Sederet Prestasi Niha, Hafizah Cilik Kotabaru dari MTQ Tingkat Kabupaten hingga Provinsi Polisi Anulir Pernyataan Status Tersangka Dua Mahasiswa Kalsel 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian Paula Verhoeven Hamil, Kiano Bakal Punya Adik, Baim Wong Ingin Mak Beti Ucapkan Selamat ke Sang Istri Hasil Liga Champions, Tanpa Ronaldo Juventus Ditekuk Barcelona, Messi Cetak Gol, Skor Akhir 2-0

Wapres: Kinerja Pemerintah Tidak Cukup Dinilai 100 Hari

- Apahabar.com Rabu, 19 Februari 2020 - 20:23 WIB

Wapres: Kinerja Pemerintah Tidak Cukup Dinilai 100 Hari

Wakil Presiden Ma’ruf Amin memberikan kuliah umum “Penangkalan Radikal Terorisme di Kalangan Mahasiswa” di Universitas Mataram, Nusa Tenggara Barat, Rabu (19/2). Foto-Antara/HO-Asdep Komunikasi dan Informasi Publik Setwapres

[wp-dt]

apahabar.com, MATARAM – Wakil Presiden RI, KH Ma’ruf Amin menanggapi hasil survei kepuasan publik terhadap pemerintahan Kabinet Indonesia Maju.

Ma’ruf mengatakan, bahwa kinerja presiden, wakil presiden dan menteri tidak cukup jika dinilai hanya dalam kurun waktu 100 hari pertama.

“(Survei) Itu berdasar, tapi belum tentu senyatanya seperti itu. Nyatanya kan nanti dinilai, nah tidak cukup hanya 100 hari,” kata Ma’ruf Amin usai memberikan kuliah umum di Universitas Mataram, NTB, Rabu (19/2).

Wapres menilai survei yang menunjukkan kepuasan publik terhadap kinerjanya itu hanya didasarkan pada kuantitas pemberitaan tentang dirinya di media massa. Padahal, lanjutnya, tidak semua tugasnya sebagai wapres muncul di pemberitaan.

“Itu kan soal polling, pendapat umum yang mendasarkan pada berita-berita yang di-expose, bukan pada kinerjanya. Tidak semua pekerjaan menteri dan wapres itu ter-expose,” ucapnya.

Sebelumnya Juru Bicara Wapres Ma’ruf Amin, Masduki Baidlowi, menanggapi survei tersebut dengan mengatakan bahwa Wapres masih melakukan koordinasi dengan jajaran terkait tugas-tugasnya sebagai pendamping Presiden Joko Widodo di semester pertama pemerintahan Kabinet Indonesia Maju.

Masduki menambahkan kinerja Ma’ruf Amin sebagai Wapres memang belum terpublikasi secara masif selama tiga bulan terakhir. Namun, Wapres terus melakukan koordinasi dengan kementerian dan lembaga pemerintah non-kementerian (K/L) terkait.

“Dan Wapres tidak memerhatikan itu sebagai sesuatu yang penting, apakah itu diberitakan atau tidak diberitakan. Tetapi sebenarnya dalam tiga bulan ini, Wapres sudah melakukan langkah-langkah yang sangat penting,” ujar Masduki menambahkan.

Menurut rilis survei Indo Barometer, tingkat kepuasan publik terhadap Wapres Ma’ruf Amin mencapai 49,6 persen dan publik yang tidak puas sebesar 37,5 persen.

Indo Barometer membandingkan dengan hasil survei terhadap Jusuf Kalla, ketika menjabat sebagai wapres pada Maret 2015. Hasilnya, publik yang puas dengan kinerja JK sebagai wapres mencapai 53,3 persen, sementara 38,8 persen lainnya tidak puas.(Ant)

Baca Juga: Bersiap Ikuti 2 Pameran Internasional, Jokowi: Tampilkan Wajah Indoensia

Baca Juga: Draf RUU Ketahanan Keluarga: Cuti Melahirkan Jadi 6 Bulan

Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Banjir Dua Meter, Warga Desa Aceh Selatan Terpaksa Dievakuasi
apahabar.com

Nasional

Update Covid-19 di Indonesia: 5.516 Positif, 548 Sembuh
apahabar.com

Nasional

Hadapi Corona, China Minta Solidaritas Negara Asia Tenggara
ABK China di Kotabaru Terindikasi Corona, Warga Diminta Tenang

Nasional

ABK China di Kotabaru Terindikasi Corona, Warga Diminta Tenang
apahabar..com

Nasional

Penghuni Gang Sempit Kaget Ditagih Rp107 Juta Pajak Mobil Mewah
apahabar.com

Nasional

Deretan Negara yang Sudah Longgarkan Lockdown, Indonesia Kapan?
apahabar.com

Nasional

Warganet China Boikot Drama Thailand karena Konten Corona

Nasional

Warga Korban Tsunami Rayakan Tahun Baru dengan Doa Bersama
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com