Live Streaming SCTV PSG vs Man United Liga Champions Malam Ini, Link Siaran Langsung Vidio.com Demo Setahun Jokowi di Banjarmasin: 5 Remaja Diamankan, Mahasiswa Respons Santuy Refleksi Setahun Jokowi-Ma’ruf, BEM Kalsel Ancam Demo Tiap Pekan Terduga Penyusup Diamankan, Kapolda Kalsel Angkat Bicara Ingat Setahun Jokowi tapi Mahasiswa di Banjarmasin Lupa Prokes

Wabah Covid-19 Global Lampaui China

- Apahabar.com Kamis, 27 Februari 2020 - 10:10 WIB

Wabah Covid-19 Global Lampaui China

Singapura naikkan peringatan virus corona ke tingkat SARS. Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat untuk pertama kalinya pertambahan kasus positif COVID-19 secara global di berbagai negara melampaui pertambahan kasus baru virus tersebut di negara China.

Berdasarkan laporan situasi harian terkait COVID-19 per tanggal 25 Februari 2020 yang dikutip dari laman resmi WHO di Jakarta, Kamis, kasus terkonfirmasi secara global sebanyak 81.109 dengan penambahan 871 kasus baru, dengan rincian 459 kasus baru terjadi di 37 negara di luar China dan 412 kasus bertambah di China.

Baca Juga: Ancaman Corona, Amankah Nonton Liga Italia di Stadion?

WHO mencatat, pertambahan kasus di luar China lebih banyak dibandingkan Negeri Tirai Bambu itu yang merupakan episentrum pertama virus sejak kemunculan kasus pertama pada 8 Desember 2019.

Di China total kasus hingga hari kemarin menjadi 78.191 kasus positif dengan total angka kematian akibat virus mencapai 2.718 (52 kasus kematian baru). Total kasus di luar China sebanyak 2.918 kasus terkonfirmasi di 37 negara dengan angka kematian mencapai 43 jiwa (sembilan kasus kematian baru).

Empat negara baru yang melaporkan kasus COVID-19 adalah Algeria, Kroasia, Austria, dan Swiss. Algeria merupakan negara dari kawasan Afrika pertama yang mencatatkan kasus positif virus corona jenis baru COVID-19.

Sebelumnya Direktur Jenderal WHO Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus menyampaikan bahwa tim gabungan WHO dan otoritas China telah menyelesaikan laporan kajian terkait COVID-19 yang dikumpulkan dari berbagai wilayah daratan China.

Laporan itu menyebutkan bahwa wabah virus corona yang diyakini berasal dari kelelawar tersebut telah melewati masa puncaknya yaitu antara 23 Januari hingga 2 Februari 2020.

Laporan tersebut juga mengungkapkan angka kematian per kasus antara 2 persen hingga 4 persen di Wuhan, dan 0,7 persen di provinsi lain di luar Wuhan. Orang yang terinfeksi dan mengalami gejala ringan akan sembuh dalam waktu sekitar dua minggu, dan orang yang mengalami gangguan kesehatan serius bisa sembuh dalam waktu enam minggu.

Di kawasan Pasifik Barat kasus terbanyak terjadi di Korea Selatan (1.261) dengan 284 kasus baru, Jepang (164) dengan tujuh kasus baru, Singapura (91) bertambah satu, Australia (23) bertambah satu, Malaysia (22), Vietnam (16), Filipina (3), Kamboja (1). Untuk wilayah Asia Tenggara yaitu Thailand (40) bertambah tiga, India (3), Nepal (1), Sri Lanka (1).

Penyebaran di Benua Amerika terjadi di Amerika Serikat (53), dan Kanada (10) tanpa penambahan kasus baru. Wilayah Eropa paling banyak di Italia (322) bertambah 93 kasus, Jerman (18) bertambah dua, Inggris (13), Prancis (12), Austria (2), Israel (2), Rusia (2), Spanyol (2), Belgia (1), Finlandia (1), Swedia (1), dan Swis (1).

Untuk wilayah Timur Tengah paling banyak dilaporkan terjadi di Iran (95) dengan penambahan 34 kasus baru, Bahrain (26) bertambah 18 kasus baru, Uni Emirat Arab (13), Kuwait (12) bertambah empat kasus baru, Irak (5) bertambah empat kasus, Oman (4) bertambah dua, Afghanistan (1), Lebanon (1), dan Mesir (1).

Untuk Indonesia, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan belum mengonfirmasi adanya kasus positif Covid-19. Pemerintah saat ini sedang berupaya memulangkan WNI yang berada di Kapal Diamond Princess Jepang setelah sebelumnya telah berhasil membawa 188 kru Kapal Dream World dari Selat Durian.

Sebanyak 188 kru Kapal World Dream akan menjalani masa observasi selama 14 hari di Pulau Sebaru Kecil Kepulauan Seribu DKI Jakarta yang diperkirakan akan sampai pada Jumat (27/2).

Pemerintah Indonesia mengatakan masih akan sangat hati-hati dalam memulangkan WNI yang berada di Kapal Diamond Princess agar tidak menjadikan Indonesia sebagai episentrum baru virus COVID-19. (Ant)

Baca Juga: Dipengaruhi Wabah Corona, Rupiah Masih Melemah

Editor: Fariz Fadhillah

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

103 Desa di Temanggung Rawan Longsor
apahabar.com

Nasional

Misteri Pemicu Virus Corona, Hingga Pasar di Wuhan Jadi ‘Tersangka’
apahabar.com

Nasional

Haji 2019; Calon Haji Diminta Jaga Kebugaran
apahabar.com

Nasional

Rayakan Idul Adha Tanpa Kantong Plastik
apahabar.com

Nasional

Perusakan Polsek Ciracas, Puluhan Prajurit TNI Resmi Tersangka!
apahabar.com

Nasional

Berdesak-desakan, Presiden Jokowi Naik KRL dari Stasiun Tanjung Barat ke Bogor
apahabar.com

Nasional

Sosok Terduga VS, Artis yang Terjerat Prostitusi Online di Lampung
apahabar.com

Nasional

Hujan saat Puncak Haji Dinilai Membantu Kurangi Angka Jemaah Sakit
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com