Ibadah Ramadan di Banjarbaru Diperbolehkan dengan Prokes, Petasan Jangan! Bawaslu Kalsel Tanggapi Santai Aduan Denny Indrayana ke Pusat Kronologi Lengkap Penemuan Jasad Tak Utuh di Gang Jemaah II Banjarmasin Mudik Dilarang, Terminal Pal 6 Banjarmasin Tutup Rute Antarkabupaten-kota Mudik Ramadan Dilarang, Pertamina Kalimantan Tambah 3 Persen Pasokan Gas

Warganet Diminta Berhati-hati Terhadap Jejak Digital

- Apahabar.com Senin, 24 Februari 2020 - 05:15 WIB

Warganet Diminta Berhati-hati Terhadap Jejak Digital

Ilustrasi jejak digital. Foto: Net

apahabar.com, JAKARTA – Para pengguna internet disarankan berhati-hati terhadap jejak digital. Jejak digital yakni segala hal yang diunggah, dicari, dibaca, dan dikomentari seseorang di internet.

Psikolog Kasandra Putranto mengatakan jejak digital sangat kejam. Untuk itu, dia menyarankan pengguna internet tidak mengunggah konten negatif, termasuk keluhan mengenai sesuatu.

Menurut Kasandra, psikolog mampu melihat karakter seseorang melalui konten yang diunggahnya. “Dari bahasanya akan terlihat karakternya seperti apa, kalau isinya mengeluh terus, berarti dia adalah seorang pengeluh,” ujarnya seperti dikutip apahabar.com dari Republika.co.id, Minggu (23/02).

Dia juga menyarankan agar individu tidak berlebihan membagi informasi pribadi di akun media sosial (medsos). Namun menurut Kasandra, jika berbagi unggahan tentang keluarga dalam batas tertentu, hal itu merupakan hal positif. Sebab, diartikan dapat diartikan si pemilik akun merupakan sosok yang sayang keluarga.

Jejak digital berkenaan pula karier si pengguna medsos. Medsos, kata dia, adalah sebuah gambaran diri. Untuk itu, orang-orang yang ingin berkarier harus dapat memaksimalkan penggunaan medsos sebagai presentasi kualitas positif diri.

Kasandra menyebut kini banyak perusahaan yang merekrut calon karyawan menggunakan informasi dari akun medsos. “Karena dari akun akan tampak ciri khas kepribadiannya,” ujarnya.

Dia menekankan, penilaian dan pertimbangan calon karyawan dalam sebuah rekrutmen merupakan langkah cukup efektif bagi tim Human Resources Development (HRD) dan psikolog. “Beberapa bisa tidak diterima karena ternyata ditemukan karakter buruk di media sosial,” kata Kasandra.

Kasandra mengatakan, perusahaan bisa jeli melihat unggahan baik yang sesuai kenyataan maupun palsu. Terlebih, jika foto-foto yang diunggah terlebih dulu diedit sehingga tampilan foto sangat berbeda dengan aslinya.(Rep)

Baca Juga: Nikita Mirzani Ditahan, Warganet Sebut Dipo Latief Tak Punya Hati

Baca Juga: Menkominfo Bantah Tudingan Warganet Soal Blokir Indoxxi

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

Kuliah Sambil Kerja? Perhatikan Dulu Hal Ini
apahabar.com

Gaya

Musim Penghujan, Pegendara Disarankan Hindari Penggunaan Jas Hujan Ponco
apahabar.com

Gaya

Benarkah Anak Terlahir Caesar Sistem Imunnya Terganggu?
apahabar.com

Gaya

Tips Menumbuhkan Minat Baca Anak Ala Rima Anjani
apahabar.com

Gaya

Cat Shelter Banjarmasin, Rumah Singgah Puluhan Kucing Jalanan
apahabar.com

Gaya

Kumpulkan Dana Lebih Setengah Miliar, Warga Tegalrejo Gila-gilaan Percantik Goa Lowo
apahabar.com

Gaya

Kecanduan Makan Plastik Sejak Usia 7 Tahun, Robert: Warna Biru Paling Lezat
apahabar.com

Gaya

Potong Rambut Sendiri Saat Wabah Corona, Berikut Caranya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com