Fix, Pengeboran Migas di Mahakam Ulu Kaltim Lanjut 2021 Seruan Jokowi: Buru Pelaku Pembantaian Satu Keluarga di Sigi! Malu-maluin! Pemuda di Kotabaru Jambret Wanita demi Komix Terungkap, Korban Tewas Kecelakaan di Tapin Warga Wildan Banjarmasin INALILAHI Hujan Lebat, Pengendara Vario di Tapin Tewas

Virus Corona Bisa Lebih Rentan Menyerang Pria, Mitos atau Fakta?

- Apahabar.com Selasa, 4 Februari 2020 - 14:20 WIB

Virus Corona Bisa Lebih Rentan Menyerang Pria, Mitos atau Fakta?

Ilustrasi virus corona baru atau 2019-nCoV. Foto-Pixabay

apahabar.com, JAKARTA – Beragam informasi bermunculan mengenai jenis baru virus corona atau 2019-nCoV, salah satunya virus ini lebih banyak menyerang pria ketimbang perempuan. Benarkah ini?

“71 persen pada laki-laki ketimbang perempuan,” ujar Ahli pulmonologi dari Rumah Sakit Universitas Indonesia, Dr. Raden Rara Diah Handayani dalam media briefing di Depok, Selasa (04/02).

Lebih lanjut, dokter spesialis mikrobiologi RSUI, dr. R. Fera Ibrahim mengatakan hal ini berhubungan dengan jumlah reseptor ACE2 yang lebih banyak pada pria dibandingkan wanita.

“Virus akan menginfeksi sel, masuk lalu mereplikasi. Untuk masuk ke sel ada reseptor. (Jenis baru) corona mirip SARS, ada reseptor yang namanya ACE2. Reseptor ini ada di nasofaring hingga otak. Tapi yang paling banyak di sel epitel paru sehingga tampak seperti infeksi saluran napas dan diare,” papar Fera.

Penelitian yang dilakukan saat kasus SARS terjadi, menunjukkan reseptor ACE2 lebih banyak pada laki-laki ketimbang perempuan.

“Ada yang meneliti di zaman SARS (mewabah), ternyata reseptor ACE2 banyaknya di laki-laki, lebih banyak pada ras Asia dibandingkan kulit putih dan hitam,” kata Fera.

Karena mirip dengan SARS, virus corona juga bisa bertahan selama enam hari di udara dingin apalagi ada protein tertentu yang membuatnya bertahan lebih lama.

Namun, virus ini bisa dilumpuhkan salah satunya melalui pemanasan pada suhu sekitar 56 derajat Celcius selama 30 menit.

Selain laki-laki, 2019-nCoV juga disebut lebih rentan menginfeksi orang lanjut usia ketimbang orang muda. Mengenai hal ini Diah mengatakan, semua orang berisiko.

“Semua orang berisiko. Usia (yang dilaporkan) 19 bulan paling muda, sampai usia 89 tahun (paling tua). Pasien meninggal dunia rata-rata usia 40-50 tahun,” kata dia.

Diah memaparkan, total kasus akibat virus yang pertama kali ditemukan di Wuhan, China itu meningkat dari 14.557 kasus pada 2 Februari 2020 menjadi 20.626 kasus pada hari ini.(Ant)

Baca Juga: Hong Kong Laporkan Kematian Pertama Akibat Virus Corona

Baca Juga: Jokowi Sebut Virus Corona Sebagai Bencana

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

Simak 8 Tips saat Pakai Masker Kain
apahabar.com

Gaya

Muslimah yang Ingin Berbisnis Wajib Serius dan Fokus

Gaya

JENIS-JENIS KUCING KAMPUNG
apahabar.com

Gaya

Budaya Minum Kopi Kekinian
apahabar.com

Gaya

Miliki Room VIP dan Lahan Parkir Luas, Rumah Sambal Acan Raja Banjar Cabang Kayu Tangi Kian Memesona
apahabar.com

Gaya

Resep Kue Bingka Kentang Khas Banjar, Manis Lezat dan Lembut
apahabar,com

Gaya

5 Destinasi Wisata Seru di Malaysia yang ‘Wajib’ Dikunjungi
apahabar.com

Gaya

Mengupas Mitos Persalinan, Termasuk Soal Air Kelapa
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com