat pernyataan sikap Dewan lengkap dengan stempel dan tanda tangan anggota DPRD Kalsel.

Di akhir, mahasiswa minta anggota DPRD Kalsel supaya berdebat di pusat jika sama- sama menolak dengan Omnibus Law Cipta Kerja.

Baca Juga: Jika Merugikan Buruh, Kadin Kalsel Siap Tolak RUU Omnibus Law

Reporter: Rizal Khalqi
Editor: Muhammad Bulkini

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Menjelang Ramadan, BPOM Siap Awasi Produk Takjil Buka Puasa
apahabar.com

Kalsel

H-1 Haul Guru Sekumpul, Puluhan Anak Terlepas dari Orang Tuanya
apahabar.com

Kalsel

Polisi dan TNI di Banjarmasin Salurkan Bantuan ke Warga Pesisir Sungai
apahabar.com

Kalsel

Meraba Peta Perpolitikan di Pilkada 2020, Pengamat Ini Bocorkan 5 Strategi

Kalsel

Mengenal Mulyani, Seniman Tanpa Batas dari Batola
apahabar.com

Kalsel

Garang di Facebook, Penghina BPK Banjarbaru Ngaku Khilaf Depan Polisi
apahabar.com

Kalsel

Pembalap Liar di Tapin Disanksi Tegas, Kasatlantas: Agar Jera
apahabar.com

Kalsel

Berantas Karhutla, Wakapolri Minta Aplikasi Bekantan Dimaksimalkan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com