Banjarmasin Timur Tegang, Remaja Bersajam Kejar-kejaran di Kafe Arwana Sasar Mahasiswi Tanah Bumbu, Gembong Jambret Banjarmasin Bertekuk Lutut 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian Sungai Hantakan Meluap, 12 Pondok di Pulau Mas HST Larut Terbawa Arus Libur Panjang di Marabahan, Kelotok Susur Sungai Barito Dibikin Kewalahan

Warganet Diminta Berhati-hati Terhadap Jejak Digital

- Apahabar.com Senin, 24 Februari 2020 - 05:15 WIB

Warganet Diminta Berhati-hati Terhadap Jejak Digital

Ilustrasi jejak digital. Foto: Net

apahabar.com, JAKARTA – Para pengguna internet disarankan berhati-hati terhadap jejak digital. Jejak digital yakni segala hal yang diunggah, dicari, dibaca, dan dikomentari seseorang di internet.

Psikolog Kasandra Putranto mengatakan jejak digital sangat kejam. Untuk itu, dia menyarankan pengguna internet tidak mengunggah konten negatif, termasuk keluhan mengenai sesuatu.

Menurut Kasandra, psikolog mampu melihat karakter seseorang melalui konten yang diunggahnya. “Dari bahasanya akan terlihat karakternya seperti apa, kalau isinya mengeluh terus, berarti dia adalah seorang pengeluh,” ujarnya seperti dikutip apahabar.com dari Republika.co.id, Minggu (23/02).

Dia juga menyarankan agar individu tidak berlebihan membagi informasi pribadi di akun media sosial (medsos). Namun menurut Kasandra, jika berbagi unggahan tentang keluarga dalam batas tertentu, hal itu merupakan hal positif. Sebab, diartikan dapat diartikan si pemilik akun merupakan sosok yang sayang keluarga.

Jejak digital berkenaan pula karier si pengguna medsos. Medsos, kata dia, adalah sebuah gambaran diri. Untuk itu, orang-orang yang ingin berkarier harus dapat memaksimalkan penggunaan medsos sebagai presentasi kualitas positif diri.

Kasandra menyebut kini banyak perusahaan yang merekrut calon karyawan menggunakan informasi dari akun medsos. “Karena dari akun akan tampak ciri khas kepribadiannya,” ujarnya.

Dia menekankan, penilaian dan pertimbangan calon karyawan dalam sebuah rekrutmen merupakan langkah cukup efektif bagi tim Human Resources Development (HRD) dan psikolog. “Beberapa bisa tidak diterima karena ternyata ditemukan karakter buruk di media sosial,” kata Kasandra.

Kasandra mengatakan, perusahaan bisa jeli melihat unggahan baik yang sesuai kenyataan maupun palsu. Terlebih, jika foto-foto yang diunggah terlebih dulu diedit sehingga tampilan foto sangat berbeda dengan aslinya.(Rep)

Baca Juga: Nikita Mirzani Ditahan, Warganet Sebut Dipo Latief Tak Punya Hati

Baca Juga: Menkominfo Bantah Tudingan Warganet Soal Blokir Indoxxi

Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

Empuknya Sate Hadori Bandung
apahabar.com

Gaya

4 Tips untuk Para Suami yang Ingin Cepat Pasangannya Hamil
apahabar.com

Gaya

Nissan Kicks e-POWER, Seberapa Irit Konsumsi BBM?
apahabar.com

Gaya

5 Fakta Ngeri Pasar Tomohon, Tempat Paling Sadis yang Membuatmu Beruji Nyali
Ternyata Ngiler Saat Tidur Itu Pertanda Baik

Gaya

Ternyata Ngiler Saat Tidur Itu Pertanda Baik
apahabar.com

Gaya

Se’i Suba Suka, Nikmatnya Daging Asap Khas NTT di Banjarmasin
apahabar.com

Gaya

Tren Instagram dan Minat Warganet Indonesia Sepanjang 2019
apahabar.com

Gaya

Ikan Tetra “Mengajarkan” Cara Memperbaiki Jantung
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com