apahabar.com
H Tajerian Noor diwakili kakak kandungnya H Sudian Noor, bersama Guru Udin saat prosesi peletakan batu pertama pembangunan musala di lahan seluas 6 hektare di Indramayu-Gunung Ulin, Kotabaru. Foto-Istimewa

apahabar.com, KOTABARU – Tak salah jika Tajerian Noor dianggap sebagai sosok pengusaha muda yang royal di Kotabaru, Kalimantan Selatan.

Terbaru, Bos PT Buana Karya Wiratama (BKW) ini membangun sebuah musala di hari ulang tahunnya. Musala yang dinamakan sesuai dengan namanya sendiri itu dibangun di Desa Indramayu-Gunung Ulin, Kotabaru.

Ultah Tajerian Noor sendiri bertepatan dengan hari kasih sayang atau ‘Valentine Day’, 14 Februari 2020. Kemarin, usia Tajeri genap 42 tahun.

Meski boleh disebut pengusah tajir, di hari ulang tahunnya Tajeri justru merayakannya dengan sesama umat muslim.

Musala yang dibangun diberi nama istana kebahagiaan lembah kedamaian, karena posisinya tepat berada di salah satu punggung sebuah gunung di Pulau Laut.

Informasi dihimpun, pembangunan musala ini menyedot dana ratusan juta rupiah. Proyek pembangunannya dimulai dengan prosesi peletakan batu pertama.

Lantaran sibuk, Tajeri tampak tidak hadir. Namun ia diwakili kakak kandungnya, yakni H Sudian Noor yang juga sebagai Bupati di Tanah Bumbu.

Salah satu tokoh ulama di Kotabaru, KH Syaifuddin, atau Guru Udin sangat bangga dan salut atas kemurahan hati Bos BKW itu.

“Tentu sebagai warga Kotabaru saya pribadi salut, dan bangga sekali dengan kebaikan H Tajeri ini. Dia itu sukses, tapi tetap peduli bidang pendidikan agama,” ujar Guru Udin, kepada apahabar.com Sabtu, (15/2) siang.

Apalagi kemarin, Guru Udin bilang Tajeri menyumbang langsung pembangunan musala di lokasi yang rencananya akan dibuat pusat kegiatan keagamaan.

“Jadi, memang saat kami bertemu beliau ngobrol soal tempat ibadah, majelis taklim, pesantren, dan pembangunan di Kotabaru. Saya sempat kaget, kemarin beliau langsung bantu bangun Musola,” ujar Guru Udin.

Kata Guru Udin, keutamaan seseorang membangun tempat ibadah, selain menjadi ladang pahala, pasti menjadi amal jariyah, sedekah yang akan terus mengalir meski sudah meninggal dunia.

“Ini namanya sedekah jariyah mas. Pahalanya akan terus mengalir meskipun orangnya sudah tiada atau meninggal. Semoga musala ini nanti bermanfaat, dan Tajeri semakin sukses dan mendapat keberkahan di dunia dan akhirat,” pungkas Guru Udin.

Tajerian Noor sendiri saat dihubungi apahabar.com justru memilih bersikap rendah hati terkait pembangunan musala itu.

“Iya Bang. Enggak usah lah dipublis. Takutnya masyarakat menilai lain. Ini kan suasananya menjelang Pilkada. Jangan sampai ini dikaitkan dengan politik. Intinya, rezeki kita semua, di sana pula ada hak orang lain yang harus kita salurkan,” ujarnya mengakhiri.

Baca Juga: Update Banjir Amuntai: BPBD Siaga, Polisi Jemput Tahanan

Baca Juga: Besok, 7 Mahasiswa Kalsel di China Tiba dari Natuna

Baca Juga: Sensus Penduduk 2020 Secara Online, BPS Terjunkan Ribuan Relawan

Baca Juga: Tikungan Puntik Renggut Nyawa Warga Teluk Tiram

Reporter: Masduki
Editor: Fariz Fadhillah