Kasus Pembunuhan Istri Muda Pembakal di HST Inkrah, Jaksa Eksekusi Terpidana ke Martapura Muatan Politis dalam Pencopotan Sekda Tanah Bumbu Kantongi 3 Barang Bukti, Bawaslu Dalami Dugaan Pelanggaran BirinMU BW, Eks Pimpinan KPK Buka-bukaan Alasan Turun Gunung Bantu H2D Gandeng BW, Tim H2D Laporkan Dugaan Pelanggaran Petahana Kalsel ke Bawaslu

Wabah Corona Dijamin Tak Ganggu Investasi di Kalsel

- Apahabar.com Senin, 17 Februari 2020 - 17:12 WIB

Wabah Corona Dijamin Tak Ganggu Investasi di Kalsel

Ilustrasi. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Wabah virus corona yang melanda Wuhan China dipastikan tak mengganggu iklim investasi di Kalimantan Selatan.

“Kalau untuk Kalsel sendiri, sejauh ini masih belum terlihat dampaknya. Akan tetapi, secara nasional pasti ada,” ucap
Kabid Pengendalian Penanaman Modal DPMPTSP, Denny P Sinaga kepada apahabar.com, Senin (17/2) siang.

Kalaupun terdampak, kata dia, dipastikan sangat kecil. Karena China berada di urutan kelima dalam urusan investasi di Kalsel.

Baca Juga: Besok, Gelaran Pasar Murah Sambut Haul Guru Sekumpul

“Apakah itu terkait ekspor maupun sektor pariwisata di Kalsel,” bebernya.

Menurutnya, berbeda halnya dengan daerah lain di Indonesia seperti Bali dan Jawa Barat. Di mana, China berada di peringkat kedua setelah Malaysia.

“Sehingga ini pasti berdampak bagi mereka. Begitu juga di Jawa Barat,” pungkasnya.

Sejauh ini, dilansir dari suara.com, korban tewas akibat wabah virus corona di China melonjak melewati 1.700 orang Senin (17/2) pagi ini.

Di mana ada 100 kematian baru di Provinsi Hubei yang menjadi pusat wabah virus mematikan itu.

Sementara , secara nasional di China, setidaknya ada 70.400 orang telah terinfeksi.

Dikutip dari Channel News Asia, dalam laporan hariannya, komisi kesehatan Provinsi Hubei juga melaporkan 1.933 kasus baru.

Di mana jumlah kasus baru ini lebih banyak dibanding pada hari Minggu dan mengakhiri penurunan selama tiga hari berturut-turut dalam kasus-kasus baru.

Komisi kesehatan Hubei mengatakan jumlah total kasus di provinsi itu telah mencapai 58.182 pada akhir hari Minggu, dengan 1.696 kematian.

Sementara angka pada Senin, sekitar 100 lebih tinggi dari angka pada hari Minggu, tetapi masih turun tajam dari angka pada hari Jumat dan Sabtu.

Hampir 90 persen dari kasus-kasus baru berada di ibu kota provinsi Wuhan, tempat virus itu diyakini berasal. Wuhan telah menyumbang 71 persen dari total kasus provinsi dan 77 persen kematian.

Sementara itu, pemerintah Kota Beijing dilaporkan telah memberlakukan aturan yang mewajibkan orang yang datang ke ibukota untuk melakukan karantina sendiri selama 14 hari, menurut media resmi setempat.

Dikutip dari laman Johns Hopkins CSSE, jumlah kematian akibat virus corona secara global tercatat mencapai 1.773 orang. Sementara total yang terinfeksi mencapai 71.290 yang tersebar paling banyak di China dan lebih dari 30 negara.

Baca Juga: Mulai Hari Ini, Pemerintah Uji Coba Blokir Ponsel Ilegal via IMEI

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Fariz Fadhillah

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Dibutuhkan Pasar Dunia, Jokowi Minta Petani Kembali Produksi Rempah-rempah
Perdana, Pemerintah Terbitkan Obligasi Global Tenor 50 Tahun

Ekbis

Perdana, Pemerintah Terbitkan Obligasi Global Tenor 50 Tahun
apahabar.com

Ekbis

Majukan Pariwisata di Tanbu, Telkomsel Hadirkan Jaringan 4G di Pantai Angsana
apahabar.com

Ekbis

Penyebab Harga Sayur di Banjarbaru Melambung
apahabar.com

Ekbis

Sempat Menguat, Rupiah Rabu Pagi Ini Stagnan
apahabar.com

Ekbis

Jelang Ramadan, Minyak Tanah Mulai Ramai Diburu
apahabar.com

Ekbis

Imbas Covid-19, Jumlah Kunjungan ke Pasar di Banjarmasin Menurun Drastis
apahabar.com

Ekbis

Banjarmasin Alami Inflasi 0,12 Persen, Intip Penyebabnya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com