apahabar.com
BPBD masih menetapkan HSU sebagai wilayah darurat Banjir. Foto-BPBD Kalsel for apahabar.com

apahabar.com, BANJARBARU – Banjir yang merendam ribuan rumah di Amuntai Kabupaten Hulu Sungai Utara berangsur surut.

“Hampir semua kecamatan sudah surut,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kalsel, Wahyuddin kepada apahabar.com, Sabtu (15/2) pagi.

BPBD masih mendata jumlah keseluruhan korban dan infrastruktur terdampak banjir.

“Kami juga meminta kepada camat untuk melakukan pendataan infrastuktur yang terdampak banjir, baik fasilitas umum berupa sekolah, jalan dan lain lain,” lanjutnya.

Dikatakan Wahyuddin, meski banjir telah surut namun BPBD tetap siaga. Mengingat status tanggap darurat masih berlaku.

“Hasil briefing tetap bersiaga selama status tanggap darurat berlangsung, baik personel, sarpras dan lain lain, termasuk aktivasi posko,” jelasnya.

Para camat diminta selalu berkoordinasi dengan BPBD HSU terkait kondisi riil di lapangan.

“Termasuk penyaluran logistik kepada masyarakat yang belum dapat atau belum terdata,” sambungnya.

Begitu juga BPBD Kalsel, tetap melakukan pemantauan dan selalu berkoordinasi dengan BPBD HSU. Informasi terbaru, aktifitas masyarakat mulai berjalan normal.

“Sebagian masyarakat sedang melakukan bersih-bersih rumah, pekarangan,” ujar Ujud, sapaannya.

Mulai lancarnya aktivitas masyarakat, maka beberapa fasilitas bantuan seperti dapur umum mulai meninggalkan lokasi. “Sudah selesai juga tugas dapur umum,” ucapnya.

Informasi yang terhimpun, BPBD HSU telah menyalurkan bantuan logistik yang tersedia. Baik dari pemda, perusahaan dan yang lainnya, kepada masyarakat terdampak bencana melalui camat masing-masing dengan catatan data yang diusulkan.

Seperti diketahui, bantuan logistik telah berdatangan dari berbagai pihak kepada korban terdampak banjir. Salah satunya datang dari Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor pada Kamis (13/2) lalu.

Pemindahan Tahanan

Polisi harus mengevakuasi 44 tahanan mereka ke lembaga permasyarakatan (Lapas) setempat lantaran banjir tak kunjung surut.

apahabar.com
Tim Reskrim Polres HSU mengawal penjemputan tahanan yang dititipkan saat banjir merendam, Jumat pagi. Foto-Polres HSU for apahabar.com

Terbaru, 19 tahanan di antaranya telah dijemput polisi karena ruang tahanan di Mapolres HSU sudah dapat digunakan kembali.

Pemindahan 9 tahanan narkotika dan 10 pidana umum dari Lapas itu dilakukan pada Jumat (14/2) pagi.

“Kemarin kan kebanjiran sekarang sudah mulai surut. Proses pemindahan tahanan berjalan aman,” jelas Kapolres Hulu Sungai Utara AKBP Ahmad Arif Sopiyan didampingi Kasat Reskrim Iptu Kamarudin dihubungi apahabar.com, Sabtu (15/2).

“Sisanya tahanan lainnya memang kami titipkan di Lapas karena kapasitas rutan Kita hanya 20-25 orang saja,” ujar Kamarudin.

Baca Juga: Lokasi Banjir di Amuntai Jadi ‘Waterboom’ Dadakan

Baca Juga: 5.757 Rumah Terendam, Amuntai HSU Darurat Banjir!

Reporter: Nurul Mufidah 
Editor: Fariz Fadhillah