Tabir Kematian 2 Bocah di Benawa HST, Korban Dipocong Hidup-Hidup oleh Ibu Kandung INNALILLAHI, Anggota TNI AL Ditemukan Membusuk di Indekos Banjarmasin Pembunuhan Wakar di Kelayan B Sudah Direncanakan, Pelaku Khilaf karena Luka Lama Debat Ke-2 Pilbup Tanbu: “Wakil Komitmen” HM Rusli Bikin Bingung Alpiya, Mila Karmila Speechless PN Martapura Putuskan Camat Aluh-Aluh Melanggar Netralitas ASN

Wapres Ma’ruf: Deradikalisasi Bukan Sesuatu yang Mudah

- Apahabar.com Kamis, 13 Februari 2020 - 21:36 WIB

Wapres Ma’ruf: Deradikalisasi Bukan Sesuatu yang Mudah

Wakil Presiden Ma'ruf Amin di Gedung BKKBN Jakarta, Rabu (12/02). Foto-Antara/Fransiska Ninditya

apahabar.com, JAKARTA – Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan deradikalisasi terhadap warga Indonesia yang pernah bergabung dengan jaringan kelompok terorisme bukan praktik mudah sehingga Pemerintah memutuskan untuk tidak memulangkan ratusan eks WNI ISIS.

“Melakukan deradikalisasi dari yang sudah terpapar saja itu bukan sesuatu yang mudah, mengawal (terpidana teroris) yang di sini saja itu tidak mudah. Oleh karena itu, lebih aman dan lebih maslahat kalau kita tidak memulangkan mereka,” kata Ma’ruf di Kantor Wapres RI, Jakarta, Kamis (13/02).

Selain itu, keputusan untuk tidak memulangkan eks-kombatan ISIS tersebut juga mempertimbangkan aspek keselamatan bagi warga negara Indonesia (WNI) di dalam negeri.

Eks-anggota ISIS dikhawatirkan masih terpapar paham radikal sehingga dapat menyebarkan teror bagi masyarakat di Indonesia, kata Wapres.

“Kita memang pada prinsipnya mengarah pada tidak memulangkan, alasannya adalah untuk menjaga dan mengawal keselamatan seluruh warga bangsa yang ada dari pengaruh-pengaruh radikalisme dan terorisme,” jelas Ma’ruf.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa Pemerintah tidak akan memulangkan ratusan warga Indonesia yang bergabung dengan kelompok militan ISIS di Suriah.

Pemerintah menilai dengan memulangkan para ekstremis tersebut akan membahayakan keamanan negara.

Pemerintah pun akan melakukan verifikasi terhadap warga Indonesia anggota ISIS yang menurut data Badan Intelijen Pusat AS atau Central Intelligence Agency (CIA) berjumlah 689 orang.

“Diidentifikasi satu per satu, nama dan siapa, berasal dari mana sehingga data komplet. Cegah-tangkal bisa dilakukan di sini kalau data itu dimasukkan ke imigrasi,” kata Jokowi.(Ant)

Baca Juga: Mahfud Jelaskan Soal Pencabutan Kewarganegaraan WNI Eks Isis

Baca Juga: ABK China di Kotabaru Terindikasi Corona, Warga Diminta Tenang

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Jokowi Terima Ucapan Selamat dari PM Inggris dan Australia atas Suksesnya Penyelenggaraan Pemilu
apahabar.com

Nasional

Lembaga Negara Dibubarkan, PNS Dialihkan ke Instansi Lain atau Pensiun Dini
apahabar.com

Nasional

Kerusakan yang Memilukan Akibat Tsunami
apahabar.com

Nasional

Pelindo III Sediakan Belasan Ribu Tiket Gratis Mudik Lebaran, Begini Caranya
apahabar.com

Nasional

Rusia ke PPU Bahas Proyek KA Kalimantan, Realisasi Mendekati Nyata?
apahabar.com

Nasional

Motif Eks Murid Perkosa dan Bunuh Guru di Sumsel
apahabar.com

Nasional

Fatwa MUI Dibaca di Kampanye Prabowo, TKN: Itu Ajakan Pilih Jokowi
apahabar.com

Nasional

Menristekdikti akan Resmikan Gedung Proyek IDB di ULM
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com