Disuruh di Rumah, Remaja di Banjarmasin Timur Malah Pesta Miras Tembus Seribu ODP, Kalsel Siapkan Karantina Khusus Dinyatakan Sehat, Balita PDP Covid-19 di Banjarmasin Dipulangkan Klaster Bogor, Pasien ke-6 Positif Covid-19 di Kalteng PDP Kalsel Melonjak Drastis, Dua Pasien Masih Balita




Home Gaya

Senin, 24 Februari 2020 - 05:15 WIB

Warganet Diminta Berhati-hati Terhadap Jejak Digital

nazmudin - Apahabar.com

Ilustrasi jejak digital. Foto: Net

Ilustrasi jejak digital. Foto: Net

apahabar.com, JAKARTA – Para pengguna internet disarankan berhati-hati terhadap jejak digital. Jejak digital yakni segala hal yang diunggah, dicari, dibaca, dan dikomentari seseorang di internet.

Psikolog Kasandra Putranto mengatakan jejak digital sangat kejam. Untuk itu, dia menyarankan pengguna internet tidak mengunggah konten negatif, termasuk keluhan mengenai sesuatu.

Menurut Kasandra, psikolog mampu melihat karakter seseorang melalui konten yang diunggahnya. “Dari bahasanya akan terlihat karakternya seperti apa, kalau isinya mengeluh terus, berarti dia adalah seorang pengeluh,” ujarnya seperti dikutip apahabar.com dari Republika.co.id, Minggu (23/02).

Dia juga menyarankan agar individu tidak berlebihan membagi informasi pribadi di akun media sosial (medsos). Namun menurut Kasandra, jika berbagi unggahan tentang keluarga dalam batas tertentu, hal itu merupakan hal positif. Sebab, diartikan dapat diartikan si pemilik akun merupakan sosok yang sayang keluarga.

Baca juga :  Sentimen Negatif dari China Turut Tekan Harga Batu Bara

Jejak digital berkenaan pula karier si pengguna medsos. Medsos, kata dia, adalah sebuah gambaran diri. Untuk itu, orang-orang yang ingin berkarier harus dapat memaksimalkan penggunaan medsos sebagai presentasi kualitas positif diri.

Kasandra menyebut kini banyak perusahaan yang merekrut calon karyawan menggunakan informasi dari akun medsos. “Karena dari akun akan tampak ciri khas kepribadiannya,” ujarnya.

Baca juga :  Kebijakan Distribusi Subsidi Elpiji 3 Kg Dikaji

Dia menekankan, penilaian dan pertimbangan calon karyawan dalam sebuah rekrutmen merupakan langkah cukup efektif bagi tim Human Resources Development (HRD) dan psikolog. “Beberapa bisa tidak diterima karena ternyata ditemukan karakter buruk di media sosial,” kata Kasandra.

Kasandra mengatakan, perusahaan bisa jeli melihat unggahan baik yang sesuai kenyataan maupun palsu. Terlebih, jika foto-foto yang diunggah terlebih dulu diedit sehingga tampilan foto sangat berbeda dengan aslinya.(Rep)

Baca Juga: Nikita Mirzani Ditahan, Warganet Sebut Dipo Latief Tak Punya Hati

Baca Juga: Menkominfo Bantah Tudingan Warganet Soal Blokir Indoxxi

Editor: Aprianoor

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

Wah, Begini Bahaya Jika Tidur Terlalu Lama
apahabar.com

Gaya

Motor Listrik Modal Rp 8.000 Bisa 100 km, Tertarik?
apahabar.com

Gaya

Terlalu Sering Selfie Ternyata Dapat Munculkan Efek Negatif
apahabar.com

Gaya

Saat Ramadan, Ini Kebiasaan yang Dilakukan Tulus
apahabar.com

Gaya

Ini Daftar Orang Terkaya di Dunia 2019, Pendiri Facebook di Urutan ke 8
apahabar.com

Gaya

Resep Sayur Sop Bening, Murah, Segar dan Menyehatkan
apahabar.com

Gaya

5 Kebiasaan Ini Berisiko Kena Kanker, No 4 Gak Disangka
apahabar.com

Gaya

Honda Pasarkan PCX Listrik di Asia Tenggara, Filipina yang Pertama